Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Palestina dan Anak-Anak yang Dipenjara

Tuesday, September 15, 2026 | September 15, 2026 WIB Last Updated 2026-09-15T03:39:06Z



Oleh Rajen Gasyaza

Pelajar

 

Nusantaranews.net, Persoalan Palestina bukan sekadar konflik politik, tetapi tragedi kemanusiaan yang terus berlangsung. Salah satu persoalan yang menyayat hati adalah penangkapan dan pemenjaraan anak-anak Palestina oleh otoritas Israel. Berdasarkan data media online antaranews.com, Jumat (28/08/2026), Sekitar 3070 anak Palestina saat ini di penjara oleh zionis Israel,sebagian besar di tahan di penjara Megiddo dan Ofer dan juga data dari Komisi Palestina urusan tahanan dan mantan tahanan tahun 2019, kasus penangkapan anak-anak Palestina oleh Militer Israel. Ribuan anak Palestina pernah dan masih mengalami penahanan sementara sejak 1967.

Anak-anak semestinya mendapatkan perlindungan khusus, terutama ketika terjadi perang dan pendudukan. Namun, berbagai organisasi hak asasi manusia telah mendokumentasikan persoalan terkait penangkapan anak Palestina, proses hukum yang kontroversial, serta dugaan perlakuan buruk selama penahanan. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan serius mengenai penghormatan terhadap hak anak dan hukum kemanusiaan.

Dalam perspektif Islam, anak adalah amanah yang wajib dilindungi. Islam melarang kezaliman dan memerintahkan manusia untuk menegakkan keadilan. Allah berfirman, “Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.” (QS. Al-Ma'idah: 8).

Karena itu, penderitaan anak-anak Palestina tidak boleh dipandang hanya sebagai angka statistik. Mereka adalah manusia yang memiliki hak untuk hidup aman, mendapatkan pendidikan, kesehatan, kasih sayang, dan masa depan.

Pada saat yang sama, kepedulian terhadap Palestina harus diwujudkan dengan sikap yang bertanggung jawab. Islam tidak membenarkan kezaliman terhadap siapa pun, termasuk warga sipil. Perjuangan membela orang yang tertindas harus tetap berada dalam koridor syariat dan prinsip kemanusiaan, bukan melalui tindakan yang membabi buta atau menyasar orang yang tidak terlibat dalam kejahatan.

Solusi Islam terhadap persoalan Palestina harus dimulai dengan persatuan umat, kepedulian nyata terhadap korban, bantuan kemanusiaan, pendidikan, diplomasi, dan tekanan politik untuk menghentikan pelanggaran terhadap warga sipil. Negara-negara Muslim juga memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk memperjuangkan perlindungan rakyat Palestina melalui jalur yang sah dan efektif.

Palestina bukan sekadar persoalan tanah. Ia adalah ujian bagi nurani manusia dan komitmen umat Islam terhadap keadilan. Membela Palestina berarti menolak kezaliman, melindungi anak-anak, dan memperjuangkan perdamaian yang adil serta bermartabat.

 


×
Berita Terbaru Update