Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Program Rekonstruksi Lahan Kementerian Pertanian Percepat Pemulihan Sawah Masyarakat : Sawah Terdampak Bencana di Kubang Rasau Kembali Produktif dan Berhasil Dipanen

Tuesday, September 15, 2026 | September 15, 2026 WIB Last Updated 2026-09-16T07:29:22Z


Nusantaranews.net, Lima Puluh Kota – Harapan kembali tumbuh di lahan pertanian Jorong Kubang Rasau Nagari Balai Panjang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota. 

Sebanyak 19 hektare lahan sawah terdampak bencana dengan kategori kerusakan ringan yang sebelumnya mengalami kondisi tidak dapat berproduksi dan sebagian mengalami gagal panen, kini telah kembali produktif dan berhasil dipanen pada awal September 2026.


Pemulihan tersebut merupakan bagian dari program intervensi rekonstruksi lahan pertanian terdampak bencana dari Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Kementerian Pertanian, yang ditujukan untuk mempercepat pemulihan lahan pertanian masyarakat agar dapat kembali dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya.

Pelaksanaan rekonstruksi dilakukan secara swakelola oleh kelompok penerima manfaat, KWT Rasau Saiyo, dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat. 

Pekerjaan pemulihan telah dimulai sejak April 2026, kemudian dilanjutkan dengan pengolahan dan penanaman secara bertahap mulai akhir 2026 hingga Juni 2026.


Dalam proses pemulihan tersebut, pengolahan lahan juga didukung oleh mesin pengolahan lahan dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Lima Puluh Kota. Penggunaan mesin pertanian tersebut membantu mempercepat proses pengolahan lahan sehingga sawah dapat segera dipersiapkan untuk ditanami sesuai dengan target waktu yang telah ditetapkan.

Setelah melalui proses pemulihan, pengolahan lahan, penanaman dan pemeliharaan tanaman, hasilnya mulai dirasakan masyarakat. 
Pada awal September 2026, lahan seluas 19 hektare tersebut telah memasuki masa panen.

Dari Tidak Panen Menjadi Panen Kembali

Keberhasilan pemulihan lahan di Kubang Rasau menjadi salah satu gambaran nyata bahwa intervensi pemerintah pada lahan pertanian terdampak bencana dapat memberikan manfaat langsung apabila dilaksanakan secara terpadu dan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama.

Lahan yang sebelumnya terdampak dan mengalami kondisi tidak panen atau gagal panen kini kembali menghasilkan. Pemulihan ini tidak hanya mengembalikan fungsi lahan, tetapi juga membuka kembali kesempatan bagi masyarakat untuk melanjutkan usaha tani dan memperoleh hasil dari lahan mereka.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Lima Puluh Kota, Bapak Witra Persepwandi, menyampaikan apresiasi terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam proses pemulihan tersebut.

“Yang kita harapkan dari program rekonstruksi lahan ini bukan hanya selesainya pekerjaan, tetapi bagaimana lahan masyarakat yang terdampak bencana benar-benar bisa kembali ditanami dan menghasilkan. Hari ini kita melihat sendiri, lahan yang sebelumnya tidak dapat memberikan hasil sudah kembali produktif dan dapat dipanen.”

Menurutnya, percepatan pemulihan tidak terlepas dari kerja bersama antara pemerintah, kelompok masyarakat, pemerintahan nagari serta unsur kewilayahan.

Selain dukungan program dari Kementerian Pertanian dan fasilitasi mesin pengolahan lahan dari Distanhortbun Kabupaten Lima Puluh Kota, Pemerintahan Nagari Balai Panjang, Babinsa dan Bhabinkamtibmas turut memberikan dukungan dan berpartisipasi dalam proses pemulihan di lapangan.


Gotong Royong Menjadi Kekuatan Pemulihan

Keterlibatan aktif masyarakat dalam bantuan pemerintah KWT Rasau Saiyo melalui menjadi bagian penting dalam keberhasilan program. Pekerjaan secara swakelola dilakukan dengan mengoptimalkan tenaga dan kemampuan kelompok, sementara dukungan mesin pengolahan lahan membantu mempercepat tahapan pekerjaan yang membutuhkan pengolahan secara mekanis.

Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa pemulihan pertanian pascabencana membutuhkan kerja bersama dan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah.

“Ini merupakan contoh bahwa pemerintah hadir, masyarakat bergerak, dan semua pihak bergotong royong untuk mengembalikan produktivitas lahan. Kita ingin pemulihan lahan pertanian benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani,” ujar Witra Persepwandi.

Keberhasilan pemulihan 19 hektare lahan sawah di Nagari Jorong Kubang Rasau Nagari Balai Panjang Kecamatan Lareh Sago Halaban diharapkan dapat menjadi motivasi bagi masyarakat dan menjadi pembelajaran dalam percepatan pemulihan lahan pertanian terdampak bencana di wilayah lainnya.

Dari lahan yang terdampak, masyarakat kembali menanam. Dari lahan yang sebelumnya tidak menghasilkan, kini kembali dipanen.

“Pulihkan Lahannya, Tanam Kembali, Panen Kembali,” begitulah motto dari Dinas Pertanian Kabupaten Limapuluh Kota.(****)
×
Berita Terbaru Update