Oleh Feni Rosfiani
Aktivis Dakwah
Bullying atau perundungan bukanlah hal yang sepele bagi
seorang anak. Berdasarkan fakta-fakta yang ada saat ini, korban bullying tidak
hanya merasakan efek buruk dalam jangka pendek, melainkan akan terus
merasakannya bahkan hingga dewasa. Bahkan, dampaknya tidak hanya menyerang
fisik, tetapi juga kesehatan mental. Maka tak jarang, korban bullying harus
rutin berkonsultasi dengan psikiater untuk memulihkan kondisi mentalnya.
Apalagi
dalam sistem kapitalisme saat ini, melahirkan generasi terbaik adalah suatu
kemustahilan. Mengapa? Karena alih-alih diberikan pendidikan terbaik yang
sesuai dengan ajaran Islam, masyarakat justru harus dihadapkan pada biaya
pendidikan yang sangat mahal. Sementara itu, di tengah kondisi ekonomi saat
ini, memenuhi biaya bertahan hidup saja sudah cukup sulit bagi masyarakat
menengah ke bawah.
Sungguh
sangat jelas, hal ini menunjukkan bahwa negara abai dalam memberikan
perlindungan dan rasa aman bagi rakyatnya, terutama untuk anak-anak atau
generasi muda. Tidak ada pula upaya signifikan yang dilakukan oleh negara dalam
menyelesaikan masalah bullying ini. Buktinya, kasus bullying kian
bertambah, bukan?
Dalam
sistem Islam, pemerintah mempunyai tujuan yang lengkap, luas, dan menyeluruh
dalam mewujudkan generasi yang cemerlang dan mustanir. Sarana dan prasarana
yang menunjang pendidikan akan disediakan oleh negara tanpa dipungut biaya
sepeser pun, tanpa terkecuali. Sistem pendidikan yang diberikan pun berbasis
kurikulum Islam dengan guru-guru yang kompeten, sehingga kepribadian Islam akan
terbentuk pada diri generasi muda. Namun tidak hanya itu, agar kasus
perundungan tidak kembali terjadi, negara harus menindak tegas para pelaku
perundungan sehingga memberikan efek jera dan mencegah mereka mengulangi
perbuatan tersebut. Maka dari itu, marilah kita bersama-sama berdoa dan ikut
berjuang agar sistem Islam kembali menaungi seluruh dunia ini, demi terciptanya
generasi penerus yang cemerlang.
Wallahualam bissawab.
