Oleh
Renia Ningsih Razak (Pegiat Literasi)
Kondisi Gaza-Palestina dari hari ke hari sungguh sangat memprihatinkan. Kita bisa melihat dari berbagai media sosial, pasukan Zionis Israel masih menembaki orang dewasa, anak-anak, bahkan warga lanjut usia (Lansia). Tak luput juga tenaga medis, guru, reporter dan profesi vital lainnya dibombardir.
Dilansir dari Republika.Co.Id (23/7/2026), Militer Israel terus memperluas kendalinya di Jalur Gaza hingga ratusan meter melampaui apa yang disebut sebagai "Garis Kuning". Ini meningkatkan wilayah di bawah kendalinya menjadi sekitar 65 persen dari total wilayah Jalur Gaza.
Perintah dari pimpinan Israel mendorong peningkatan penguasaan wilayah militer di Gaza hingga mencapai sekitar 70 persen. Operasi militer yang terus berlangsung memicu pengungsian berlang bagi warga sipil di berbagai wilayah Gaza.
Untuk diketahui, Israel melanjutkan perampasan ribuan meter persegi tanah warga Palestina di berbagai provinsi seperti Nablus untuk perluasan zona penyangga dan pemukinan. Pemerintah Israel mendatangkan kembali warga dan menghuni pemukiman (seperti Ganim) yang sebelumnya sempit dikosongkan dua dekade lalu di Tep Barat.
Akar Masalah
Sungguh perbuatan Zionis Israel tersebut sangatlah keji dan tidak mempunyai hati nurani. Mereka terus menerus melakukan tindakan kekerasan, penembakan, pemboman dan tindakan asusila lainnya. Menghancurkan rumah-rumah warga, masjid, kampus, rumah sakit dan bangunan lainnya. Bahkan kita melihat melalui berbagai media sosial (Medsos), Zionis Israel ternyata telah membangun perbatasan untuk memperluas wilayah yang ditempati oleh masyarakat Gaza untuk menjadi milik Zionis Israel tersebut.
Mereka telah menggeser hampir 65 persen batas wilayah Gaza. Hal tersebut telah melampaui yang disebut ' garis kuning', sebab mereka tak pernah merasa puas dengan apa yang mereka miliki sekarang, sehingga mereka terus saja mencari celah untuk menguasai wilayah Gaza dengan berbagai macam cara.
Lantas, bagaimana komitmen dari negeri-negeri muslim yang masuk dalam Board of Peace (BoP), seperti faktanya tidak ada tindakan apa pun. Padahal genosida dan pencaplokan wilayah telah nyata terjadi di depan mata.
Pandangan Islam
Dalam Islam, sungguh perbuatan yang telah dilakukan Zionis israel bukanlah hal yang terpuji, melainkan sikap mereka itu mencerminkan akhlak dan adab yang sangat tercela. Mereka tega membunuh anak-anak yang tidak berdosa, para remaja, dewasa bahkan lansia yang sangat berpegang teguh terhadap islam.
Seharusnya kita sebagai kaum muslim yang ada di berbagai negara sejatinya bersatu untuk melawan Zionis Israel tersebut, karena mereka telah nyata-nyata menumphkan darah kaum muslim dan hal tersebut merupakan pelanggaran syariat Islam.
Idealnya kaum muslim membawa semua pasukan militer yang ada di berbagai negara untuk bersatu melawan Zionis tersebut, tentunya dibawah bendera khilafah untuk melawan para musuh-musuh islam termasuk negara adidaya yang mendukung pasukan mereka selama ini.
Pasukan jihad untuk menghentikan genosida Gaza sebagaimana firman Allah swt,’’Siapa saja yang menyerang kalian, seranglah ia secara seimbang dengan serangannya terhadap kalian’’ (QS Al Baqarah : 194).
Semoga kita semua tetap mendoakan saudara-sudara kita di Palestina, agar pertolongan Allah melalui tegaknya Khilafah segera terwujud. Dengan begitu pasukan jihad fii sabilillah akan menghancurkan pasukan Zionis Israel yang selama ini menumpahkan darah kaum muslim. Wallahu’alam bishowab.
