Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Islam Solusi Tuntas untuk Karhutla

Sunday, September 13, 2026 | September 13, 2026 WIB Last Updated 2026-09-13T11:55:31Z


 

Oleh  Dina Maryani

Aktivis Dakwah

 

Nusantaranews.net, Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla kembali berulang di Indonesia, bukan hanya di Kalimantan, tetapi di Sumatera dan sebagian Pulau Jawa.

 

Dikutip dari Mongabay.co.id (18/08/2026), sudah menjadi bencana tahunan di Kalimantan selatan, data sipongi kementrian kehutanan menunjukkan, bahwa luas karhutla sepanjang tahun  2015-2025 mengali lonjakan besar pada tahun-tahun tertentu.

 

Pada tahun 2015, luas lahan terbakar mencapai 196.516,77 hektar. Mengalami lonjakan di tahun 2019, menjadi 137.848 hektar dan 190.394,58 hektar pada 2023. Kondisi ini merupakan maslah ekologi yang selalu berulang di musim kemarau.

 

Bencana luar biasa ini terulang kembali di tahun 2026, tercatat oleh badan penanggulangan bencana daerah Kalimantan Selatan, ada 512 kejadian karhutla, dengan luas terdampak mencapai 1.345,79 hektar sepanjang  Bulan Januari sampai 31 Juli. Wilayah dengan kejadian tertinggi adalah di Banjar Baru yakni, 162 kebakaran yang menghanguskan sekitar 392,63 hektar.

 

Perempuan dan anak adalah kelompok yang paling rentan terdampak karhutla. Paparan PM2,5 dan gas beracun dapat meningkatkan resiko gangguan pernapasan dan kesehatan reproduksi, termasuk bayi lahir prematur, gangguan tumbuh kembang janin.

 

Hutan indonesia yang kebanyakan terdapat hutan gambut, membuat indonesia rentan kebakaran hutan di musim kemarau. Lahan gambut terbentuk dari sisa tumbuhan yang menumpuk dalam ratusan bahkan ribuan tahun, yang terurai sangat lambat. Tanah ini menyimpan material organik kaya karbon  dalam jumlah sangat besar. Selama tanah ini tetap basah, gambut ini relatif sulit terbakar. Tapi ketika musim kemarau panjang, pori-pori gambut yang dulunya di isi air mulai mengering dan terpenuhi udara, artinya oksigen sekarang bisa masuk ke dalam pori-pori gambut, nah ketika sudah seperti itu ketika ada pembakaran lahan, tanah gambut akan mudah terbakar, bukan hanya di atas tanah, tapi dibawah tanah juga, jadi untuk memadamkan api nya kita harus menyentuh kebagian dalam juga. Seperti itulah kondisi tanah di Kalimantan. Hal inilah yang mengakibatkan kebakaran hutan semakin meluas dan susah dipadamkan.

 

Penyebab karhutla yang terus berulang ini bukan semata karena faktor alam atau cuaca, melainkan ada faktor ekonomi/bisnis permainan para cukong. Pembakaran hutan oleh perusahaan-perusahaan nakal untuk konvensi dari hutan pelindung menjadi lahan produksi menjadi salah satu penyebab karhutla.

 

Sistem Kapitalis yang diterapkan saat ini melegalkan praktik tersebut. Akibatnya Karhutla sulit dihentikan. Sehingga masyarakat terus dirugikan oleh kerakusan para pengusaha yang berkolaborasi dengan penguasa.

 

Kapitalisme yang mengizinkan pembukaan lahan secara masif demi keuntungan korporasi tanpa memikirkan keselamatan manusia dan ekosistem. Hutan yang sengaja dibakar untuk peralihan fungsi menjadi perkebunan sawit.

 

Karhutla ini menjadi beban krisis sosial dan kesehatan yang diserahkan begitu saja kepada keluarga. Perlindungan lingkungan dan kesehatan dari negara sangat minim, perempuan terpaksa menanggung beban domestik yang semakin berat, merawat anak atau balita yang sakit karena asap.

 

Pemerintah hanya memosisiskan diri hanya sebagai pemadam, bukan sebagai pelindung. Hanya menghimbau agar memakai masker atau tetap diam di dalam rumah. Ini sama saja dengan membiarkan kondisi kesehatan seperti ini setiap tahun nya.

 

Begitulah ketika negara memakai sistem kapitalisme, yang hanya mementingkan keuntungan untuk korporasi tapi mengabaikan keselamatan rakyat.

 

Berbeda hal nya dengan sistem Islam, Islam secara tegas mengharamkan segala bentuk tindakan yang membahayakan rakyat. Hutan termasuk dalam kepemilikan umum, tidak boleh di serahkan kepada swasta. Negara harusnya menjaga hutan agar tetap lestari bukan untuk alih fungsi menjadi lahan sawit.

 

Dalam sistem Islam, negara berperan sebagai pelindung dan pengurus rakyat. Negara akan memfasilitasi keamanan, kesehatan yang berkualitas dan gratis. Pasokan air bersih akan disediakan bagi masyarakat terutama bagi perempuan dan anak-anak, sehingga beban domestik keluarga tidak ditekankan kepada keluarga.

 

Negara Islam akan menindak tegas dan memberi sanksi (ta'jir) kepada para pelaku pembakaran hutan dan perusakan lingkungan. Negara juga akan menghentikan segala macam kegiatan yang dapat merusak lingkungan demi menjaga ekosistem dan keberlangsungan kehidupan di masa yang akan datang.

Wallahualam bissawab


×
Berita Terbaru Update