Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Permasalahan Negeri Selesai dengan Islam sebagai Solusi

Tuesday, September 27, 2022 | September 27, 2022 WIB Last Updated 2022-09-27T06:08:23Z

Oleh Omsiatun Marsudin
Muslimah Pemerhati Umat


Permasalahan yang menimpa negeri ini rasanya terus saja terjadi. Satu masalah belum selesai ternyata sudah datang lagi masalah yang lainnya. Belum lama tersiar kabar meninggalnya 6 orang Baduy secara misterius. Namun, setelah petugas melakukan pemeriksaan, ternyata mereka sakit Tuberkulosis (TB). Bahkan bukan hanya itu saja, di antara mereka banyak yang terserang penyakit malaria, campak rubella, hingga stunting (Kompas, 15/09/22).

Peliknya masalah yang dialami oleh masyarakat tidak hanya sampai di situ saja. Kasus tragis lainnya dialami oleh warga Garut yang bernama Undang, rumahnya dibongkar oleh rentenir karena tidak mampu membayar hutangnya sebesar Rp1,3 juta. Apesnya, pembongkaran rumahnya yang sudah reyot itu terjadi tatkala Undang dan istrinya sedang pergi ke Bandung untuk mencari pekerjaan (Detik, 17/09/22).

Kasus yang lebih besarnya lagi, dinyatakan oleh Guru Besar Ilmu Gizi Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Drajat Murtianto bahwa 50% dari masyarakat Indonesia mengalami kelaparan tersembunyi (hidden hunger). Kelaparan ini terjadi karena kurangnya konsumsi zat gizi mikro, yaitu zat besi, yodium, asam folat, seng, vitamin A dan zat gizi mikro lainnya (Media Indonesia, 18/09/22).

Jika kita perhatikan lebih jeli, berbagai persoalan yang terjadi di negeri ini bagaikan fenomena gunung es. Jadi permasalahan yang tampak hanyalah di permukaan saja. Namun, faktanya permasalahan yang dialami oleh masyarakat jauh lebih besar. Apakah mungkin berbagai masalah ini muncul begitu saja?  Pastinya ada faktor pemicunya.

Sebagai contoh, masalah kemiskinan. Pencabutan subsidi berdampak pada naiknya berbagai harga kebutuhan masyarakat. Sehingga otomatis mengakibatkan kesulitan secara ekonomi. Ditambah lagi sulitnya mendapat pekerjaan, bahkan banyak karyawan terkena PHK. Hal inilah yang menyebabkan masyarakat lebih banyak pengeluaran daripada pendapatan.

Di sisi lain, banyak sekali sales yang menawarkan pinjaman uang berbunga, dengan syarat yang begitu mudah, sehingga banyak masyarakat miskin terjebak pada hutang riba yang makin menambah persoalan makin ruwet.

Dalam hal kesehatan pun banyak problem yang dialami masyarakat, berbagai penyakit muncul akibat dari kualitas lingkungan serta gizi  yang buruk. Ini disebabkan karena masyarakat tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat tidak akan pernah selesai, jika yang menyelesaikannya adalah mereka sendiri. Karena kemampuan masyarakat itu terbatas, tidak mungkin semua yang susah akan terbantu. Sementara permasalahan akan terus datang dan bertambah.

Jika negara dan masyarakat dianalogikan dalam sebuah rumah, maka negara adalah sebagai orang tua yang wajib mengurus,  sementara rakyat adalah sebagai anaknya yang memiliki hak untuk diurus. Maka pemimpin yang dipilih oleh rakyat adalah berkewajiban untuk mengurusi berbagai kebutuhan rakyatnya, bukan kebutuhan dirinya sendiri. Oleh karena itu, maka para pemangku kebijakan wajib paham akan hal ini.

Sementara, mayoritas penduduk negeri kita adalah muslim, termasuk juga para pejabatnya. Sudah semestinya mereka paham akan tanggung jawabnya sebagai seorang muslim jika diberi amanah kekuasaan.

Jangan sampai mereka lalai atas amanah untuk mengurusi rakyatnya, karena Rasulullah saw. telah mengingatkan kepada setiap muslim yang tidak amanah.

Dalam kitab Ash-Shahihain, Rasulullah bersabda, “Tanda-tanda munafik ada tiga, jika berbicara dusta, jika berjanji mengingkari, dan jika diberi amanat ia khianat.” (HR Bukhari No. 33 dan Muslim No. 59)

Allah Swt. sendiri memberikan peringatan bagi orang munafik,

اِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ فِى الدَّرْكِ الْاَسْفَلِ مِنَ النَّارِۚ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيْرًاۙ

“Sungguh, orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka.” (QS An-Nisa:145)

Munculnya berbagai permasalahan yang menimpa bertubi-tubi disebabkan karena penguasa salah dalam mengambil sistem aturan. Aturan yang digunakan saat ini adalah aturan warisan penjajah yakni Barat (sistem kapitalisme). Bukan aturan yang berasal dari Islam.

Maka setiap keputusan yang dihasilkan hanya menguntungkan satu pihak saja, dan merugikan pihak yang lain. Karena aturan ini berasal dari akal manusia yang lemah, yang tidak akan mungkin bisa adil.

Dan faktanya, kapitalisme pasti akan memihak kepada para pemilik modal yang selalu mencari keuntungan. Mereka tidak akan menghiraukan apakah masyarakat sudah tercukupi kebutuhannya atau tidak. Yang menjadi tujuan mereka adalah tercapainya kepentingan mereka sendiri. Inilah watak dari sistem kapitalisme yang rusak dan merusak. 

Umat harus kembali kepada sistem Islam. Karena hanya sistem Islam satu-satunya yang mampu menyelesaikan berbagai permasalahan dengan paripurna. Serta akan menyelamatkan umat dari keterpurukan akibat dari penerapan sistem kapitalisme yang bobrok. Allah Swt. telah berjanji jika kaum muslim menjadikan Islam sebagai pedoman hidupnya, maka rahmat bagi seluruh alam.

Firman Allah Swt.:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

“Tidaklah saya (Allah) mengutusmu, melainkan sebagai rahmat seluruh alam.” (QS Al-Anbiya: 107)

Serta pada ayat yang lain, Allah memerintahkan agar menjadikan Islam sebagai sandaran hidup kita.

“Jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (Sunah) jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS An-Nisa: 59)

Sudah terbukti selama 13 abad, Islam diterapkan sebagai aturan hidup, maka rakyat pun sejahtera di bawah naungan Daulah Khilafah. Oleh karena itu, sudah saatnya ganti sistem kapitalisme yang telah usang dengan sistem yang datang dari Sang Mudabbir, yakni Islam.

Wallahualam bissawab.
×
Berita Terbaru Update