Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tren Kejutan Ulang Tahun Malah Berujung Maut, Kok Bisa?

Sunday, July 21, 2024 | July 21, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:41:52Z

Oleh: Faidah
(Mahasiswa, Aktivis Dakwah)

Merayakan ulang tahun dengan berbagai kejutan seperti prank,taburan tepung,lemparan telur busuk ataupun dilempar ke dalam kolam sudah menjadi tren di kalangan anak remaja sekarang. Niat hati tentu saja untuk membuat teman yang berulang tahun bisa bahagia, senang dan bisa menjadi momen spesial yang tak terlupakan di hari ulang tahunnya. Namun karena kurang pertimbangan dan kehati-hatian, tak sedikit yang berujung kecelakaan bahkan merenggut nyawa. Seperti yang dialami Fajar Nugroho, ketua Osis dari sekolah Negeri 1 Cawas, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, yang meninggal dunia usai diceburkan ke kolam oleh teman-temannya saat merayakan ulang tahun pada senin,08/07/2024.

Diketahui, korban diceburkan oleh teman-temannya ke kolam ikan di taman sekolah yang memiliki kedalaman 1,75 meter. Namun karena tidak pandai berenang, korban pun memegang pralon di atas kolam yang ada kabel listriknya dan tersetrum lalu meninggal. Teman-temannya yang berusaha menolong juga ikut tersetrum, tetapi tidak meninggal (Kompas.tv, 11-07-2024)
Ulang Tahun Bukan Budaya Islam
Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri tidak pernah merayakan ulang tahunnya. Begitu juga dengan para sahabat Nabi lainnya. Karena ini bukan ritual ibadah yang berasal dari ajaran Islam, maka merayakan ulang tahun tidak diperbolehkan. Tradisi ini bahkan berasal dari kafir. Mengikutinya tidak diperbolehkan. Rasulullah Saw. bahkan bersabda, “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka” (HR Abu Daud dan Ahmad) .

Yang jadi pertanyaan adalah mengapa hal-hal yang tidak berasal dari Islam justru marak di kalangan remaja, seperti pacarana, ulang tahun dan sebagainya? Seperti yang kita ketahui, dalam dunia Pendidikan sekarang ini peran agama dikerdilkan bahkan disingkirkan. Akibatnya sangat fatal, salah satunya adalah timbulnya perbuatan-perbuatan di kalangan remaja yang tidak sesuai dengan aturan agama. Mereka berperilaku bebas sesuai dengan yang diinginkan. Agama hanya diberikan perannya dalam ibadah ritual saja bukan sebagai sistem dalam kehidupan. Maka dari itu tercipta masyarakat yang liberal, tidak terkecuali remajannya. Mereka melakukan segala hal yang diinginkan, selama hal itu membuatnya senang mereka akan lakukan, tanpa peduli akan resiko yang mungkin terjadi dan akan merugikan orang lain. Mereka juga tidak peduli apakah yang dilakukan produktif atau sebaliknya. Dengan sistem Pendidikan seperti ini masyarakat utamanya para remaja akan jauh pada pemahaman akan kaidah berpikir dan beramal yang benar, serta kesadaran bahwa segala perbuatan akan ada pertanggungjawabanya. Sehingga mereka bertindak secara spontan dan tidak penuh pertimbangan dengan mengabaikan resiko yang mungkin terjadi.

Padahal, ketika seseorang paham mengenai konsep kaidah berpikir dan beramal, dia akan mampu berpikir bahwa dirinya adalah seorang hamba yang harus senantiasa taat kepada penciptanya, Allah SWT. Tujuan penciptaanya hanya semata-mata untuk beribadah kepada-Nya. Dunia hanya tempat persinggahan untuk mengumpulkan bekal menuju tempat kekal, akhirat. Dengan konsep berpikir seperti ini, seseorang akan sadar bahwa dia harus menggunakan waktu singkatnya di dunia dengan sebaik-baiknya yaitu beramal sholeh sebanyak-banyaknya dan mempertimbangkan segala perbuatan yang akan dilakukan, Mereka akan paham bahwa segala sesuatu akan dimintai pertanggungjawabannnya serta berusaha menjauhi perbuatan yang sia-sia atau tidak produktif.

Dalam dunia Pendidikan sekarang ini mata pelajaran agama hanya sebagai pilihan bukan kewajiban sehingga hanya diajarkan sebagai salah satu pelajaran dari banyaknya mata pelajan, bukan sebagai tolak ukur keberhasilan pembelajaran.

Sedangkan dalam Islam yang memang tujuan pendidikannya untuk mencerdaskan dan menciptakan generasi yang berpikiran cemerlang berkepribadian Islam, akan memahamkan mereka konsep kaidah berpikir dan beramal. Dengan akidah Islam seseorang akan sadar bahwa kedudukannya dibumi hanya sebagai mahluk,begitupun dengan kehidupan dan alam semesta di sekelilingnya, yang tidak lain diciptakan oleh Allah SWT sebagai al-Khaliq. Dengan kesadaran dan pemahaman seperti ini bahwa dia hanyalah seorang mahluk, maka orang tersebut akan bertindak sesuai dengan aturan penciptannya sesuai dengann aturan syariat. Oleh karena itu, akan tercipta Masyarakat yang senantiasa beramal baik, produktif dan bertanggug jawab atas amalannya, Masyarakat juga akan saling menasehati jika ada diantara mereka yang berbuat kesalahan, keburukan, kedzoliman atau kejahatan dengan melakukan amar ma’ruf nahi munkar. Selain kontrol individu dan Masyarakat, kehadiran negara sebagai institut untuk menerapkan aturan Allah SWT sebagai pencipta dalam kehidupan juga harus ada. Dan ini hanya dapat diterapkan di bawah naungan Daulah Khilafah Islamiyah yang dipimpin oleh seorang Khalifah, selain itu Khalifah juga akan memastikan kesadaran Masyarakat tidak terlepas dari Aqidah Islam. Wallahu a’lam

×
Berita Terbaru Update