Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kericuhan di tengah hari kemerdekaan.

Tuesday, September 01, 2026 | September 01, 2026 WIB Last Updated 2026-09-01T03:45:58Z



Oleh: Herra (pemerhati sosial)


Memalukan! Perayaan pesta karnaval HUT ke-81 Republik Indonesia di Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, tercoreng dengan kejadian aksi pemukulan, Senin (17/8/2026) kemarin.
Sejumlah orang menjadi korban pemukulan dalam keributan yang terjadi di tengah acara tersebut. Polisi kemudian mengamankan sejumlah orang yang diduga terlibat.
peristiwa tersebut bermula ketika pesta rakyat berupa karnaval digelar di Kecamatan Cicalengka. Dalam acara itu, setiap desa menampilkan berbagai kreativitas untuk dinilai.
Keributan kemudian terjadi ketika rombongan karnaval dari Desa Tenjolaya hendak melintas di podium Forkopimcam untuk mengikuti penilaian. Saat rombongan berada di sekitar podium, tiba-tiba terjadi keributan antar peserta karnaval. Kapolres mengungkapkan para tersangka melakukan aksinya dalam pengaruh minuman keras. Hal tersebut diketahui setelah melakukan pemeriksaan bersama Sat Narkoba Polresta Bandung. (Detikjabar Rabu, 19 Agu 2026 09:00 WIB)

Miris! sejatinya memperingati kemerdekan tapi nyatanya masih terbelenggu dengan hal sepele seperti ini. Setiap tahun karnaval jadi panggung nasionalisme Agustusan "satu suara Merdeka". Padahal belum merdeka secara mental & sosial. Sesungguhnya rakyat belum merdeka seperti yang dirasakan para pejabat.
Pemicu umum saat terjadi kerusuhan biasanya karena persaingan antar peserta,
manajemen pengaturan yang buruk, jalur tak teratur, panas, lama nunggu, emosi gampang naik.
Situasi yang tidak terkendali mendorong hal hal liar menjadi kenyataan. Bahkan provokasi kecil, saling ejek, senggolan, sound horeg terlalu keras, atau ada atribut yang menyinggung membuat situasi semakin tak terkendali. tidak sedikit di bumbui dengan para peserta yang bebas minum minuman beralkohol membuat situasi tidak terkontrol. Lemahnya penegakan aturan, pemasok miras dibiarkan bebas tanpa hambatan. Lemahnya kontrol masyarakat, miras dianggap hal yang lazim diminum. Karena hal itu biasa dilakukan oleh para pejabat sebagai toleransi budaya saat berhadapan dengan tamu asing.
Lemahnya sanksi yang diberikan kepada pelaku kriminal juga membuat tidak jera para pelaku.
Minimnya aparat ditengah karnaval pun memberikan sumbangsih yang cukup besar.

Lemahnya negara di Ruang Publik dan absen saat mengatur keramaian. Ini soal kapasitas pemerintah kecamatan dalam tata kelola suatu event. 
Ini pula membuktikan lemahnya akidah sehingga meluas pada kelemahan jiwa akal dan keturunan, sekuler yang menjauhkan mereka dari hukum Allah. Ini jua yang menyebabkan masyarakat tidak takut melaksakan keharaman dimanapun mereka berada. 

Islam mengajarkan bahwa manusia merdeka adalah yang menghambakan dirinya hanya kepada Allah Swt. Serta menundukkan kehidupannya hanya pada syariah-Nya. Khilafah adalah satu-satunya metode syar'i untuk menerapkan Islam secara menyeluruh. 
Merdeka dalam pandangan islam bukan hanya dalam seremonial semata tetapi harus betul - betul dirasakan oleh setiap individu dalam keseharian. Setiap individu bisa merasakan terbebas dari kemiskinan, kebodohan, mendapatkan keamanan bahkan lepas dari cengkeraman penjajahan ekonomi kapitalis itulah sejatinya kemerdekaan.
Tentu selama sistem yang dilaksanakan selain dari islam selama itu pula kemerdekaan akan sirna. Karena hanya dengan sistem islam- lah kemerdekaan akan hadir. Hanya dengan penguasa pemegang sistem islam hanya akan tunduk kepada hukum Allah bukan berdasar kepada hawa nafsu. Dengan ketakwaan individu, kontroling masyarakat dan negara yang senantiasa melaksanakan semua hukum Allah.
Maka sudah saatnya kita kembali kepada hukum yang diturunkan oleh Allah SWT yang bisa menghantarkan pada kemerdekaan yang hakiki.

Wallahualam bishowab
×
Berita Terbaru Update