Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kalaksa BPBD Lima Puluh Kota Zaimar Hakim, SH Ungkap Kesiapan Lima Puluh Kota Hadapi Ancaman Bencana

Tuesday, September 15, 2026 | September 15, 2026 WIB Last Updated 2026-09-15T07:37:03Z


Nusantaranews.net, Lima Puluh Kota — Kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana diperkuat Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota. Sebanyak sekitar 300 personel dari berbagai unsur disiapkan dalam Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2026 di Stadion Singa Harau, Selasa (15/9/2026).

Apel tersebut dihadiri Wakil Bupati Lima Puluh Kota Ahlul Badrito Resha selaku pembina apel. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan personel sekaligus sarana dan prasarana dalam menghadapi potensi bencana di wilayah tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lima Puluh Kota, Zaimar Hakim, S.H., selaku koordinator lapangan, dalam laporannya menyampaikan bahwa apel digelar untuk memastikan kesiapsiagaan dan sinergi lintas sektor.

Kesiapan tersebut mencakup kekuatan personel maupun sarana dan prasarana yang dapat digerakkan ketika menghadapi kondisi bencana.

Berdasarkan laporan BPBD, kekuatan yang disiapkan mencapai sekitar 16 SST dengan jumlah personel sekitar 300 orang.

Personel tersebut berasal dari unsur TNI sekitar 3 SST, Polri 2 SST, OPD dan instansi terkait 8 SST, serta organisasi sosial dan relawan sekitar 3 SST.

Tidak hanya mengandalkan kekuatan personel, kesiapsiagaan juga ditopang berbagai kendaraan dan peralatan dari lintas instansi.

Dukungan tersebut antara lain 1 unit motor trail SAR, tujuh mobil operasional TNI/Polri, 10 mobil pemadam kebakaran dari Damkar dan Kodim, satu mobil D-Max compartemen SAR, serta 23 ambulans dari Dinas Kesehatan dan PMI.

Selain itu tersedia dua mobil dapur umum dan tangki air dari Dinas Sosial, satu mobil crane dan dozer dari PUPR, serta 10 mobil pick up yang berasal dari PUPR, BPBD, DLH, Satpol PP dan Dishub.

Peralatan pendukung lainnya juga telah disiapkan, di antaranya mobil rescue, rescue truck, tiga unit ekskavator, peralatan ekstrikasi dan gedung runtuh, skylift, perahu karet, perahu bermesin, pelampung dan perahu rafting.

BPBD, Damkar dan SAR juga menyiapkan delapan unit chainsaw. Sementara BPBD memiliki tiga light tower portable, empat tenda pengungsi, satu perangkat Starlink dan 22 unit HT untuk mendukung komunikasi di lapangan.

Rangkaian kegiatan tidak berhenti pada apel. Setelah kegiatan, Forkopimda bersama kepala OPD dijadwalkan melakukan pemeriksaan terhadap sarana dan prasarana siaga bencana.

Setelah gelar apel tersebut pembagian masker oleh Forkopimda dan OPD Kabupaten Lima Puluh Kota juga dilaksanakan di Pasar Sarilamak.

Melalui apel tersebut, kesiapsiagaan bencana di Lima Puluh Kota tidak hanya ditunjukkan melalui pengerahan personel, tetapi juga dengan memastikan berbagai peralatan penanganan bencana siap digunakan.

Sinergi lintas sektor menjadi bagian penting dalam menghadapi potensi bencana, sehingga ketika kondisi darurat terjadi, personel dan sarana yang tersedia dapat segera digerakkan sesuai kebutuhan. (R.Sitepu)
×
Berita Terbaru Update