Oleh Isma Humaira
Ibu Rumah Tangga
Sesungguhnya derita Gaza belum sirna. Akan tetapi, karena berbagai persoalan yang melanda kaum muslim, persoalan Gaza seperti tenggelam dan dilupakan.
Padahal sejak serangan jihad yang dilancarkan Hamas ke wilayah jajahan Israel
pada 7 Oktober 2023, zionis Yahudi terus
melakukan serangkaian serangan brutal
ke kawasan Gaza. Hingga tulisan ini
dibuat, korban dikalangan penduduk Gaza terus meningkat. Situs berita Al-
Jazeera pada awal Agustus ini melaporkan jumlah korban di Gaza sudah mencapai lebih dari 73 ribu orang dengan lebih
dari 174 ribu lainnya mengalami luka-luka.
Genosida melalui operasi militer Yahudi adalah kejahatan sistematis. Semua ini tergambar dalam operasi militer yang
dilakukan zionis Yahudi terhadap penduduk Gaza. Militer Yahudi secara sengaja
menyasar penduduk sipil termasuk anak-
anak, perempuan, lansia bahkan warga
disabilitas.
Derita Gaza yang terus berjalan makin menguak keberadaan Board Of Peace
(BOP) yang tidak berguna. Sama sekali
tidak ada tindakan apa pun dari BOP
terhadap Israel yang terus melakukan
genosida dan pencaplokan wilayah Gaza.
Padahal di antara poin penting kehadiran
BOP, seperti rancangan Donald Trump, adalah menjadikan Gaza sebagai kawas
an zona deradikalisasi dan bebas teror. Kalau sudah seperti ini, apa artinya kehadiran Indonesia dan negeri-negeri Muslim
lainnya didalam BOP? Bukankah seharusnya mereka wajib membela kehormatan,
harta dan darah sesama kaum muslim?
Seandainya saja para pemimpin Dunia Islam bersatu menjatuhkan sanksi, embargo dan blokade terhadap zionis Yahudi
tersebut, maka dalam waktu sekejap
negara itu akan hancur. Hanya saja, semua tidak pernah dilakukan oleh para
pemimpin tersebut. Mereka malah menjadi sekutu Israel dan induk semangnya,
Amerika Serikat.
Seharusnya kaum muslim menjadikan Islam sebagai sudut pandang dan solusi
untuk semua persoalan, termasuk dalam
krisis di Gaza. Sebabnya, keimanan pada
Islam mengharuskan setiap muslim untuk
selalu terikat dengan hukum-hukum syariah. Mereka seharusnya yakin bahwa hanya Islam satu-satunya jalan keluar dari berbagai krisis.
Terkait genosida di Gaza, sungguh telah jelas perintah Allah Swt. sebagai satu-
satunya solusi, adalah jihad untuk memerangi zionis Yahudi dan mengusir mereka
dari tanah Palestina. Al-Quran telah memerintahkan jihad defensif (jihad difaa’i)
atas setiap invasi musuh yang ditujukan
pada negeri-negeri muslim. Allah Swt. berfirman:
"Siapa saja yang menyerang kalian, seranglah ia secara seimbang dengan serangannya terhadapkalian." (TQS al-Baqarah
[2]: 194)
Allah Swt. juga memerintahkan untuk mengusir siapa pun yang telah mengusir
kaum Muslim:
"Perangilah mereka di mana saja kalian menjumpai mereka dan usirlah mereka
dari tempat mereka telah mengusir kalian."
(TQS al-Baqarah [2]: 191)
Karena itu sungguh telah berdosa kaum muslim, terutama para penguasa mereka yang berdiam diri dan tidak menggerakkan jihad untuk memerangi dan mengusir
entitas Yahudi dari tanah Palestina. Haram pula membuka hubungan diplomatik
dengan zionis Yahudi, termasuk bergabung dengan BOP, yang menjadi sarana
mengokohkan Israel.
Para pemimpin negara Islam harus diseru agar mengerahkan pasukan untuk berjihad fi sabilill
ah mengusir Israel. Karena wajib bagi para pemimpin Dunia Islam untuk membebaskan
tanah Palestina dengan kekuatan militer. Sungguh mereka akan menghadap Allah Swt. dengan hisab yang amat keras atas sikap diam atau membatasi diri hanya
dengan retorika kosong. Mereka akan
dimintai pertanggungjawaban atas setiap
darah muslim yang tumpah di sana.
Padahal mereka mempunyai kekuasaan dan kekuatan untuk menghentikan genosida di Gaza.
Ya Allah, kami telah menyampaikan! Saksikanlah!
Wallahua a'lam bish shawab.
.jpg)