Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Perbaikan Jalan Tidak Selesai, Masyarakat Kesulitan

Friday, September 18, 2026 | September 18, 2026 WIB Last Updated 2026-09-17T22:54:15Z

Oleh. Tesya Ridal
Nusantaranews.net, jika mengingat berita tentang infrastruktur, apalagi pembangunan jalan, rasanya saya langsung teringat dengan masa kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab.

Beliau adalah pemimpin umat Muslim sekaligus sahabat Rasulullah saw. yang takut kepada Allah. Tentu, beliau menjabat bukan dalam sistem yang berlandaskan akidah sekuler dan sistem kapitalis yang tujuannya materi.

Beliau adalah pengurus urusan umat yang berada di dalam Daulah Islam atau negara Islam. Sebuah negara yang berlandaskan akidah Islam dan dengan sistem Islam. Segala aturan pun diatur berdasarkan aturan Allah di dalam Al-Qur'an dan hadis.

Tentang jalan, beliau radhiyallahu 'anhu pernah berkata:

“Seandainya seekor keledai terperosok di kota Baghdad, niscaya Umar akan diminta pertanggungjawabannya (oleh Allah), seraya ditanya: Mengapa tidak meratakan jalan untuknya?”

Konsep takut kepada Allah, pertanggungjawaban akan akhirat, serta keyakinan bahwa Allah Maha Mengetahui dan Maha Melihat tidak akan ada dalam sistem mana pun kecuali Islam. Keyakinan inilah yang akan membuat pemimpin takut menzalimi rakyatnya, bahkan binatang sekalipun, karena binatang merupakan ciptaan Allah.

Berbeda dengan sistem kapitalis yang berlandaskan materi alias untung rugi. Begitu pula dengan akidah sekuler, yang mana agama (Islam) dipisahkan dari sistem kehidupan. Aturan yang digunakan berlandaskan pemikiran manusia yang terbatas. Parameternya bukan Allah rida atau tidak, tetapi untung dan rugi.

Dikutip dari Radar Karawang, 7 September 2026, dengan judul “Warga Citaman Tanam Pisang di Jalan Pangkalan-Loji”.

Warga mengeluhkan kondisi jalan yang digali dan belum selesai diperbaiki sehingga menghambat aktivitas sehari-hari. Selain kesulitan akses, kondisi proyek juga dinilai menimbulkan debu yang cukup pekat dan mengganggu warga di sekitar lokasi.

Kondisi warga yang jenuh dan hanya bisa protes dengan menanam pisang di sepanjang jalan menunjukkan begitu sulitnya menyampaikan aspirasi di sistem yang rusak ini.

Padahal, kebutuhan rakyat akan jalan yang aman dan nyaman merupakan tanggung jawab pemimpin.

Banyaknya kasus korupsi sudah menjadi rahasia umum dalam sistem kapitalisme saat ini. Banyak anggaran negara yang tidak tepat sasaran dan tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat, seperti pembangunan jembatan di wilayah-wilayah terpencil dan jalan-jalan rusak yang membahayakan rakyat.

Hal ini merupakan bagian yang seharusnya mampu dianalisis oleh rakyat bahwa semua ini terjadi karena kerusakan sistem dan kaum Muslim yang tidak kembali kepada hukum-hukum Allah.

Allah berfirman dalam Surah Al-A'raf ayat 96:

وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰٓى اٰمَنُوْا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِ وَلٰكِنْ كَذَّبُوْا فَاَخَذْنٰهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ

Artinya: “Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, niscaya Kami akan membukakan untuk mereka berbagai keberkahan dari langit dan bumi. Akan tetapi, mereka mendustakan (para rasul dan ayat-ayat Kami). Maka, Kami menyiksa mereka disebabkan oleh apa yang selalu mereka kerjakan.” (TQS. Al-A'raf [7]: 96)

Wallahu a'lam bissawab.
×
Berita Terbaru Update