Nusantaranews.net, Batusangkar — Komitmen melestarikan adat dan budaya Minangkabau mendapat dukungan kuat dari Wakil Ketua DPRD Tanah Datar, Nurhamdi Zahari, S.H., S.I.Kom., yang bergelar adat Dt. Indo Marajo Nan Bapayuang Ameh.
Sebagai unsur pimpinan DPRD sekaligus pemangku adat, Nurhamdi menilai kegiatan lomba pidato adat atau alua pasambahan memiliki arti penting dalam menjaga keberlangsungan nilai-nilai adat di Luhak Nan Tuo. Ia pun mendorong agar kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata, tetapi terus dikembangkan sebagai ruang pembelajaran bagi generasi muda.
Dukungan itu disampaikan Nurhamdi saat menghadiri lomba pidato adat alua pasambahan yang digelar LKAAM Kabupaten Tanah Datar dan dibuka Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly, Kamis (6/8/2026), di Balai Adat Tantejo Gurhano Batusangkar.
Menurut Nurhamdi, meningkatnya jumlah peserta menjadi tanda bahwa generasi muda masih memiliki ketertarikan terhadap adat dan budaya Minangkabau. Tahun ini, lomba tersebut diikuti 24 grup dari berbagai kecamatan se-Kabupaten Tanah Datar.
“Sebagai pemangku adat dan sebagai bagian dari lembaga legislatif daerah, kami mendukung sepenuhnya kegiatan seperti ini. Kita berharap lomba alua pasambahan dapat dilaksanakan setiap tahun dan terus ditingkatkan,” ujar Nurhamdi.
Ia menegaskan, pelestarian adat tidak bisa hanya mengandalkan para tokoh adat. Generasi muda harus diberikan ruang untuk belajar, berlatih dan tampil, sehingga mereka memiliki pemahaman sekaligus kebanggaan terhadap adat dan budaya Minangkabau.
“Adat dan budaya adalah identitas kita. Karena itu, anak kemenakan harus diberikan kesempatan untuk mengenal dan mempelajarinya sejak dini. Jangan sampai perkembangan zaman membuat generasi muda kita kehilangan akar budayanya,” katanya.
Nurhamdi juga memberikan apresiasi kepada LKAAM Kabupaten Tanah Datar yang telah menggagas kegiatan tersebut. Menurutnya, langkah LKAAM menghadirkan generasi muda dalam kegiatan adat merupakan bagian dari upaya nyata menjaga warisan budaya di Luhak Nan Tuo.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, LKAAM, niniak mamak dan seluruh unsur masyarakat dapat terus diperkuat. Dengan demikian, pelestarian adat tidak hanya menjadi tanggung jawab pemangku adat, tetapi menjadi gerakan bersama masyarakat Tanah Datar.
Sementara itu, Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly mengapresiasi pelaksanaan lomba alua pasambahan tersebut. Ia menyebut pidato adat bukan sekadar rangkaian kata-kata, tetapi mengandung norma, etika, tata krama dan nilai kehidupan masyarakat Minangkabau.
“Pidato adat atau alua pasambahan memiliki peran sangat krusial dalam kebudayaan Minangkabau, bukan sekadar penyampaian kata-kata, namun bagian dari sistem kemasyarakatan, norma dan tata krama suku,” ujar Ahmad Fadly.
Ketua LKAAM Kabupaten Tanah Datar, H. Aresno Dt. Andomo, S.Ag., menyampaikan, pelaksanaan lomba tahun ini menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Jika sebelumnya hanya diikuti enam grup, tahun ini jumlahnya meningkat menjadi 24 grup dengan peserta berusia 16 hingga 21 tahun.
“Alhamdulillah antusias generasi muda Tanah Datar tahun ini sangat tinggi,” ujarnya.
Kegiatan tersebut sekaligus dirangkai dengan peluncuran buku memoar H. Aresno Dt. Andomo yang proses penyusunannya memakan waktu sekitar dua tahun.
Bagi Nurhamdi, tingginya partisipasi generasi muda dalam kegiatan tersebut merupakan modal penting untuk memastikan adat Minangkabau tetap hidup di tengah perubahan zaman.
Dukungan Wakil Ketua DPRD Tanah Datar tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa pelestarian adat bukan sekadar menjaga tradisi masa lalu, tetapi menyiapkan generasi penerus agar tetap mengenal jati diri dan nilai-nilai yang diwariskan para pendahulu di Luhak Nan Tuo. (Ads)
