Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Peran Wanita dan Hari Keluarga Nasional

Monday, July 01, 2019 | July 01, 2019 WIB Last Updated 2019-07-01T13:11:15Z
Penulis : Sumriani Abdullah
(Anggota Forum Pena Dakwah Maros)

Bulan Mei lalu, dunia Internasional memperingati Hari Keluarga Internasional. Hari keluarga internasional ini diproklamirkan oleh PBB pada tahun 1993 lewat resolusi A/RES/47/237.

Tujuan perayaan ini adalah untuk mempromosikan kesadaran pentingnya berhubungan dengan keluarga dan meningkatkan pengetahuan terhadap proses sosial, ekonomi, dan demografi terhadap keluarga. Tribunnews.Com

Pada tanggal 29 Juni Bangsa Indonesia memperingati Hari Keluarga Nasional atau Harganas yang sudah terselenggara setiap tahunnya sejak tahun 1993. Puncak acara Harganas XXVI Tahun 2019 akan digelar pada awal Juli 2019 di kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Tema Harganas tahun ini adalah "Cinta Keluarga, Cinta Terencana".

Adapun tujuan dari peringatan Harganas adalah meningkatkan kesadaran dan peran serta masyarakat terhadap pentingnya keluarga kecil, bahagia, dan sejahtera dalam kerangka ketahanan keluarga.

Selain itu juga bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat dalam penerapan delapan fungsi keluarga yakni agama, cinta kasih, perlindungan, ekonomi, pendidikan, reproduksi, sosial dan budaya, serta lingkungan.

Dan yang terakhir adalah bertujuan untuk mewujudkan penerapan empat pendekatan ketahanan keluarga yakni keluarga berkumpul, keluarga berinteraksi, keluarga berdua serta keluarga peduli dan berbagi. Fajar.Co.Id.

Harus waspada
Nah, apa yang perlu kita waspadai di balik Hari Keluarga Nasional ataupun Internasional ini adalah bahwa peringatan hari keluarga tersebut dijadikan momentum untuk menderaskan paham kesetaraan gender.

Kesetaraan gender, dikenal juga sebagai keadilan gender, adalah pandangan bahwa semua orang harus menerima perlakuan yang setara dan tidak didiskriminasi berdasarkan identitas gender mereka, yang bersifat kodrati.

Ini adalah salah satu tujuan dari Deklarasi Universal Hak asasi Manusia, PBB yang berusaha untuk menciptakan kesetaraan dalam bidang sosial dan hukum, seperti dalam aktivitas demokrasi dan memastikan akses pekerjaan yang setara dan upah yang sama.

Fakta hari ini kita melihat bahwa bumingnya pelanggaran hak-hak perempuan, bahkan semakin hari semakin parah. Wanita terus menjadi objek komoditi dari rusaknya sistem hidup sekuler, mereka tak lagi berperan sesuai fitrahnya. 

Berbagai upaya dilakukan untuk menyeret wanita karena public, memberdayakan perempuan dalam bidang ekonomi, telah menjadi senjata ampuh bagi parah pengusung peminis. Sehingga para wanita menuntut menyetarakan diri dengan laki-laki dan itu bisa berdapak sangat besar untuk menyumbang kehancuran terhadap generasi kedepan.

Tidak sedikit, wanita muslimah yang terlibat dengan pemikiran kufur ini. Dari satu kasus ke kasus lain menjadi momok mengerikan, stres, depresi Kerap kali melekat pada wanita yang terpaksa menjadi tulang punggung keluarga, mereka pada akhirnya harus mengorbankan diri dan melepaskan hak-hak nya tak sedikit juga yang akhirnya sampai menghilangkan nyawa buah hati akibat keputus asaan. Angka perceraian yang terus meningkat. Aborsi, pelacuran, sekali lagi wanitalah yang menjadi korban atas kekejaman ini.

Kampanye feminis wajib untuk di tolak oleh para wanita karena sejatinya mereka tidak memberi solusi yang sangat dibutuhkan untuk menjamin dan melindungi hak-hak wanita.

 Peran wanita dalam Islam

Yang menjadi akar permasalahan semua yang mendera wanita saat ini adalah penerapan sistem Kapitalisme yang melahirkan kehidupan sekuler, memisahkan agama dari kehidupan kita, tidak bisa menutup mata dan melakukan pembinaan terhadap permasalahan ini. Semua yang diklaim oleh para aktivis feminis sesungguhnya adalah permasalahan umat yang menuntut lelaki atau wanita memberikan solusi terbaik dan hakiki. Tentunya solusi tersebut tidak akan pernah kita temukan selain dalam aturan yang berdasarkan bimbingan wahyu Illahi, aturan Allah SWT dalam mengatur sistem kehidupan secara individu, masyarakat maupun bernegara.

Sesungguhnya Allah SWT telah menetapkan bahwa peran utama wanita adalah menjaga generasi, yakni ibu dan meneger rumah tangga. sebuah peran yang sangat strategi dan politis bagi sebuah bangsa dan umat. Untuk itu Allah SWT menetapkan berbagai aturan yang menjaga kaum wanita serta menjaga kehormatan mereka sehingga posisi strategi itu dapat berjalan sebagaimana seharusnya.

Islam tidak mengekang dan memasung wanita sebagaimana tuduhan para feminis, Islam membuka ruang bagi kaum wanita untuk terlibat dalam kehidupan umum, berkiprah dalam aktivitas-aktivitas yang dibolehkan seperti berjual-beli, ataupun aktivitas yang menjadi kewajiban wanita yaitu menuntut ilmu dan berdakwah. tentunya hal ini harus berjalan sesuai ketentuan Syara.

Demi suksesnya peran strategi wanita, Islam tak membebani mereka dengan tugas-tugas berat yang menyita tenaga, pikiran dan waktu seperti menjadi penguasa. Islam mewajibkan mereka mengontrol penguasa dan menjaga pelaksanaan syariat ditengah umat dengan aktifitas dakwah dan muhasabah, baik secara individu maupun Jamaah. 

Islam bahkan mewajibkan para penguasa menyediakan seluruh fasilitas yang menjamin pelaksanaan tugas mereka sebagai Ibu yang mencetak generasi pemimpin seperti halnya fasilitas kesehatan dan fasilitas pendidikan hingga kaum wanita memiliki kecerdasan sebagai pendidik dan komunitas kesehatan yang mempunyai juga kewajiban menjamin keamanan bagi rakyat yang memungkinkan kaum perempuan bisa berkipra dalam ruang publik sesuai batasan syariat yang diberikan.

Semua yang terjadi pada wanita tidak mungkin terjadi ketika aturan mejadikan mereka memiliki perisai kuat di Dunia dan akhirat digunakan sebagai solusi problematika hidup manusia, yang mampu memberikan penyelesaian yang sempurna dan memoleskan. Kalau bukan aturan Islam terus aturan apalagi yang menjadi solusi, telah terbukti keterbatasan akal manusia membuat aturan telah menjadikan wanita hidup tanpa perisai dan menjerumuskan mereka kedalam Neraka.

Ideologi Islam satu-satunya pemikiran sejati terbukti dalam sejarah peradaban dunia menaungi kehidupan dengan jaminan solusi bagi problematika hidup manusia. Umat Islam memiliki potensi sumber daya Alam dan sumber daya manusia yang melimpah ruah dan potensi kebangkitan Islam itu sangat besar untuk membebaskan wanita dari belenggu kezaliman.
Wallahu Alam bish-shawab.
×
Berita Terbaru Update