(Praktisi Pendidikan)
Ulama Aceh Abi Hasbi Albayuni meminta kepada masyarakat untuk menghentikan suara penolakan terhadap pengungsi Rohingya. Abi Hasbi juga mengajak masyarakat untuk ikut bersama-sama membantu para pengungsi itu atas dasar kemanusiaan dan saudara seiman.
“Secara pribadi saya melihat bahwa seharusnya masyarakat tidak boleh menolak, apalagi ini sudah menjadi tanggung jawab pemerintah,” ujarnya di Banda Aceh, Senin (8/1/2024).
Pimpinan Dayah Thalibul Huda itu menambahkan, segala sesuatu isu tentang etnis Rohingya yang beredar di media sosial belum tentu benar.
Sehingga ia mengajak masyarakat Aceh untuk tabayyun atau mencari kejelasan saat menerima berita supaya tidak terpengaruh dengan informasi keliru.
“Jadi kita jangan percaya dengan isu di luar, sementara kita tidak percaya dengan pemerintah kita sendiri,”
Kasus terdamparnya muslim Rohingnya di Aceh dan menyebar beberapa titik wilayah di Indonesia membuat masyarakat terbelah. Ada pro dan kontra termasuk di kalangan tokoh d masyarakat daerah Kaltim. Kasus Rohingya memang harus diselesaikan dari akarnya tidak cukup sekedar menolong sementara.
Mengapa Hal Ini Terjadi?
Kondisi pengungsi Rohingya sebelum mendarat di Aceh dalam keadaan yang sangat memprihatinkan. Mereka terkatung-katung dilautan, karena ingin menyelamatkan diri dari kekejaman rezim Miyammar. Mirisnya, negara-negara tetangga menolak kedatangan mereka, termasuk negara Islam yang tersendera sekat nasionalisme. Sekat nasionalisme identik dengan cinta tanah air, dan menganggap orang di luar negara harus memiliki visa untuk tinggal di negara yang dituju. Hal inilah yang menghalangi kaum muslim di berbagai belahan dunia menolong Muslim Rohingya.
Karena itulah pengungsi Rohingya hanya bisa ditampung di kamp pengungsian, akibat kepemimpinan negara secara global telah dikendalikan oleh mindset nasionalisme dan kapitalisme.
Dengan demikian, negara-negara tetangga pun enggan menolong kaum Muslimin Rohingya. Selain karena bukan dari bangsa sendiri, warga Rohingya juga tidak membawa kemanfaatan bagi bangsa yang dituju. Inilah anggap negara yang berdiri di atas kapitalisme, paham yang berorientasi pada untung dan rugi. Hanya mampu memberikan diberikan bantuan setengah-setengah. Hanya mampu menampung pengungsi saja, namun gagal dalam menjamin kewarganegaraan mereka.
Kepemimpinan Dalam Islam
Kepemimpinan Islam yakni negara yang bernama Khilafah. Negara ini akan menjamin seluruh masyarakat Islam di seluruh dunia mendapatkan jaminan keamanan dan perhatian, termasuk kewarganegaraan.
Khususnya untuk pengungsi Rohingya, Khilafah akan membela hak-hak mereka, dan memerangi setiap bangsa yang menyerang kaum muslim, seperti halnya tentara Budha Burma. Islam dengan kekuatan persatuan yakni Khilafah menyelamatkan muslim Rohingnya dan negeri muslim lainnya yang tertindas. Wajib Menolong Sesama Muslim. Tidak ada perbedaan di kalangan ulama tentang kewajiban menolong sesama Muslim, khususnya yang sedang dizalimi oleh musuh-musuh Islam. Nabi saw. bersabda:
الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يُسْلِمُهُ وَمَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِي حَاجَتِهِ وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرُبَاتِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya. Dia tidak menzalimi dan tidak membiarkan saudaranya itu untuk disakiti. Siapa saja yang membantu kebutuhan saudaranya maka Allah akan membantu kebutuhannya. Siapa saja yang menghilangkan satu kesusahan seorang Muslim, Allah akan menghilangkan satu kesusahan bagi dirinya dari kesusahan-kesusahan Hari Kiamat. Siapa saja yang menutupi aib seorang Muslim maka Allah akan menutupi aibnya pada Hari Kiamat (HR al-Bukhari).
Perintah Nabi saw. dalam hadis ini berlaku umum tanpa membedakan suku bangsa maupun ras. Hadis ini ditujukan kepada kaum Muslim untuk saling tolong-menolong, termasuk tidak membiarkan saudaranya disakiti oleh orang lain.
Ketika umat Islam berada di dalam naungan Khilafah, kaum Muslimin tidak akan tersekat-sekat dengan batasan nasionalisme, karena mereka merupakan satu kesatuan di bawah akidah Islam dan negara Islam. Sehingga Khilafah tidak segan-segan untuk membela kaum Muslimin yang teraniaya.
Khalifah akan mudah mengarahkan kekuatan para tentaranya, untuk memerangi pihak yg melakukan kezaliman terhadap kaum Muslimin.
Tindakan ini dilakukan sebagai bentuk penjagaan kemuliaan kaum Muslimin semata, Dengan solusi Islam lah kaum Muslimin bisa terselamatkan, Insyaallah.
Wallahu’alam bisshawab.
