Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

KHILAFAH BUKAN ANCAMAN MELAINKAN KEWAJIBAN

Sunday, January 21, 2024 | January 21, 2024 WIB Last Updated 2024-01-21T05:04:25Z


Oleh Yeni Aryani



Seperti yang dilansir oleh  Beritasatucom, Menurut seseorang akademisi dari Center Of Religius and Cross-Cultural Studies (CRCS) Gadjah Mada, Mohammad Iqbal Ahnaf mengingatkan pemerintah dan masyarakat untuk tetap mewaspadai narasi-narasi kebangkitan khilafah. Menurut beliau narasi-narasi kebangkitan tersebut terkait pemilihan umum presiden juga berpotensi untuk mendapatkan momentum pada 2024 yang bertepatan dengan 100 tahun runtuhnya kekhilafahan Usmaniyah


"Potensi ancaman dari ideologi transnasional itu akan selalu ada, gagas khilafah yang tawarkan menjadi semacam obat dari segala dan mampu menyembuhkan kekecewaan, ketidakpedulian, dan emosi negatif lainnya, jelas itu mengiurkan bagi beberapa masyarakat" kata Iqbal Ahnaf, kamis 11 Januari 2024


Dalam pernyataan tersebut Igbal juga mengakui bahwa" sistem demokrasi Indonesia saat ini memiliki kelemahan, namun begitu alternatif yang ditawarkan tidak serta-merta lebih baik" dan sebagai warga negara partisipasi dalam berdemokrasi adalah kesepakatan bersama untuk melindungi hak hak sipil dan beragama bagi warga negara Indonesia" tutur Iqbal.


Dari panjang lebarnya pernyataan beliau dapat disimpulkan bahkan khilafah adalah ancaman bagi negeri yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Jadi umat atau masyarakat harus diingatkan untuk berhati-hati akan ajakan atau gerakan dakwa yang mendakwahkan ajaran agama Islam itu sendiri. Jelas pertanyaan untuk berhati-hati ini sangat salah. Tidak tepat rasanya apabila menyatakan bahwa khilafah itu ancaman, lagipula ancaman seperti apa dan siapa yang teramcam apabila khilafah benar-benar bangkit.


Seharusnya pemerintah dan masyarakat (umat) itu diingatkan kembali akan kegagalan-kegagalan prodak demokrasi yang hanya memberikan kemakmuran kepada penguasa dan oligarki, kita ambil salah satu contoh semisalnya " perampas lahan di Rempang" atau "maraknya judi online". Apakah semua itu hasil kebijakan yang diambil dalam penerapan hukum buatan Allah, kita sama mengetahui itu hasil atau buah dari penerapan sistem MoradMarid demokrasi kapitalis sekuler yang di adopsi saat ini, kok malah menyalahkan syariat Islam. Ilmuwan dunia ahli sejarah yang non muslim saja mengakui ada kesejahteraan, keadilan kemakmuran buat penduduk bumi selama syariat Islam Kaffa (khilafah) berkuasa. Narasi-narasi kebangkitan khiyafalah adalah dakwa bukan ancaman melainkan kewajiban, kewajiban bagi setiap muslim untuk menjalankan syariat agamanya yakni mendirikan khilafah.


Di sinilah perlunya  pemahaman akan Agama Islam secara Kaffa jangan hanya sebagian saja, Islam itu mengatur segala hal mulai dari hal kecil seperti doa keluar masuk kamar mandi, doa makan sampai ke urusan yang lebih besar dan meluas. Kalau urusan diri sendiri seperti ibadah dan lainnya di urus dalam Islam apalagi persoalan pemerintahan. Sudah barang tentu itupun diurus ada tatacara. Bukankah sudah dicontohkan oleh Rasulullah Saw berabad-abad lamanya dan sudah terbukti Islam mampu memberikan kontribusi besar bagi peradaban manusia di duapertiga dunia masa itu hingga Islam sampai ke bumi Indonesia 


Dalam Al-Qur'an surat Al- Bahqoroh ayat 30 Allah SWT berfirman yg artinya " Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, "Sungguh Aku akan menjadikan dimuka bumi seorang Khalifah" QS Al-Baqarah surat ke 2 ayat 30. Dan dalam hadist nabi yang diriwayatkan oleh Muslim yang berbunyi "Siapa saja yang mati sedangkan di lehernya tidak ada bait kepada imam/khilafah maka ia mati dalam jahiliah". It'jma sahabat juga menetapkan kewajiban menegakkan khilafah ini. Sudah sangat jelas apa-apa yang sudah termasum kewajiban apabila di tinggal atau tidak segera dilakukan akan mendapatkan dosa, apalagi umat Islam itu sendiri yang meragukan bahkan menolaknya. Umat harus mendakwahkan khilafah, umat harus berjuang bersama partai politik idiologis yang ingin mengembalikan kehidupan yang islami melalui tegaknya khilafah 


Wallahu alam


Palembang 20 Januari 2024

×
Berita Terbaru Update