Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Khilafah Mampu Melindungi Islam dari Penistanya

Friday, January 08, 2021 | Friday, January 08, 2021 WIB Last Updated 2021-01-10T14:02:05Z

Oleh : Hermida Idris
(Member AMK, Penulis, Sastrawan, Novelis, Mahasiswi)

Baru-baru ini beredar isu tentang perlindungan kelompok Syiah dan Ahmadiyah, sebagaimana dikutip oleh kantor berita antara, nasional.tempo.co

"Tidak ada pernyataan saya melindungi organisasi atau kelompok Syiah dan Ahmadiyah. Sikap saya sebagai Menteri Agama melindungi mereka sebagai warga negara," kata Yaqut, Jumat, 25 Desember 2020.

Istilah Syiah berasal dari bahasa Arab dan pengikutnya disebut Syi’i. Kata Syiah menurut estimologi bahasa Arab artinya pembela dan pengikut seseorang. Selain itu juga bermakna kaum yang berkumpul atas suatu perkara. Adapun menurut terminologi Islam, bermakna mereka yang menyatakan bahwa Ali bin Abi Thalib adalah yang paling utama di antara para sahabat dan yang berhak untuk memegang tampuk kepemimpinan atas kaum muslim, demikian pula anak cucunya. 

Pada masa itu, Syiah terbagi menjadi 3 golongan:
Pertama, golongan yang menganggap Ali bin Abi Thalib sebagai Tuhan. Akan tetapi, diketahui oleh Ali kemudian ia memerangi mereka dan membakar Zindiq (Syiah yang menuhankan Ali).

Kedua, golongan Sabbah (pencela). Ali mendengar tentang Abu Sauda (Abdullah bin Saba’) bahwa ia pernah mencela Abu Bakar dan Umar. Maka, Ali mencarinya. Ada yang mengatakan bahwa Ali mencarinya untuk membunuhnya, akan tetapi ia melarikan diri.

Ketiga, golongan Mufadhdhilah, yaitu mereka yang mengutamakan Ali atas Abu Bakar dan Umar. Padahal telah diriwayatkan secara mutawatir dari nabi Muhammad saw. beliau bersabda,

“Sebaik-baik umat ini setelah nabi-Nya adalah Abu Bakar dan Umar”. (Riwayat dibawakan melalui jalur periwayatan yang sangat banyak, bahkan ada yang mengatakan jalur periwayatannya mencapai delapan puluh jalur)

Adapun Ahmadiyah adalah sebuah gerakan kebangkitan Islam dan mazhab atau aliran baru dalam Islam. Lahir lebih dari satu abad yang lalu, tak lepas dari kontroversi. Sosok yang diyakini Ahmadiyah sebagai nabi penerus setelah nabi Muhammad saw. adalah Mirza Ghulam Ahmad, pendiri Ahmadiyah. Padahal, sudah tidak ada lagi nabi selain nabi Muhammad saw.

Pada masa kekhilafahan, khalifah tentu saja tidak akan diam ketika melihat penistaan agama terjadi di kalangan umat. Sebab, khilafah adalah di antara ajaran Islam yang agung. Selain itu, merupakan warisan penting dari Rasulullah saw. Kewajiban dan urgensitasnya ditetapkan oleh dalil-dalil yang pasti.

Sesungguhnya penistaan terhadap Islam merupakan dosa besar. Jika pelakunya muslim, hal ini bisa mengeluarkannya dari Islam (murtad) terutama jika disertai itikad. Jika tidak disertai itikad maka pelakunya minimal telah melakukan perbuatan fasik dan dosa besar. Sebagaimana firman Allah Swt:

"Mereka merusak sumpah (janji)-Nya sesudah mereka berjanji. Mereka pun mencerca agamamu. Karena itu perangilah para pemimpin orang-orang (yang tidak dapat dipegang) janjinya, agar supaya mereka berhenti." (TQS. At-Taubah: 12)

"Jika kamu bertanya kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentu mereka akan menjawab, "Sungguh kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja." Katakanlah, "Apakah dengan Allah, Ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kalian selalu berolok-olok?" Tidak usah kalian minta maaf karena kalian kafir sesudah beriman. Jika kami memaafkan segolongan kalian (lantaran mereka bertobat), niscaya kami akan mengazab golongan (yang lain) karena mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa." (TQS. At-Taubah: 65-66)

Dari dalil di atas, dapat diambil pesan-pesan penting yaitu kita harus mengagungkan dan memuliakan Allah Swt., nabi Muhammad saw., dan Al-Qur'an, serta agama Islam. Oleh karena itu, tidak ada penghinaan atau pun melecehkan Islam. 

Ketiadaan khilafah, penistaan demi penistaan akan terus datang silih berganti dengan beragam bentuknya. Inilah musibah yang menimpa umat Muhammad saw. Oleh karena itu, hanya negara yang menerapkan Islam (Daulah Khilafah Islam) yang mampu melindungi agama Islam dari penistanya.

Wallahu a'lam bishashawaab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update