Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Bebaskan Anak-anak Palestina Dengan Jihad Dan Khilafah

Saturday, August 29, 2026 | August 29, 2026 WIB Last Updated 2026-08-29T13:51:04Z



Dartem.

Menyusul aksi brutal tentara dan pemukim Israel di Tepi Barat belakangan ini, Wakil Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah, Ramiz Alakbarov, menyampaikan peringatan soal potensi ledakan konflik. Alakbarov menyatakan dalam pidatonya, hadapan Dewan Keamanan PBB (DK PBB) mengenai Timur Tengah, termasuk isu Palestina bahwa sebanyak 76 warga Palestina syahid di Tepi Barat termasuk 18 anak di bawah umur sepanjang tahun 2026,REPUBLIKA.com(12/8/2026)

Serangan-serangan itu terang-terangan dilakukan di wilayah yang diakui komunitas internasional sebagai wilayah Palestina.
Padahal, Anak-anak di Tepi Barat juga mempunyai hak yang sama seperti anak-anak ditempat lain dimana pun.

Sungguh, kejahatan zio*is telah melampaui batas dan membuat geram. Sejak genosida Oktober 2023 sudah ribuan nyawa yang melayang. Korban bukan saja orang dewasa, tapi juga anak-anak yang tak berdosa. 
Kekejaman zio*Is bukan hanya menghilangkan nyawa, tapi juga menimbulkan trauma yang mendalam yang dirasakan oleh anak-anak Gaza yang masih hidup. Bayangkan, ratusan ribu anak-anak Palestina menderita fisik dan juga mental yang begitu parah akibat kekejaman Zio*nis laknatulllah. Bukan hanya itu, bantuan kemanusiaan yang datang dari berbagai negara pun di blokade.
Padahal mereka sangat membutuhkan makanan, obat-obatan dan akses kesehatan untuk bertahan hidup. 


Mereka tidak merasakan ketenangan hidup, selalu dalam ketakutan, dan tidak ada rasa aman. Terlebih lagi, jika anak-anak tersebut juga kehilangan kedua orangtunya. Kondisi itu sangat memprihatikan bagi setiap orang yang melihatnya. Sedih melihat anak-anak yang seharusnya bisa menikmati hidup seperti halnya anak-anak yang lain. Namun anak-anak di Gaza tidak bisa menikmatinya

Sementara itu, teror sengaja terus ditingkatkan, perampasan, pengusiran, serangan terus menerus, dan genosida dalam senyap terus dilakukan demi menguasai Tepi Barat seperti halnya menguasai Gaza. Genosida yang terus dilakukan oleh Zio*nis laknatulllah telah meninggalkan luka yang dirasakan kaum muslim sedunia. Gilanya lagi, kelaparan dijadikan senjata yang mematikan oleh Zio*nis untuk membantai anak-anak yang tak berdosa. 

Oleh karena itu, kejahatan yang dilakukan terhadap anak-anak Palestina harus dilawan. Umat tidak boleh diam atas perbuatan Zio*nis yang menjijikan tersebut. Namun sayang, penguasa negeri muslim masih bungkam, kecuali hanya sekedar mengecam. Padahal mereka punya kekuasaan, otoritas dan sumber daya alam yang besar. 

Mirisnya lagi, pemimpin negeri ini justru bergabung ke dalam Board of piece yang tidak ada hasilnya samasekali. Sementara rakyat Palestina terus dibombardir ditengah gencatan senjata dan seruan perdamaian. Keangkuhan AS dan Zio*is tidak mempan dibendung oleh gencatan senjata, bahkan mereka semakin brutal. 

Sungguh sangat disayangkan, semua penguasa negeri muslim sudah tidak punya empati dan mati rasa. Ikatan akidah hilang dari dada kaum muslim terutama para penguasanya. Sementara darah anak-anak Gaza terus mengalir tanpa ada perlawanan.
Diamnya penguasa negeri muslim adalah pengkhianatan terhadap kaum muslim di Palestina. Dan itulah bentuk kedzaliman yang nyata. Begitulah kondisinya, sekat-sekat nasionalisme telah menjadikan kaum muslim tercerai berai dan tidak punya kekuatan. Sehingga tidak mampu melindungi anak-anak Palestina dan semua korban genosida yang dilakukan zi*nis 

Sementara itu, didalam Islam, anak-anak adalah generasi yang harus diperhatikan dan dilindungi dari berbagai bentuk kejahatan. Islam melindungi nyawa setiap manusia, bukan hanya anak-anak. Islam tidak membolehkan membunuh manusia tanpa hak. Setiap nyawa manusia sangat berharga dan wajib dilindungi. 

Oleh karena itu, kaum muslim harus lantang bersuara, tidak boleh diam agar anak-anak Palestina tidak terus menjadi korban genosida. Persatuan umat harus terbentuk dengan menghilangkan sekat nasionalisme yang sempit. Sehingga ukhuwah tidak sebatas pada solidaritas dan kemanusiaan, tapi lebih kepada persatuan umat dengan ikatan akidah Islam. Itulah ikatan shahih yang akan mampu menyatukan seluruh umat muslim. Dengan bersatu, maka akan mampu mengusir penjajah zi*nis dari tanah Palestina.

Walhasil, solusi untuk membebaskan anak-anak Palestina adalah dengan jihad dan Khilafah. Jangan tertipu dengan perjanjian damai dan berbagai diplomasi palsu yang ditawarkan barat. Karena sudah terbukti, berbagai cara dilakukan dengan tujuan perdamaian nyatanya hasilnya nol.

Hanya dengan komando seorang Khalifah, jihad bisa dilakukan untuk melawan Zio*is laknatulllah. Dengan jihad itu pula, anak-anak Palestina akan bisa merasakan hidup tenang dan bahagia seperti halnya anak-anak lainnya. Namun, untuk bisa mewujudkan hal tersebut, perlu adanya dakwah pada masyarakat yang dilakukan oleh partai politik ideologi. Tujuannya adalah agar umat paham akan pentingnya negara Islam yang akan menyatukan seluruh umat muslim didunia. Karena tanpa adanya KHILAFAH, maka jihad tidak akan bisa dilakukan.

Wallahu a'lam bishawab
×
Berita Terbaru Update