Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kecelakaan Moda Transportasi, Buah Kelalaian dalam Sistem Kapitalisme

Sunday, January 14, 2024 | January 14, 2024 WIB Last Updated 2024-01-14T01:47:51Z

 



Oleh Sahna Salfini Husyairoh, S.T

Aktivis Muslimah


Pada hari Jum'at, 5 Januari 2024 telah terjadi kecelakaan moda transportasi yaitu Commuter Line Bandung Raya dengan Kereta Api Turangga. Kecelakaan terjadi di jalur tunggal km 181+700 petak jalan antara stasiun Haurpugur-Stasiun Cicalengka, Jawa Barat.


Kecelakaan kereta api ini terjadi setelah beberapa bulan lalu juga terjadi insiden tabrakan kereta. Ada beberapa faktor penyebab terjadinya kecelakaan kereta seperti human error atau system error. Wakil ketua pemberdayaan dan pengembangan wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menjelaskan bahwa sinyal di Stasiun Cicalengka masih menggunakan sinyal blok mekanik, sedangkan sinyal Stasiun Haurpugur berupa sinyal elektrik Perbedaan model persinyalan ini akan membedakan cara pengoperasiannya (media online ekonomi.republika). 


Bahkan insiden ini disorot oleh media asing Agence France Presse menyebutkan kecelakaan transportasi merupakan hal lumrah terjadi di Indonesia karena alat transportasi sudah tua dan tidak dirawat dengan baik. Hal yang sama dikemukakan media berbasis by Hong Kong, BNN Breaking melalui artikel menyatakan penyebab kecelakaan kereta ini akibat infrastruktur yang sudah menua.


Seharusnya penyebab yang demikian harus diselesaikan dengan upaya mitigasi agar masyarakat mendapatkan jaminan keamanan dalam transportasi. Negara yang menerapkan sistem Kapitalisme gagal mewujudkannya. Kapitalisme membuat paradigma penguasa kepada rakyat adalah bisnis. Sehingga orientasi keuntungan dijadikan landasan kebijakan sehingga dengan mudah mengabaikan nyawa rakyat. Aspek keselamatan tidak pernah disebut sebagai tujuan utama pembangunan. Kecelakaan bukan sekedar musibah namun juga akibat kedzaliman karena ada hal yang diabaikan penguasa kapitalisme.


Sangat berbeda dengan sistem Islam yang diterapkan secara praktis dalam naungan Khilafah. Jaminan transportasi yang aman, nyaman, bahkan murah, bukan impian tapi telah nyata terwujud untuk semua masyarakat. Hal ini karena pemimpin dalam Khilafah memiliki mafhum ra'awiyah yaitu pemahaman bahwa diri mereka pelayan atau pengurus bagi rakyatnya, bahkan tanggung jawab pelayanan atau pengurusan tidak berhenti di dunia namun menghembus hingga dimensi akhirat. 


Sehingga keberadaan Khilafah bukan seperti negeri kapitalisme yang penguasanya bertindak sebagai regulator kebijakan pemilik modal. Khalifah terbentuk sebagaimana hadits Rasulullah SAW yaitu "Pemerintah adalah pengurus rakyat dan dia bertanggungjawab atas rakyat yang dia urus" (HR. Bukhari)


Seorang Khalifah akan mengurusi rakyatnya sesuai dengan hukum syariat. Dalil-dalil syari'at akan menjadi dasar dalam seluruh aspek kehidupan. Perihal transportasi dibentuk untuk kemaslahatan umat yang memudahkan dan tidak membahayakan umat. Oleh karena itu, moda transportasi yang dibangun dipastikan aman, nyaman, dan bahkan gratis. Aman berarti nyawa manusia itu terjaga, karena nyawa dalam Islam itu sangat berharga. Rasulullah saw. bersabda "Kehancuran dunia ini lebih ringan disisi Allah SWT dibandingkan dengan pembunuhan seorang  muslim." (HR. An Nasa'i)


Sementara nyaman yaitu ketika seseorang dalam perjalanan merasakan aman, enak, sejuk, bersih, tenang, dan damai. Upaya ini dapat dilakukan dengan senantiasa memperbarui teknologi moda transportasi tersebut. Operator alat transportasi adalah orang yang amanah. Bahkan standar moda transportasi dalam Khilafah dibangun untuk menjaga interaksi dan kesucian lawan jenis misalnya ada pemisahan antara penumpang laki - laki dan perempuan.


Adapun harganya murah bahkan gratis karena infrastruktur transportasi  merupakan kebutuhan publik sehingga menjadi tanggung jawab penguasa untuk mengadakannya. Anggaran dialokasikan dari pos kepemilikan umum dan pos kepemilikan Baitul mal, sehingga tidak ada kekurangan anggaran untuk pengadaan alat transportasi yang memadai dan terbaik.


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


وَلَوۡ أَنَّ أَهۡلَ ٱلۡقُرَىٰٓ ءَامَنُواْ وَٱتَّقَوۡاْ لَفَتَحۡنَا عَلَيۡهِم بَرَكَٰتٍ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِ وَلَٰكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذۡنَٰهُم بِمَا كَانُواْ يَكۡسِبُونَ


"Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan."

(QS. Al-A'raf 7: Ayat 96)


Wallahualam bissawab

×
Berita Terbaru Update