Oleh
Renia Ningsih Razak ( Pegiat Literasi)
Setiap tahun berganti, ada bulan yang seringkali kita peringati yaitu bulan kelahiran Nabi Mihammad SAW (Maulid Nabi). Yang mana peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW dilakukan setahun sekali, tepatnya bulan Rabiul Awal. Tapi, apakah kita hanya mengenang dan meledani Rasulullah Muhammad SAW hanya pada bulan itu saja?
Dilansir dari SINDOnews.com (23/8/2026), Sambut Rabiulawal 1448 Hijriah, Kementerian Agama (Kemenag) mengajak 1.781.945 umat Islam dari berbagai penjuru Indonesia untuk berselawat. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini digelar melalui kegiatan Blissful Mawlid 1448 H.
Yang dimaksud peringatan Maulid Nabi adalah kegiatan berkumpul mendengarkan sirah Nabi dan mendengarkan puji-pujian tentang diri beliau. Juga memberi makan orang-orang yang hadir, memuliakan orang-orang fakir dan menggembirakan hati orang-orang yang mencintai Baginda Nabi.
*Mencintai Nabi tapi Tidak Meneladaninya*
Kita ketahui, momentum memperingati Maulid Nabi adalah sebuah bentuk rasa cinta kita kepada Nabi Muhammad SAW karena berkat beliau kita semua bisa keluar dari Zaman Jahiliyah menuju terang benderang karena diterangi cahaya islam.
Dengan kita bershalawat, itu akan mengingatkan kita betapa kerasnya perjuangan Nabi Muhammad SAW untuk bisa membuat umat manusia berada dijalan kebenaran mengikuti aturan yang sudah ditetapkan Allah SWT. Tapi, kita lihat kondisi saat ini,apakah umat manusia di seluruh belahan dunia ini masih meneladani Nabi Muhammad SAW.
Ternyata dari tahun ke tahun kita melihat betapa banyak kerusakan yang terjadi di bumi Allah ini, mulai dari kerusakan hutan, laut, bencana alam yang terjadi akibat ulah manusia bahkan yang lebih miris lagi adalah kurangnya adab atau etika yang terjadi saat ini Hal ini bisa kita lihat dari media sosial yaitu banyaknya kasus pembunuhan,pencabulan, pencurian, LGBTQ dan banyaknya kasus lainnya.
Itu semua tidak terlepas dari tidak diterapkannya islam dalam kehidupan sehari-hari, juga disebabkan dengan teknologi yang semakin berkembang pesat tanpa kontrol pemerintah. Saat ini terkadang berita pun bisa di manipulasi oleh beberapa kalangan sehingga sebagai umat manusia kita sering terkecoh dengan isu-isu atau berita yang muncul.
*Pandangan Islam*
Selain bershalawat tak luput juga kita harus terus berusaha untuk diri kita sendiri terus meneladani perilaku dan sikap Rasulullah SAW. Kita harus terus istiqomah dalam menjalankan segala perintah Allah dan Larangan-Nya. Sehingga kita bisa menjadi umat yang berpegah teguh kepada ajaran yang di bawa oleh Nabi Muhammad SAW dan mengikuti semua aturan yang sudah ditetapkan Allah SWT.
Selain itu, haruslah seluruh umat manusia yang ada dimuka bumi bersatu untuk menegakkan Islam janganlah terpecah belah membentuk kelompok masing-masing. Jadi, kita sebagai umat manusia teruslah berjalan bersama menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai Suri Tauladan dalam kehidupan kita serta menjadikan Al-Qur'an dan As-sunnah sebagai pedoman dalam menuntun hidup kita kejalan kebaikan.
Perlu diingat bahwa Nabi Muhammad SAW bukan hanya sebagai nabi, tetapi juga kepala negara. Beliau mendirikan negara Islam di Madinah. Karena itu sudah selayaknya kaum muslim meneladani kepemimpinannya. Mengingat manusia diciptakan Allah swt sebagai Abdullah (bertugas beribadah kepada Allah swt) dan Khalifatullah (bertugas memakmurkan bumi dengan hukum-hukum Allah swt/syariat islam). Wallahu’alam bishowab.
