Tradisi peninggalan nenek moyang yang hingga kini masih dilestarikan,
Oleh Masyarakat di Desa Batu Gajah, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) menggelar tradisi adat, Kamis (29/7/2021) sore.
Masyarakat setempat menyebutnya 'sedekah bumi' atau 'sedekah kampung' alias 'sedekah ramo'.
Kegiatan itu dilaksanakan di pinggir Sungai Rupit, diikuti puluhan warga baik laki-laki maupun perempuan, mulai dari lansia hingga anak-anak.
Masyarakat membawa makanan dari rumah ke pinggir sungai untuk dimakan bersama-sama warga.
Adapun tujuan kegiatan ini di adakan aadalah untuk meminta kepada Tuhan Yang Maha Esa agar dijauhkan dari balak dan wabah.
Terlebih saat ini sedang mewabah virus Corona atau Covid-19,yang menyebabkan banyak orang sakit, bumi kita ini lagi panas, minta didinginkan minta sama Allah.
Ironis di tengah Jumlah orang yang terpapar makin meningkat,kita tentu tidak ingin keadaan hari ini makin parah dan tak terkendali.Berbagai kebijakan sudah di laksanakan untuk menghentikan penyebaran ini.
Semua ikhtiar kita upayakan, termasuk berdoa kepada Allah Swt. yang Mahakuasa menurunkan wabah ini dan mengangkatnya jika Allah Swt. menghendaki. Imbauan doa bersama sejatinya adalah pengakuan bahwa manusia butuh pertolongan Allah menghadapi wabah. Manusia hanya bisa berusaha melakukan yang terbaik, Allah Swt. penentu hasilnya.
Namun tentu saja untuk berdoa kepada Allah agar musibah ini segera berakhir punya tuntunan yang jelas,jangan sampai cara kita meminta justru semakin menambah murkanya Allah.
Ritual dengan acara yang di lakukan seperti ini jelas tidak ada tuntunannya,bisa mengarah kepada kesyirikan.
Doa bersama bukan hanya di lakukan oleh individu masyarakat,namun juga wajib dilakukan oleh penguasa yang memegang peranan penting untuk mengatasi wabah ini.Meminta petunjuk kepada Allah Swt agar di mudahkan dalam pengurusan rakyatnya,dengan segala kesungguhannya.
Kita semua harus menyadari, bahwa doanya masyarakat dan pemimpin yang bertakwa menjalankan seluruh perintah Allah SWT dalam seluruh sendi kehidupannya akan diijabah oleh Allah SWT,meminta ampun kepada-nya atas kesalahan-kesalahan mencampakkan hukum-hukum Allah,dengan kata lain melakukan taubatan nashuha.
Allah SWT berfirman ;
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (QS Al-Mu’min: 60)
Allah menjanjikan doanya orang beriman dan juga pemimpin yang beriman akan diijabah oleh Allah Swt. di dunia. Semoga pula Allah Swt. mengangkat segera wabah pandemi ini dari atas bumi, serta mengampuni dosa-dosa manusia yang lalai dari menerapkan aturan-Nya.
