Rakyat Korban Kebijakan Pertambangan




Oleh Nurlaela 

Aktivis Muslimah


Sumber daya alam tambang adalah salah satu asset berharga bagi Indonesia yang telah memberikan kontribusi signifikan  terhadap pertumbuhan ekonomi  negara ini. Salah satu kekayaan alam yang di miliki adalah batu bara, Batu bara adalah jenis batuan sedimen yang terbentuk dari endapan organik, terutama sisa-sisa tumbuhan yang telah mengalami proses pengubahan menjadi karbon. Batuan ini telah digunakan sebagai bahan bakar fosil yang paling banyak digunakan di seluruh dunia untuk menghasilkan energi dalam bentuk listrik, pemanasan, dan proses industry lainnya. 


Senior associate international institute for sustainable development and principal mindsummer anakytivs, Robert Smith mengatakan, Indonesia selalu masuk dalam daftar 10 besar negara dengan potensi kayu, ikan, batu bara, gas alam, hingga nikel terbanyak di dunia. (Media online amp.kompas) Namun, di balik kekayaan negara yang melimpah ruah ada gemuruh suara rakyat yang menjerit tetapi di abaikan oleh pemerintah. Kezaliman kini kembali terjadi lagi Seperti kasus yang terjadi beberapa bulan ini di lampung tepatnya warga waylunik. 


Dilansir dari media online  REPUBLIKA, BANDAR LAMPUNG, debu batu bara stockpile (penimbunan) di kelurahan Waylunik, kecematan Panjang, bandar lampung berdampak pada kesehatan warga sekitar. Warga beberapa RT di waylunik merasakan sesak napas dan mata perih saat berada di luar rumah.  Kelurahan Waylunik terdapat lebih daro 2.000 kepala keluarga atau dengan total jumlah penduduk lebih dari 7.000 jiwa. Dalam kelurahan tersebut, ada sedikitnya lima RT yang terdampak dari debu stockpile batu bara tersebut. Perusahaan lebih dari satu perusaan.  Atas peristiwa ini sebagai bentuk protes, warga menggelar aksi demonstrasi di daerah Stockpile batu bara. Jumat (22/12/23). Guntoro, warga meminta Stockpile batu bara di pindahkan karena berdampak pada kesehatan dan lingkungan. SuaraLampung.id. bagaimana tidak pasal Stockpile batu bara jarak nya dengan pemukiman warga sangat dekat. Selain itu perusahaan batu bara tidak hanya 1 tetapi ada banyak perusaan. Sebagaimana di lansir dari balam, lappung.com. “Ada kurang lebih 14 perusahaan dan 17 titik lokasi Stockpile batu bara yang tersebar di Bandar Lampung dan Lampung Selatan,” ujar Irfan Tri Musni Direktur Eksekusif daerah walhi lampung, kamis (13/4/2023). Lanjutnya “Rerata perusahaan pemilik Stockpile batu bara di provinsi Lampung tidak memiliki dokumen kelengkapan perizinan.” 


Dalam kondisi demikian perusahaan belum menujukkan tanggung jawabnya atas dampak buruk tersebut, parahnya lagi hingga hari ini pomkot bandar lampung belum melakukan tindakan dan pemberian sanksi kepada perusahaan Stockpile batu bara, inilah buah dari kebijakan pertambangan negara yang tidak memperhatikan lingkungan.


Akibat aktivitas pertambangan, pihak the Harvard college global health review (HCGHR), Dr. Michael Hendryx, peneliti dari west Virginia, mengatakan bahwa pekerja dan masyarakat yang berada di dekat pertambangan batu bara terganggu resiko kematian lebih tinggi akibat penyakit jantung, pernafasan dan ginjal kronis. (muslimahnews.net)


Inilah buah dari sistem kapitalisme, harus berapa banyak lagi rakyat menderita nyarisnya banyak warga yang di bunuh oleh system ini. Sungguh dzolim..! kondisi ini juga menunjukkan bahwa negara tidak tegas dalam memberikan sanksi pada perusahaan yang terlibat. Sering kali negara justru malah berpihak pada perusahaan dan mengabaikan rakyatnya akibatnya  rakyat menjadi korban perampasan ruang hidup dan terancam kualitas kesehatannya.


Kejahatan Para Oligarki


Dalam peradaban Islam itu tidak ada kisah pertambangan di perjual belikan kepada oligarki, satu kali pun tidak ada karna setiap pertambangan ditetapkan berdasarkan regulasi yang berdasarkan Syariah. Sebab pertambangan termasuk batu bara milik umat (publik). Hanya di sistem kapitalisme kita bisa melihat bagaimana hak-hak rakyat di renggut. Negara dijadikan sebagai regulator yang menguntungkan para oligarki.


Badan energi internasional atau IEA mencatat pada 2022 permintaan batu bara global naik 3.3% menjadi 8,3 , miliar ton sementara pada semester I/2023, permintaan batu bara naik 1,5% menjadi 4,7 miliar ton. Cina dan india mengalami peningkatan permintaan lebih dari 5% pada semester I/2023. Jargon yang di gaungkan pada system sekarang dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat malah justru sebaliknya dari perusahaan oleh perusahaan dan untuk perusahaan.


Disisi lain  sistem okonomi kapitalisme telah melegalkan pihak swasta, asing ataupun aseng untuk mengelola kekayaan alam negeri ini. Atas nama pembangunan dan pertumbuhan ekonomi negara membuka pintu invenstasi sebesar-besar nya termasuk dalam hal mengelola sumber daya alam di negeri ini. Alhasil kekayaan alam yang melimpah ruah paling banyak dinikmati oleh segelintir orang sungguh ironis kondisi saat ini di tambah sampai menimbulkan kerugian bagi masyarakat.


Tidak cukup sampai disinih para korporasi menggunakan Undang-Undang sebagai pelindung dari aksi kejahatannya, mulai dari pasal 162 yang berbunyi “Masyarakat yang mencoba mengganggu aktivitas pertambangan dalam bentuk apapun, bisa dilaporkan balik oleh perusahaan dan dijatuhi pidana, bahkan denda hingga sebesar Rp100 juta. Kemudian pasal 96 B berbunyi “Kewajiban perusahaan dalam perbaikan lahan bekas tambang bisa bebas memilih antara kegiatan reklamasi atau kegiatan pasca. Serta masih banyak lagi pasal dan peraturan lainnya yang menjadi alat untuk mengkriminalisasi rakyat yang berjuang untuk mempertahankan kehidupannya. Inilah buah dari system kapitalisme kedaulatan ada di tangan rakyat.


Islam Rahmatan Lil’alamin


Khalifah Umar bin Khattab ra. berkata, “Tuntutlah hak-hak kalian kepadaku,” Ustadzah Ir. Ratu Erma Rahmayanti seorang aktivis Muslimah, menafsirkan perkataan dari Kha;ifah Umar ra memiliki tiga faedah. Yang pertama menguatkan azam penguasa untuk komitmen dengan omongannya. Yang kedua, semakin memperkuat kepercayaan rakyat kepada penguasannya. Yang ketiga, rakyat tidak bodoh, tidak diam ketika hak-haknya dilalaikan oleh penguasannya.


Islam menjadikan kaum muslim memiliki pola pikir Islam serta memiliki prilaku islami maka wajar jika umat yang hidup dibawah naungannya menjadi muslim yang tidak cinta dunia, harta, kekuasaan, kedudukan. Islam juga telah menjadikan negara sebagai pengurus dan pelindung bagi rakyatnya, segala regulasi yang di tetapkan oleh negara akan senantiasa memperhatikan dan mengutamakan kemaslahatan rakyat termasuk keselamatan rakyat dari proyek pertambangan. Pasalnya Islam telah menjadikan mineral dan batu bara sebagai milik rakyat keseluruhan dan haram dimiliki oleh segelintir orang atau pihak swasta.


Rasulullah saw. bersabda, “Kaum muslim berserikat dalam tiga perkara yaitu padang, rumput, air dan api,” (HR. Abu Dawud dan Ahmad). 


Wallahualam bissawab

Post a Comment

Previous Post Next Post