Penulis : Yunita
Andoolo, Sulawesi Tenggara
Slogan "Guru digugu dan ditiru" seakan sudah tak berlaku lagi bagi tiga guru asal Kecamatan Cikeusal, Serang, Banten. Mereka harus berurusan dengan Polres setempat lantaran melakukan tindakan asusila dengan tiga orang siswinya sendiri.
Tentu sangat disayangkan, ketika seorang guru yang seharusnya memberikan teladan bagi anak didik justru merusak masa depannya. Inilah imbas dari liberalisme. Pergaulan bebas menyasar siapa saja. Sosok pendidik pun tak lepas jadi mangsanya.
Padahal, dalam Islam, posisi guru sangat dimuliakan. Belum lagi, interaksi pria dan wanita pun diatur sedemikian rupa. Dimana tidak ada percakapan sia-sia antar non mahram, baik melalui khalwat maupun ikhtilat. Sehingga, kasus seperti ini akan dapat diminimalisir, bahkan teratasi. Terlebih, setiap individu memahami aturan agama, ada kontrol masyakat yang mengikat, serta sanksi tegas dari negara.
