Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Peringatan Nuzulul Qur'an, Membumikan Al Qur'an dalam Setiap Sendi Kehidupan

Wednesday, March 19, 2025 | March 19, 2025 WIB Last Updated 2025-03-18T22:41:04Z




Oleh Afifatur Rahmah 

Penulis buku & Pengiat literasi


Peringatan Nuzulul Qur'an disambut antusias oleh masyarakat khususnya di Indonesia. Tak hanya masyarakat lapisan bawah, tapi para Pejabat Negara pun antusias memperingati dengan berbagai cara. Bahkan Kementerian Agama mengelar program Indonesia khataman Qur'an, pada 16 Ramadan 1446H. Bertarger 350 ribu khataman. Pesertanya terdiri dari beragam unsur, seperti Pesantren, madrasah, Badan Kesejahteraan Remaja Masjid, KUA, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an, Majlis ta'lim hingga masyarakat umum. Program tersebut patut diapresiasi. Namun, harapannya bukan sekadar seremonial belaka yang hanya diperingati setiap tahun tapi tidak membekas. Pasalnya, Al Qur'an diturunkan Allah pada Rasulullah saw. bukan sekadar untuk dibaca dan dihafalkan tapi juga sebagai pedoman hidup di dunia dan akhirat.

Allah SWT berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya." (QS. An Nisa: 59).

Rasulullah saw. bahkan berwasiat Al Qur'an agar kita tidak tersesat dan selamat dunia akhirat. Rasulullah saw. bersabda, "Aku tinggalkan kepadamu sekalian dua perkara. Apabila kamu berpegang teguh kepada dua perkara tersebut, niscaya kamu tidak akan tersesat selamanya. Kedua perkara tersebut, yaitu Kitabullah (Al-Qur'an) dan sunnah rasul (hadis)." (HR Bukhari dan Muslim).

Praktis, Al Qur'an harus diterapkan dalam setiap sendi kehidupan secara totalitas sebagai sumber hukum. Bukan hanya dipilih dalam bab ibadah atau akhlak saja tapi harus menyeluruh (kaffah).

Allah SWT berfirman, "Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah syaitan. Sungguh ia musuh yang nyata bagimu." ( QS. Al Baqarah: 208).

Ironisnya, saat ini ajaran Islam hanya ada di serambi-serambi masjid, di bab pernikahan, akhlak dan tataran individu semata. Namun, dalam sistem masyarakat dan Negara Al Qur'an dicampakkan. Mirisnya, justru aturan manusia yang dijadikan undang-undang. Walhasil, kesejahteraan dan keadilan tidak merata karena hanya berazas manfaat dan  ambisi dari kelompok tertentu. Masyarakat makin sengsara menjadi tumbal politik dan keserakahan para pejabat dan oligarki karena peraturan yang diterapkan didominasi hawa nafsu dan haus materi semata.

Padahal, jika kita kembali kepada Islam dan memakai undang-undang dan syariat Allah yang tertuang dalam Al Qur'an, hadist, ijma' sahabat dan qiyas. Masyarakat akan adil makmur, sejahtera dan  Islam Rahmatan Lil Alamiin bisa terwujud di muka bumi.

Allah SWT berfirman, "Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya". (QS. Al-A'raf: 96). 

Wallahualam bissawab

×
Berita Terbaru Update