Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

BARA HEIGHT, Inovasi Mahasiswa KKN Unhas untuk Mendukung Pengukuran di Posyandu Bara Batu

Saturday, August 15, 2026 | August 15, 2026 WIB Last Updated 2026-08-15T10:43:56Z
BARA HEIGHT, Inovasi Mahasiswa KKN Unhas untuk Mendukung Pengukuran di Posyandu Bara Batu

NUSANTARANEWS.NET, Bara Batu – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin Gelombang 116 menghadirkan inovasi teknologi tepat guna BARA HEIGHT, alat pengukur tinggi badan digital yang dirancang untuk mendukung kegiatan Posyandu di Desa Bara Batu, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sabtu (8/8/2026).

BARA HEIGHT menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN-T 116 dalam memanfaatkan teknologi sederhana untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Alat ini dikembangkan untuk membantu kader Posyandu melakukan pengukuran tinggi badan secara lebih praktis, sekaligus mempermudah pembacaan hasil pengukuran.

Inovasi tersebut dibuat dengan memanfaatkan Arduino Uno, sensor ultrasonik HC-SR04, dan LCD I2C 16×2. Sensor ultrasonik berfungsi membaca jarak antara sensor dan kepala pengguna, kemudian data tersebut diproses oleh Arduino untuk menentukan tinggi badan dan menampilkannya secara langsung pada layar LCD.

Proses pembuatan BARA HEIGHT dilakukan secara bertahap, mulai dari perancangan konsep, pemilihan komponen, perakitan rangkaian, pemrograman, hingga pengujian. Mahasiswa melakukan sejumlah penyesuaian agar alat dapat bekerja secara sederhana dan mudah digunakan dalam kegiatan Posyandu.

Untuk memperoleh hasil pengukuran yang lebih stabil, sistem dirancang melakukan 10 kali pembacaan sensor dan mengambil nilai rata-ratanya. Hasil pengukuran kemudian ditampilkan dalam satuan sentimeter pada LCD.


Cara penggunaan alat juga dibuat sederhana. Pengguna cukup berdiri pada posisi yang telah ditentukan di bawah sensor. HC-SR04 kemudian membaca jarak ke kepala pengguna, sementara Arduino mengolah data tersebut menjadi nilai tinggi badan.

Kepala Desa Bara Batu, Haris, S.I.Kom, menyambut baik kehadiran inovasi yang dikembangkan mahasiswa KKN-T 116 tersebut. Menurutnya, BARA HEIGHT merupakan inovasi yang memiliki nilai manfaat karena menggabungkan teknologi dengan kebutuhan pelayanan masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi inovasi yang dibuat mahasiswa KKN Unhas. BARA HEIGHT ini menjadi salah satu inovasi pertama di Kecamatan Labakkang yang kami lihat memanfaatkan teknologi digital untuk membantu proses pengukuran tinggi badan di Posyandu. Kami berharap alat ini tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan KKN, tetapi dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan untuk masyarakat,” ujar Haris.

Menurut Haris, kehadiran inovasi tersebut juga menunjukkan bahwa mahasiswa KKN tidak hanya menjalankan kegiatan sosial, tetapi mampu menghadirkan gagasan yang dapat memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat.

Pengembangan BARA HEIGHT sekaligus menjadi pengalaman bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu elektronika dan mikrokontroler ke dalam kebutuhan nyata di lapangan. Proses mulai dari perancangan hingga pengujian dilakukan secara langsung oleh mahasiswa dengan menyesuaikan teknologi yang digunakan dengan kebutuhan pengguna.

Selain menghasilkan perangkat, mahasiswa juga merancang sistem agar hasil pengukuran dapat langsung terlihat pada layar. Dengan demikian, kader Posyandu tidak perlu melakukan pembacaan skala secara manual ketika menggunakan alat.

Kehadiran BARA HEIGHT diharapkan dapat membantu kader Posyandu dalam melakukan pengukuran tinggi badan secara lebih praktis, khususnya dalam kegiatan pemantauan pertumbuhan anak. Inovasi tersebut juga menjadi bentuk upaya mahasiswa KKN-T 116 untuk menghadirkan teknologi yang sederhana namun memiliki manfaat nyata bagi masyarakat.

Ke depan, BARA HEIGHT masih terbuka untuk dikembangkan, baik dari sisi akurasi, desain, maupun fitur pendukung lainnya. Pengembangan tersebut diharapkan dapat membuat alat semakin mudah digunakan dan mampu menjawab kebutuhan Posyandu secara berkelanjutan.

Melalui BARA HEIGHT, mahasiswa KKN-T 116 Universitas Hasanuddin menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat berjalan berdampingan dengan inovasi teknologi. Dari sebuah kebutuhan sederhana di Posyandu, lahir sebuah karya yang diharapkan dapat memberikan manfaat dan menjadi langkah awal bagi pengembangan teknologi tepat guna di Desa Bara Batu dan Kecamatan Labakkang.
×
Berita Terbaru Update