Oleh. Rika Kamila, S. Ag.
Nusantaranews.net, dalam kehidupan sehari-hari, anak muda seringkali memiliki sudut pandang atau Point of View (PoV) yang berbeda dengan orang tua maupun guru. Perbedaan ini mencakup berbagai hal, mulai dari cara menyikapi masa depan, prinsip hidup, hingga sikap dalam menghadapi suatu persoalan. Bagi generasi muda, sudut pandang ini sangat penting karena seringkali menjadi dasar dari gaya hidup mereka. Namun, dari mana sebenarnya sudut pandang tersebut terbentuk?
Pengaruh Media Sosial dan Kapitalisme Global
Saat ini, anak muda sangat rentan terpengaruh oleh pandangan yang sedang ramai dibicarakan di lingkungan sekitar maupun di dunia maya. Media sosial memiliki peran yang sangat besar dalam menyebarkan nilai-nilai sekuler dan kapitalistik.
Tanpa disadari, sistem kapitalisme global menjadikan anak muda sebagai target pasar utama untuk mengeruk keuntungan. Berbagai tren gaya hidup diciptakan dan dipromosikan secara masif, mulai dari produk kosmetik, kuliner, pariwisata, hingga pakaian.
Akibat gempuran informasi ini, sebagian remaja terseret ke dalam budaya yang terlalu mengutamakan materi, pola hidup konsumtif, serta kebebasan tanpa batasan norma.
Menumbuhkan Sikap Kritis dan Selektif
Melihat kondisi tersebut, anak muda muslim harus menyadari bahwa tren yang sedang viral di media sosial belum tentu merupakan sebuah kebenaran. Kebutuhan gaya hidup yang tampak di ruang publik seringkali bukan kebutuhan yang sebenarnya, melainkan hasil rekayasa pasar global.
Oleh karena itu, penting bagi generasi muda untuk bersikap selektif, kritis, dan waspada terhadap berbagai informasi maupun tren yang masuk melalui media sosial.
Pandangan Hidup Menurut Islam
Islam memiliki sudut pandang yang khas dan mulia. Tujuan utama kehidupan seorang Muslim bukanlah untuk memuja materi atau kebebasan tanpa arah, melainkan untuk mencari keridaan Allah SWT.
Dengan pandangan hidup yang benar, Islam mendidik generasi muda agar memiliki kepribadian yang luhur. Generasi muda tidak diposisikan sekadar sebagai konsumen, melainkan dipersiapkan sebagai agen perubahan yang cerdas, berakhlak mulia, dan siap membangun peradaban yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
