Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Karhutla Berulang Mengakibatkan Krisis Kesehatan

Sunday, September 13, 2026 | September 13, 2026 WIB Last Updated 2026-09-13T12:02:28Z



Oleh Ana Merliana

Pendidik Generasi

 

Pemerintah Kota Palembang membagikan 16.500 masker kepada masyarakat untuk mencegah penyakit Infeksi  Saluran Pernapasan  Akut (ISPA). Dikutip dari Antara megapolitan.com, (Rabu, 26 Agustus 2026), Dokter Spesialis Paru dan Pernapasan, Dr. dr. Feni Fitriani Taufik, Sp.P (K), M.Pd.Ked, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama bagi kelompok rentan. Kepada ANTARA di Jakarta, Rabu, Feni mengatakan kelompok yang tergolong rentan atau paling mudah terdampak asap karhutla antara lain ialah: ibu hamil, anak-anak, balita, lansia hingga penderita penyakit kronissalupan pernapasan dan jantung  seperti asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), penyakit jantung dan gagal jantung.

Faktanya kepulan asap menghiasi jalan-jalan. Pandangan mata menjadi kabur dan kualitas udara menurun. Miris, anak-anak tetap berangkat sekolah dengan memakai masker. Di tengah situasi memburuk, kebijakan pembelajaran daring tampaknya tidak menjadi pertimbangan darurat, seperti yang dilakukan Kadistik Kalteng.

Persoalan karhutla tidaklah berdiri sendiri sebagai suatu masalah dengan sudut pandang ‘’kebakaran’’ tetapi karhutla lahir dari sistem kapitalis yang mengizinkan pembentukan lahan secara massif demi keuntungan korporasi, tanpa memedulikan keselamatan manusia dan ekosistem.

Perempuan menanggung krisis berlapis, para ibu tidak hanya merawat dan mengobati, para ibu juga harus berjibaku memasktikan kebutuhan di dalam rumah tidak terganggu oleh asap.

Negara lalai, ibarat rumah yang terbakar setiap tahun tidak cukup bagi seseorang hanya membawa ember untuk memadamkan api, atau sebagai pemadam kebakaran dan pemberi himbauan medis seperti (memakai masker atau stayed indoor). Ini sama saja membiarkan masa depan kesehatan generasi terus terancam.

Islam secara tegas mengharamkan segala bentuk tindakan yang membahayakan dan merusak alam. Allah taala mengingatkan dalam (Qs Al-A’raf [7]: 56)

Artinya: “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah Allah memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik."

Negara dalam Islam (khilafah) bertindak sebagai pelindung (Junnah) dan pengurus (raa’in). Negara Islam wajib menjadi perisai bagi rakyat dari segala bentuk ancaman, baik ancaman fisik, sosial, maupun ekologis.

Perlindungan ini diwujudkan diantaranya melalui beberapa langkah berikut:

-Pertama fasilitas kesehatan secara medis secara gratis tanpa melihat status sosial pasien.

-Kedua perempuan dan anak-anak mendapat prioritas perihal bantuan kesehatan, pangan, dan air bersih.

-Ketiga negara wajib menjamin distribusi air bersih secara merata untuk seluruh individu rakyat.

Dalam Islam, negara wajib menindak tegas dan memberikan sanksi berat (ta’jir) kepada pelaku perusakan lingkungan/pembakar hutan.

Jika sistem Islam diterapkan secara kaffah, anak-anak dan wanita akan terlindungi, kesehatannya terjamin, serta tidak akan ada eksplorasi lahan yang merusak ekosistem.

Wallahualam bissawab.

 


×
Berita Terbaru Update