Oleh: Jumaisah
Setelah program pemberian kondom gratis kepada siswa diakhir tahun 2024 Kembali viral diawal tahun 2025 terkait tes kehamilan bagi siswi yang terjadi di SMA Sulthaan Baruna, Kecamatan Cikadu, Kabupaten Cianjur. Tes kehamilan tersebut merupakan program tahunan sekolah itu. Program tersebut dilaksanakan dengan tujuan mencegah perilaku seks bebas.
Dilansir dari Suara.com - Sebuah video yang menunjukkan sejumlah siswi SMA melakukan tes kehamilan di sekolah belakangan viral di media sosial. Dalam video viral tersebut diperlihatkan jika para siswi satu persatu masuk ke toilet untuk mengambil urine mereka dan di tes. Program siswi SMA tes kehamilan ini merupakan program tahunan sekolah tersebut. "program tahunan di sekolah kami, tes kehamilan pada siswi SMA," tulis dalam keterangan video.
Kebijakan tes kehamilan ini dianggap sebagai upaya untuk pencegahan seks bebas. Namun kebijakan ini menuai kontroversi dan kritik dari beberapa pihak. Menurut kemenkes mewajibkan siswi untuk menjalani tes kehamilan dapat berdampak pada kondisi psikologis mereka.
Langkah ini justru tidak menyelesaikan masalah sebagaimana tujuannya. Melakukan seks bebas tidak selamanya membuat pelakunya hamil. Justru kebijakan ini diambil tanpa melihat akar dari persoalan. Bukannya menyelesaikan persoalan malah menambah karena seolah-olah yang menjadi masalah adalah kehamilan diusia remaja bukan pada seks bebas nya. Padahal yang perlu diatasi adalah faktor-faktor penyebab kenapa remaja bisa terjerumus kedalam pergaulan bebas.
Pergaulan bebas bukan hanya dilakukan oleh siswi (perempuan) saja akan tetapi siswa (laki-laki) juga terlibat didalamnya, hanya saja kebijakan ini tidak berlaku bagi siswa. Akhirnya memberikan stigma negatif kepada perempuan bahwa merekalah satu-satunya yang harus bertanggungjawab atas pergaulan bebas.
Akar masalah
Pergaulan bebas dikalangan remaja memang sudah sangat kelewatan. Banyak factor yang meempengaruhi mengapa perilaku menyimpang itu masih saja terjadi. Lemahnya iman dan rendahnya memahaman agama menjadi factor utama. Tanpa pemahaman agama mereka akan sulit membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Mereka akan mudah terombang ambing mengikuti hawa nafsunya dan merasa tidak melakukan kesalahan karena tidak paham apa yang telah dilakukannya.
Kemudian peran keluarga juga sangat penting dalam membentuk karakter anak. Orangtua mungkin tidak ridho anaknya hamil tapi masih rela dan menyetujui jika anaknya pacaran. Bahkan tidak sedikit yang Ketika anaknya hamil orangtua tidak peduli dan membela perilaku anaknya. kurangnya Pendidikan moral dan agama sejak dini akibat abai dan terlalu sibuk untuk bekerja akhirnya anak terjerumus kedalam lingkungan yang salah. Belum lagi keluarga yang broken home menjadi salah satu alasan anak mengapa ia mencari kesenangan dan kebahagiaan diluar yang ternyata dapat membawanya kepada perilaku menyimpang.
Kurangnya control Masyarakat, Masyarakat individualisme yang mementingkan diri sendiri kerap tidak peduli dengan peristiwa penyimpangan yang ada disekitarnya. Merasa bukan urusannya dan bukan bagian keluarganya sehingga masa bodoh. Diperparah dengan negara yang seharusnya menjadi pelindung justru tidak melindungi. Kebijakan yang dibuat justru tidak memberikan efek bahkan cenderung semakin memperparah. Pemberian kondom gratis misalnya.
Sistem sekulerisme yang di adopsi oleh negara menjauhkan agama dari pengaturan kehidupan. Sehingga jika ada persoalan kehidupan negara enggan untuk mengambil Solusi dari konsep agama, tapi dengan percaya dirinya membuat aturan sendiri untuk menyelesaikannya. Padahal merekapun sadar tidak mampu untuk menyelesaikannya. Begitulah jika sistem batil yang diterapkan solusi yang dihasilkan pun batil.
Islam Solusi Tepat
Pergaulan bebas dikalangan remaja merupakan dampak dari tidak diterapkannya nilai-nilai agama dalam kehidupan. Tanpa agama manusia akan merasa bebas mengatur dirinya sendiri.
Dalam islam terdapat 3 pilar utama yang menyelesaikan problematika ummat.
Pertama, ketaatan individu. Islam menjamin pendidikan setiap individu. Pendidikan yang berbasis akidah akan menghasilkan individu yang bertaqwa yang akan mampu mengontrol dirinya dalam berprerilaku. Tahu mana yang baik dan buruk. Serta menjauhi segala perilaku yang dilarang oleh Allah swt.
Kedua, kontrol masyarakat. Dalam islam ummat diwajibkan melakukan amar ma’ruf nahi mungkar. Mencegah kemungkaran adalah suatu kewajiban bagi tiap individu dalam masyarakat. Sehingga moralitas remaja dapat terjaga .
Ketiga, negara yang menjamin pendidikan dan pengaturan sosial juga memiliki sanksi yang tegas jika melakukan pelanggaran termasuk pergaulan bebas. Sanksi yang diberikan memberikan efek jera bagi pelanggar syariat sehingga pelaku akan berpikir ulang jika akan mengulang perilaku yang sama. Oleh karena itu solusi tepat untuk mencegah pergaulan bebas adalah dengan menerapkan islam dalam kehidupan kita.
Wallahu ‘alam
