Bupati Tanggamus Letakkan Batu Pertama Musholla Al Afif, Jadi Pengingat Integritas APIP
TANGGAMUS (Nusantaranews.net) Bandar Lampung - Bupati Tanggamus Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H., bersama Sekretaris Daerah, Inspektur Daerah, Asisten Daerah I, II dan III serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), menghadiri sekaligus melakukan peletakan batu pertama pembangunan Musholla Al Afif di lingkungan Inspektorat Daerah Kabupaten Tanggamus, Selasa (15/9/2026).
Peletakan batu pertama yang berlangsung di Kantor Inspektorat Daerah Kabupaten Tanggamus tersebut menjadi bagian dari upaya penyediaan sarana ibadah bagi jajaran Inspektorat, sekaligus memperkuat nilai moral dan keagamaan dalam pelaksanaan tugas pemerintahan.
Inspektur Daerah Kabupaten Tanggamus, Suhendar Zuber, mengatakan keberadaan Musholla Al Afif diharapkan tidak sekadar menjadi tempat beribadah, tetapi juga menjadi pengingat bagi jajaran Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) mengenai pentingnya moral dan integritas dalam menjalankan tugas pengawasan.
“Pembangunan Musholla Al Afif ini diharapkan menjadi simbol peningkatan moral selaku APIP, sehingga dalam menjalankan tugas pemeriksaan ke objek pemeriksaan (obrik), seluruh jajaran Inspektorat Daerah dapat senantiasa menjaga integritas,” ujar Suhendar Zuber.
Menurutnya, pembangunan musholla tersebut bersumber dari swadaya jajaran Inspektorat Daerah. Dukungan juga diberikan Bupati Tanggamus serta para pejabat yang hadir dalam kegiatan tersebut.
“Pembangunan ini bersumber dari swadaya jajaran Inspektorat. Alhamdulillah, Bapak Bupati juga secara spontan berkenan memberikan dukungan dan menyumbang untuk pembangunan musholla ini. Demikian juga dengan para pejabat yang hadir,” katanya.
Peletakan batu pertama dilakukan secara simbolis oleh Bupati Tanggamus bersama jajaran pejabat yang hadir.
Pembangunan Musholla Al Afif diharapkan dapat berjalan lancar dan nantinya tidak hanya dimanfaatkan oleh jajaran Inspektorat Daerah, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar lingkungan kantor.
Bagi Inspektorat sebagai lembaga pengawasan internal pemerintah, keberadaan musholla tersebut diharapkan menjadi pengingat bahwa tugas pengawasan tidak hanya menuntut ketelitian dalam memeriksa administrasi dan penggunaan anggaran, tetapi juga membutuhkan integritas dalam setiap pelaksanaannya.(Rian.G)
