Nusantaranews.net, Lima Puluh Kota — Pagi yang semula biasa bagi Nursal (43), warga Jorong Kayu Tanam, Nagari Labuah Gunuang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota, berubah menjadi musibah.
Saat Nursal pergi mencari rumput untuk pakan ternak sapi, kobaran api justru mulai melalap rumah permanen miliknya, Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 08.30 WIB.
Api pertama kali diketahui oleh istri Nursal yang berada di luar rumah. Melihat kobaran api, ia segera meminta pertolongan kepada warga sekitar.
Dalam waktu singkat, api membesar. Petugas Damkar Posko Lareh kemudian tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman. Bantuan selanjutnya datang dari Damkar Kabupaten Lima Puluh Kota dan Damkar Kota Payakumbuh.
Namun, besarnya kobaran api membuat seluruh bangunan rumah berukuran sekitar 12 x 10 meter tersebut tidak berhasil diselamatkan.
Tak hanya bangunan, hampir seluruh barang yang berada di dalam rumah turut terbakar. Dua kendaraan roda dua, 15 mesin jahit, mesin giling tepung, mesin potong rumput, mesin dompeng untuk cuci motor, dua unit telepon seluler dan sejumlah barang lainnya ikut menjadi korban amukan api.
Kerugian sementara akibat kejadian tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp800 juta.
Informasi awal menyebutkan kebakaran diduga akibat korsleting arus listrik. Penyebab pasti kebakaran masih memerlukan pemeriksaan dan pendataan lebih lanjut.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sebanyak enam jiwa dari keluarga Nursal tercatat sebagai penghuni rumah.
Pemadaman melibatkan tiga unit Damkar Kabupaten Lima Puluh Kota dan dua unit Damkar Kota Payakumbuh. Sejumlah unsur juga berada di lokasi, di antaranya personel Polsek Luhak, Babinsa Nagari Labuah Gunuang, Kasi Trantib Kecamatan, Wali Nagari beserta perangkat, serta masyarakat.
Bagi keluarga Nursal, kebakaran itu bukan sekadar kehilangan sebuah bangunan. Rumah tempat keluarga beraktivitas, kendaraan dan berbagai peralatan yang menjadi bagian dari kehidupan mereka sehari-hari kini hangus terbakar dalam waktu singkat.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun besarnya kerugian membuat keluarga Nursal harus menghadapi dampak berat setelah kebakaran. (R.Sitepu)
