Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Gen Z di Tengah Banyak Tekanan*

Thursday, September 03, 2026 | September 03, 2026 WIB Last Updated 2026-09-03T14:55:17Z

Oleh: Firda – Mahasiswi Telkom

Menjadi Gen Z saat ini tidak selalu mudah. Kebutuhan hidup semakin banyak, sementara kondisi ekonomi juga membuat banyak anak muda harus lebih berhati-hati dalam mengatur uang. Di sisi lain, keinginan untuk menikmati hidup seperti self-reward, healing, atau mengikuti gaya hidup tertentu juga tetap ada.

Dilansir dari Kompas.com, lebih dari 48 persen Gen Z mengaku belum merasa aman secara finansial. Walaupun begitu, pengeluaran untuk self-reward dan healing masih menjadi bagian dari kehidupan mereka. Hal tersebut dianggap sebagai salah satu cara untuk menjaga mood dan membuat diri merasa lebih baik.

Masalahnya, keinginan untuk menikmati hidup terkadang membuat seseorang semakin mudah mengikuti berbagai tren. Apalagi media sosial setiap hari menampilkan gaya hidup yang terlihat menyenangkan. Dari sana muncul keinginan untuk ikut mencoba, membeli, atau memiliki sesuatu yang sedang ramai, meskipun sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.

Akhirnya, persoalannya bukan hanya soal bagaimana Gen Z mengatur uang. Ada hal lain yang juga perlu diperhatikan, yaitu bagaimana seseorang memandang kebahagiaan. Jika bahagia selalu dikaitkan dengan membeli sesuatu, jalan-jalan, atau mendapatkan kesenangan baru, seseorang bisa terus merasa kurang karena selalu ada hal lain yang ingin dimiliki.

Keadaan seperti ini juga tidak bisa dilepaskan dari sistem kapitalisme dan sekuler liberal yang berkembang saat ini. Biaya hidup terus meningkat, sementara pemenuhan kebutuhan masyarakat belum sepenuhnya menjadi tanggung jawab negara. Di saat yang sama, budaya konsumtif terus berkembang dan membuat kesenangan seolah menjadi bagian penting dari kehidupan.

Islam memiliki pandangan yang berbeda. Kebahagiaan seorang Muslim tidak diukur dari banyaknya harta atau seberapa jauh seseorang bisa mengikuti tren. Kebahagiaan seharusnya diperoleh dengan menjalani hidup sesuai dengan aturan Allah. Allah SWT berfirman dalam QS. Adz-Dzariyat ayat 56 bahwa manusia diciptakan untuk beribadah kepada-Nya.

Dengan memahami tujuan hidup tersebut, seorang Muslim tidak akan mudah menjadikan kesenangan dunia sebagai tujuan utama. Materi tetap boleh dinikmati, tetapi bukan menjadi ukuran utama kebahagiaan. Generasi muda juga akan lebih mampu menentukan pilihan tanpa harus selalu mengikuti apa yang sedang ramai di media sosial.

Selain itu, negara juga memiliki peran dalam meringankan beban masyarakat. Negara seharusnya mampu memenuhi kebutuhan dasar rakyat, mengelola sumber daya alam dengan baik, serta menyediakan lapangan pekerjaan yang layak. Dengan begitu, anak muda tidak harus menghadapi berbagai tekanan ekonomi sendirian.

Jadi, persoalan yang dihadapi Gen Z bukan hanya tentang mengatur pengeluaran. Yang tidak kalah penting adalah memiliki pemahaman tentang tujuan hidup dan apa yang sebenarnya ingin dicapai. Dengan Islam, generasi muda tidak hanya diarahkan untuk mengejar kesenangan, tetapi juga memiliki tujuan hidup yang jelas dan sesuai dengan perintah Allah.

Wallahu a'lam bish-shawab.
×
Berita Terbaru Update