Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kisruh Papua Via Referendum

Monday, October 07, 2019 | Monday, October 07, 2019 WIB Last Updated 2019-10-07T15:41:26Z
Oleh : Maryam
(Anggota Forum Pena Dakwa Maros)

Sebut saja negeri cenderawasi yang didalamnya banyak mengandung unsur material alam khususnya emas. Kemurnian emas yang tersimpan dalam tanahnya bukanlah emas yang terhitung dalam skala gram melainkan emas dalam skala besar. Gunungan emas yang terdapat di papua menjadi daya tarik tersendiri bagi  kepentingan segelintir pengusaha tak terkecuali Asing. 

Dengan tolak ukur materi semata menjadikan negeri cenderawasi sebagai sasaran empuk para kapitalis untuk merenggut kekayaan yang luar biasa besar. Segala cara akan ditempuh untuk bisa menguras habis kekayaan alam ini. Bergerak berdasarkan asas manfaat dan kepentingan tanpa memperdulikan nasib warga negara. Berbagai konflikpun mulai bermunculan melalui tindakan OPM ( Organisasi Papua Merdeka).

Para mahasiswa yang berasal dari papua dan Papua barat menggelar unjuk rasa di depan istana merdeka. Tirto id ( 28/8/2019). Sebelum bergerak ke istana,mereka berdemonstrasi terlebih dahulu di depan markas besar TNIAD. Sembari mengibarkan bendera bintang kejora, demonstran yang dipinpin oleh Ambrosius,menuntut pemerintah indonesia mempersilahkan Papua melaksanakan referendum. Hal ini sebagai upaya memutus mata rantai diskriminasi dan rasisme terhadap papua.

Masyarakat papuan pun selama ini merasa bahwa mereka dijajah oleh negaranya sendiri. Bahkan, sebagaimana postingan akun isntagram fuadbakh (04/09/19). Yang mengunggah potongan video dari akun youtube KACAMATA PATRA bertajuk AMBROS (ketua DPW AMPTPI) kenapa papua ada referendum?

Jalan-jalan yang dibangun hanyalah akan membuka peluang investasi asing. Pembebasan lahan yang ada pun ganti ruginya tak pernah ada. Dan apa yang dilakukan presiden selama ini di papua mengendarai motor trail hanyalah sebuah pencitraan.

Disintegrasi papua jelas juga didorong oleh kepentingan asing. Seperti yang disampaiakan oleh wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (04/9).

“jadi kalau menurut saya, hanya orang luar yang menginginkan Indonesia Pecah, dan opini tentang Bintang Kejora, tuntutan referendum, Papua bukan merah putih sebagaimana diteriakkan oleh sebagian demonstran itu, ya pasti kepentingan asing, bukan kepentingan Indonesia” (tribunnews.com, 04/09).

Sebagai negara kesatuan, refendum adalah hal yang tidak boleh dilakukan. Namun sayangnya, pemerintah tidak mau buka mata atas apayang dialami oleh Papuan semakin memburuk.

Kerusuhan yang terjadi diduga sebagai bentuk protes makian rasis oknum di Surabaya. Kota itu sempat lumpuh karena ada pemblokiran jalan, kantor DPRD Papua barat dibakar. Selain itu, puluhan mahasiswa papua kembali mengibarkan bendera bintang kejora saat berunjuk rasa menuntut referendum di depan istana merdeka. (28/8).  Selain bendera puluhan mahasiswa juga terlihat mengenakan baju bergambar bintang kejora. CNNIndonesia.com.

Kisruh papua yang menutut referendum aliansi papua merdeka akan membuahkan dampak yang signifikan terhadap kepemilikan sumber daya alam papua.Motifnyatentutidakterlepasdarieksistensikepentingankelompoktertentudanpenjarahansumberdayaalamdenganmelepaskanbumicenderawasidariindonesia.

Jika negeri cenderawasi ( papua ) memisahkan diri dari indonesia, ini akan memberikan peluang yang besar terhadap Asing untuk menguasai kekayaan sumber daya alam papua. Bukan hanya menggarap dan mengambil puluhan ton perharinya. Melainkan menguasai sumber daya Alam papua secara keseluruhan. 

Sebut saja PT Freeport Indonesia yang terdapat di papua merupakan salah satu bentuk kepemilikan segelintir asing wabilkhusus dikelolah oleh Amerika Serikat. Terlihat sebagai kesejahteraan, namun pada dasarnya perusahaan tambang emas hanya sebatas nama yang sama sekali tidak membawa kesejahteraan bagi masyarakat papua khususnya. 


Faktanya yang ada kondisi masyarakat papua masih banyak yang jauh dari kata sejahtera. Hal serupa dapat terjadi karena kekayaan alam ini tidak dikuasai sepenuhnya oleh negara. Sebab kedaulatan yang hanya sekedar katanya adalah milik rakyat yang nyatanya berkiblat kepada Asing. Hal ini menunjukkan bahwa negara tidak memiliki power untuk menjaga papua yang menjadi tanggungjawabnya.


Negara berkewajiban untuk melindungi dan menyatuhkan bangsa. Dan memiliki peran penting sebagai junnah dan pemelihara urusan rakyat. Bukan malah sebaliknya menjadi poin penting bagi kepentingan Asing. 

“Al-muslimûna syurakâ`un fî tsalâtsin: fî al-kalâ`i wa al-mâ`i wa an-nâri”

Kaum Muslim berserikat dalam tiga perkara yaitu padang rumput, air dan api (HR. Abu Dawud dan Ahmad). Dalam perkara ini tidak boleh dimiliki oleh individu atau pun kelompok karena sepenuhnya digunakanuntuk meriayah rakyat bukan segelintir kepentingan kelompok.

Allah SWT berfirman:

وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا ۖ  وَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَآءً فَاَ لَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖۤ اِخْوَانًا  ۚ  وَكُنْتُمْ عَلٰى شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَاَنْقَذَكُمْ مِّنْهَا  ۗ  كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَـكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ
wa'tashimuu bihablillaahi jamii'aw wa laa tafarroquu wazkuruu ni'matallohi 'alaikum iz kuntum a'daaa`an fa allafa baina quluubikum fa ashbahtum bini'matihiii ikhwaanaa, wa kuntum 'alaa syafaa hufrotim minan-naari fa angqozakum min-haa, kazaalika yubayyinullohu lakum aayaatihii la'allakum tahtaduun

"Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 103)

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update