Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Minyak Kita Tak Sesuai Takaran, RakyatBertambah Beban

Wednesday, March 12, 2025 | Wednesday, March 12, 2025 WIB

Minyak Kita Tak Sesuai Takaran, RakyatBertambah Beban

Oleh : Picomm 

(Aktivis Muslimah)


Dikutip dari media online Antara

bahwa Satgas Pangan Polrimenyelidiki temuan adanya minyak goreng kemasan bermerek MinyaKita yang dijual

di pasaran tidak sesuai dengan takaran yang disebutkan oleh produsen pada labelkemasan. Sebelumnya, Sabtu (8/3),

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak kePasar Lenteng Agung, Jakarta Selatan, untuk memeriksa kabar soal MinyaKita yang

tidak sesuai dengan takaran.

Dalam inspeksi tersebut, ditemukan minyak gorengkemasan dengan merek MinyaKita yang tidak sesuai dengan aturan dan di atas

harga eceran tertinggi (HET). Minyak tersebut diproduksi oleh PT Artha EkaGlobal Asia, Koperasi Produsen UMKM Kelompok Terpadu Nusantara, dan PT Tunas

Agro Indolestari.


Nampaknya tahun 2025 ini penuh dengankejutan yang menyayat hati masyarakat. Bagaimana tidak, setelah rakyat di

kecewakan dengan adanya BBM oplosan, kita muncul kembali ke permukaan faktatentang produk minyak yang tidak sesuai dengan takaran. Yang menjadi pertanyaan

adalah kenapa produk minyak tersebut bisa lolos dan tersebar di pasaran ? 


Beginilah asas mafhum kapitalisme yangmenjunjung tinggi nilai materi. Sehingga yang di cari hanyalah keuntungan

sebesar-besarnya tanpa melihat apakah masyarakat terkena dampak atau tidak. Halini juga menunjukan betapa lemahnya Negara dalam mengawasi perusahaan yang

memproduksi barang. Peran Negara hanya sebagai penjamin bagi berjalan nyabisnis para korporat, sehingga tidak memperhatikan aktivitas distribusi. Maka tak

heran jika kita temukan banyak kecurangan demi kecurangan terjadi dan dilakukanoleh korporat. Bahkan Negara tidak bertindak tegas dalam memberi sanksi bagi

pelaku kecurangan ini. Lalu rakyat lagi yang menjadi korban. 


Kapitalisme memberikan kebebasan bagi para korporat untuk menjalankan bisnis nya, walau pun dengan menipu atau

berbuat curang, aslakan mendapat untung yang banyak, hal itu akan dilakukan. Dan beginilah corak Negara yang ber- ideology kapitalisme yaitu abai atas

kepengurusan nya terhadap rakyat. 


Namun berbeda dengan Islam, sebagaisebuah mabda yang sempurna, Islam akan melahirkan para penguasa yang

betul-betul mengurusi rakyat nya. Hubungan nya dengan rakyat bukanlah bisnis atau jual beli. Penguasa dalam Islam akan memastikan setiap individu rakyat

mendapatkan pemenuhan kebutuhan mendasarnnya secara merata. Islam mengelompokan berbagai kepemilikan, yaitu milik individu, milik umum dan miliki Negara. Termasuk

minyak, seharusnya menjadi kepemilikan umum yang dikelola oleh Negara, tidak boleh dimiliki oleh individu. Ketika kebutuhan mendasar seperti minyak ini

dikelola oleh Negara, maka Negara pun akan memastikan nya sampai ketangan-tangan umat dengan pengawasan ketat dari hulu hingga hilir. 


Diantara pencegahan kecurangan yang

dilakukan oleh Negara adalah dengan adanya qadhi hisbah yang akan melakukan inspeksi ke pasar-pasar. Jika ada yang berbuat curang maka qadhi hisbah akan memberi

sanksi yang tegas. Wallahu a’lam bii ashawwab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update