Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Salah Ucap Teks Pidato Presiden, Upah Kupas Bawang Rp 700.000-,/kg. Sorotan Era Kapitalis

Sunday, August 16, 2026 | August 16, 2026 WIB Last Updated 2026-08-16T03:46:56Z

Oleh : Nina Iryani, S.Pd

Potongan video pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026) memicu perbincangan hangat di media sosial. Sorotan publik mengemuka setelah Presiden diduga mengalami kekeliruan pengucapan atau keseleo lidah terkait nominal upah buruh harian pengupas bawang saat mengenalkan penerima bantuan sosial.

Dalam pidatonya, Prabowo memperkenalkan seorang buruh harian asal Kabupaten Bogor bernama Susanah yang hadir langsung di lokasi sidang. Presiden menyampaikan bahwa Susanah bekerja mengupas bawang dan mengandalkan bantuan pemerintah untuk menyokong pendidikan anak-anaknya.

"Hari ini, hadir bersama kita Ibu Susanah dari Kabupaten Bogor. Ia bekerja sebagai buruh harian, mengupas bawang dengan upah Rp700.000 per kilogram. Program Keluarga Harapan dan program sembako membantu menjaga pendidikan anak-anaknya," kata Prabowo saat mengenalkan sosok tersebut di hadapan anggota parlemen.

Pernyataan nominal Rp700 ribu per kilogram tersebut langsung menyedot perhatian warganet usai cuplikan videonya diunggah ulang oleh penceramah Hilmi Firdausi melalui akun media sosialnya. Pria yang akrab disapa Gus Hilmi itu menyertakan tanggapan bernada sindiran atas angka upah yang dinilai tidak rasional jika dibandingkan dengan harga pasaran komoditas bawang itu sendiri.

"Saya khawatir guru dan para Nakes akan alih profesi jadi pengupas bawang yg digaji 700rb/Kg," tulis Hilmi Firdausi dalam unggahannya.

Unggahan tersebut lantas dibanjiri beragam respons dari masyarakat dan warganet. Publik mempertanyakan validitas data yang disampaikan, mengingat harga eceran bawang merah maupun bawang putih di tingkat konsumen umumnya berkisar di puluhan ribu rupiah per kilogram.

Besaran upah pengupasan sebesar Rp700 ribu dianggap sangat timpang dengan kalkulasi ekonomi pemilik usaha maupun harga jual komoditas di lapangan. Ada juga netizen yang uisl menghitung pendapatan Susanah per bulan. "Upah dia 700.000/kilogram, kalo bisa 10 kilo sehari dapat 7 jt, sebulan berarti 210 juta rupiah," kata @LambeSahamjja.

Sejumlah warganet turut berseloroh berniat berganti profesi menjadi buruh pengupas bawang jika tarif tersebut benar adanya. "Buruh harian kupas bawang upah Rp700.000 per kilogram. Berarti kalo sehari kupas 10kg dapet 7 juta, perbulan 210 juta, P!! Info loker kupas bawang plis," kata akun @Jakartalk.

Di samping tanggapan humoris, warganet mengimbau agar tim penyusun materi pidato serta jembatan informasi di lingkungan kepresidenan lebih teliti melakukan verifikasi data sebelum disampaikan dalam forum resmi kenegaraan. Berdasarkan naskah teks pidato resmi Presiden, angka yang dimaksudkan dalam naskah tertulis sejatinya adalah Rp700 (tujuh ratus rupiah) per kilogram, bukan Rp700 ribu. Perbedaan ucapan lisan dengan naskah tertulis ini yang memicu spekulasi keseleo lidah saat ucapan tersebut disampaikan secara langsung di podium.

Allah SWT berfirman:

وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اِنِّيْ جَاعِلٌ فِى الْاَرْضِ خَلِيْفَةً ۗ قَالُوْٓا اَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُّفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاۤءَۚ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۗ قَالَ اِنِّيْٓ اَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ ٣٠

Artinya: "(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, "Aku hendak menjadikan khalifah di bumi." Mereka berkata, "Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?" Dia berfirman, "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.""
(TQS. Al Baqarah ayat 30)

Allah SWT berfirman:

يٰدَاوٗدُ اِنَّا جَعَلْنٰكَ خَلِيْفَةً فِى الْاَرْضِ فَاحْكُمْ بَيْنَ النَّاسِ بِالْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعِ الْهَوٰى فَيُضِلَّكَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَضِلُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيْدٌ ۢبِمَا نَسُوْا يَوْمَ الْحِسَابِ ࣖ ٢٦

Artinya: "(Allah berfirman,) "Wahai Daud, sesungguhnya Kami menjadikanmu khalifah (penguasa) di bumi. Maka, berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan hak dan janganlah mengikuti hawa nafsu karena akan menyesatkan engkau dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari Perhitungan.""
(TQS. Shad ayat 26).

Allah SWT berfirman:

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ لِنْتَ لَهُمْ ۚ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيْظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوْا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى الْاَمْرِۚ فَاِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِيْنَ ١٥٩

Artinya: "Maka, berkat rahmat Allah engkau (Nabi Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Seandainya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka akan menjauh dari sekitarmu. Oleh karena itu, maafkanlah mereka, mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam segala urusan (penting). Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal."
(TQS. Ali Imran ayat 159)

Rasulullah SAW bersabda, 

"Kalian semuanya pemimpin (pemelihara) dan bertanggung jawab terhadap rakyatnya. Seorang raja adalah pemimpin bagi rakyanya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya. Seorang suami memimpin keluarganya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya. Seorang ibu memimpin rumah suaminya dan anak-anaknya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya. Seorang hamba (buruh) pemimpin harta milik majikannya akan ditanya tentang pemeliharaannya. Camkan bahwa kalian semua adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawaban tentang kepemimpinannya." 
(HR Bukhari)

Rasulullah SAW bersabda,

"Siapa yang taat kepadaku maka berarti taat kepada Allah, dan siapa yang maksiat kepadaku berarti maksiat kepada Allah, dan siapa yang taat kepada pimpinan yang aku angkat, berarti taat kepadaku, dan siapa melanggar pemimpin yang aku angkat, berarti melanggar aturanku." 
(HR Bukhari).

Rasulullah SAW bersabda,

"Patuh dan taat itu (pada pemimpin) adalah wajib bagi seseorang dalam hal apa yang ia suka atau benci, selama tidak diperintah berbuat maksiat. Jika diperintah maksiat, maka tidak wajib patuh dan taat." 
(HR Bukhari).

Beginilah hidup di masa kapitalis sekuler yang begitu mendengar pekerjaan lebih ringan dengan gaji fantastis menggiurkan dan tertarik  saking sulit nya menemukan pekerjaan sederhana dengan gaji besar. Bagaimana tidak, di era sekuler mencari pekerjaan tidak mudah, sedangkan biaya hidup mahal. Belum lagi tanggungan keluarga sandang, pangan dan papan. Tingginya angka pengangguran, melonjaknya berbagai harga serta krisis nya ekonomi di berbagai tempat.

Diserahkannya sumber daya alam, baik yang dapat diperbaharui maupun yang tidak dapat diperbaharui pada asing dan aseng, dijualnya sejumlah pulau, gunung dan lain-lain di Indonesia menambah derita rakyat. 

Begitu salah ucap pemimpin kita atas upah seorang pengupas bawang yang ternyata salah ucap tentu makin menyakitkan hati rakyat. 

Harusnya lapangan pekerjaan dipermudah, korupsi di usut tuntas hingga ke akar-akarnya dihukum setimpal sehingga uang berputar bukan hanya dikalangan pejabat dan kalangan elit saja. Kelola sumber daya alam dengan bijak oleh negara sendiri yang hasilnya digunakan seutuhnya untuk kepentingan rakyat. Dan segala masalah yang melilit kita semua akan tuntas hanya dengan penerapan Islam kaffah. Sistem yang pernah diterapkan Rasulullah SAW dan para sahabat yang sudah jelas sejahteranya bagi seluruh umat baik muslim maupun non muslim sedunia. Maka sudah saatnya sistem sekarang diganti dengan sistem Islam kaffah yang sejahtera nya dunia akhirat.

Oleh sebab itu mari:

1. Belajar sungguh-sungguh terutama ilmu agama Islam kaffah.
2. Dakwah jamaah pada keluarga, masyarakat dan negara agar Islam kaffah diterapkan kembali seperti masa Rasulullah SAW.
3. Berjuang hingga kita semua bahagia dunia akhirat.

Wallahu 'alam bissawab
×
Berita Terbaru Update