Oleh Iin Parlina
Ibu Rumah Tangga
Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam sidang tahunan MPR yang digelar pada 14 Agustus 2026 menampilkan beberapa rapor penting yang menandai 22 bulan masa pemerintahannya. Salah satu capaian penting yang disebutkan dalam pidato tersebut adalah swasembada pada beberapa komoditas bahan pangan. Bagaimana situasi swasembada bahan pangan dibandingkan dengan harga pangan yang telah disebut?
Pertama-tama perlu dicatat,keberhasilan capaian swasembada tersebut merupakan salah satu capaian swasembada terbaik sejak capaian swasembada beras di masa pemerintahan Soeharto pada 1984. Cakupan komoditas yang cukup luas diharapkan mampu membawa kestabilan stok pangan,yang mampu berujung pada perubahan harga yang signifikan bagi komoditas tersebut.
Banyak faktor penyebab ketimpangan di dalam sistem kapitalisme dari sisi kelembagaan,sistem kebijakan publik dari kapitalisme justru menciptakan dan memperdalam jurang ketimpangan melalui berbagai mekanisme yang merugikan rakyat kecil. Pertama,program bantuan sosial sangat terbatas cakupan dan nilainya. Ia tidak mampu memberikan perlindungan memadai bagi kelompok rentan seperti pengangguran,lansia,penyandang disabilitas,atau keluarga miskin. Kedua,alokasi belanja negara sering lebih menguntungkan kelompok elit melalui subsidi besar untuk korporasi dan insentif pajak untuk investor kaya. Ketiga,regulasi pasar tenaga kerja yang lemah membuat posisi buruh tertekan tanpa perlindungan kuat terhadap hak-hak seperti upah layak,jaminan kesehatan,atau keamanan kerja.
Islam adalah agama yang sempurna,Islam tidak hanya mengatur urusan ibadah,tetapi juga sistem sosial dan ekonomi. Islam mengakui adanya perbedaan ditengah manusia,termasuk dalam aspek ekonomi. Allah SWT berfirman: "Kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat agar sebagian mereka dapat memanfaatkan yang lain"(QS Az Zukhruf[43]:32).
Ayat ini menegaskan bahwa perbedaan termasuk tingkat ekonomi merupakan sunatullah yang tidak bisa dihapuskan sepenuhnya. Namun,Islam memiliki mekanisme yang jelas agar perbedaan ini tidak melahirkan kesenjangan yang zalim. Islam mengatur hubungan antara yang kaya dan miskin. Dengan itu kekayaan dapat terdistribusi dengan adil,kebutuhan dasar seluruh rakyat terpenuhi,dan setiap orang .pendapat kesempatan meraih kebutuhan sekunder maupun tersier dengan harga yang murah. Demikianlah berbagai mekanisme distribusi kekayaan dalam Islam. Semua ini bakal mampu mengatasi ketimpangan ekonomi serta mendorong pertumbuhan yang adil dan berkelanjutan. Seluruhnya hanya dapat terwujud dalam sistem khilafah sebagai sistem satu-satunya sistem pemerintahan Islam yang menerapkan Islam secara menyeluruh.
Wallahu'alam bissawab
