Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Menyoal Program Kemenkeu Mengajar ke-9

Thursday, October 24, 2024 | Thursday, October 24, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:36:06Z

Oleh: Sumiati

Beberapa waktu lalu tepatnya Rabu (9/10/2024), Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Jawa Barat mengadakan pers yang didalamnya menyampaikan terkait program yang akan dijalankan yaitu program Kemenkeu Mengajar ke-9 yang digelar serentak di seluruh Indonesia. Di Jawa Barat, tepatnya di Ciwidey Kabupaten Bandung program ini direalisasikan di 9(sembilan) sekolah, mulai dari tingkat SD, SMP, SMA hingga SLB yang ada di Ciwidey. Dilansir dari Sonora.id (Rabu, 9/10/2024).

Kepala Perwakilan Kemenkeu Jawa Barat, Kurniawan Nizar menyampaikan bahwa program ini memiliki peran penting dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Sehingga generasi muda memahami pentingnya keuangan negara. Dengan begitu mereka akan menjadi warga negara yang bertanggung jawab.

Program Kemenkeu Mengajar ini bermanfaat bagi para siswa sehingga mengedukasi dan memotivasi agar mereka semangat dalam belajar. Karena pendidikan merupakan kunci utama membangun peradaban bangsa dan menyukseskan agenda pembangunan nasional.

Memang benar generasi muda adalah pewaris peradaban, namun kalau melihat program Kemenkeu Mengajar ini, ini hanya bersifat edukatif namun kental akan politik. Terutama dalam meningkatkan warga negara agar disiplin membayar pajak. Generasi muda adalah sasarannya, agar kelak mereka menjadi warga negara yang baik yang taat dalam membayar pajak.

Karena generasi merupakan pewaris peradaban di masa yang akan datang tentu kepedulian mereka sangat dibutuhkan. Namun narasi tersebut justru akan membahayakan karena berasal dari sebuah sistem yang rusak yaitu sistem kapitalisme yang mengandalkan pajak sebagai pemasukan utama bagi negara.

Negara yang menjadikan pajak sebagai pemasukan utama adalah negara yang tidak mampu mengelola negaranya. Padahal negeri ini kaya akan sumber daya alam tapi menjadikan pajak sebagai pemasukan utama. Karena sumber daya alam sudah diserahkan pengelolaannya kepada pihak swasta sehingga negara tidak punya pemasukan selain memungut pajak. Yang lebih memalukan mereka memanfaatkan generasi muda agar sadar bayar pajak. Inilah sistem kapitalisme yang menjadikan pajak sebagai landasan ekonominya. Dengan dalih memberikan pengajaran kepada generasi muda sebenarnya mereka sudah kelabakan dan kebingungan harus dengan cara apalagi supaya kas negara mendapatkan pemasukan, karena sudah tidak ada lagi yang bisa dijadikan sebagai pemasukan selain dengan memeras rakyat dengan pajak.

Kalau di dalam pandangan Islam, pajak bukanlah pemasukan utama, namun tatkala kas  negara sedang kosong. Sumber pemasukan negara dalam Islam adalah SDA, jizyah, fai, kharaz, zakat, usyr, ghanimah, dll. Pemasukan tersebut dikelola oleh negara kemudian akan didistribusikan oleh negara kepada warga negaranya sesuai dengan ketentuan syariat.

Selain itu Islam juga memandang bahwa generasi muda adalah pewaris peradaban di masa yang akan datang, maka mereka akan dibentuk dengan pendidikan yang berakidah Islam, sehingga mereka memiliki kepribadian Islam dengan pola pikir dan pola sikap yang Islamiyyah. Generasi muda yang dibentuk dengan Syakhsiyah Islamiyyah (kepribadian Islam) akan menjadi generasi yang bertakwa, tangguh dan cemerlang. Tidak seperti dalam sistem kapitalisme yang generasi hanya sebagai pekerja. Wallahu’alam bishshawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update