Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Anak-Anak Palestina menjadi Tahanan Zionis, Dimana Pembelaan Kaum Muslim Dunia?

Monday, September 14, 2026 | September 14, 2026 WIB Last Updated 2026-09-14T08:10:37Z
 
Oleh Suryani
Pegiat Literasi

Dunia anak adalah bermain dan belajar, tentu dalam pengasuhan dan perlindungan keluarga, lingkungan juga negara. Namun tidak di Palestina, genosida yang sudah berlangsung lebih dari 1000 hari telah merenggut masa depan mereka, ribuan anak syahid, cacat bahkan mengalami penyiksaan dalam penjara.
Kelompok hak asasi, Palestinian Center for Prisoners’ Advocacy melaporkan, sekitar 370 anak Palestina saat ini ditahan di penjara-penjara Israel. Sebagian besar anak-anak tersebut berada di penjara Megiddo dan Ofer. Mereka merupakan sebagian dari total jumlah 9.400 tahanan dan narapidana Palestina yang di tahan Zionis hingga awal Agustus 2026.
Laporan itu pun menyebutkan, bahwa penahanan anak-anak Palestina oleh Zionis tidak lagi terbatas pada adanya kasus-kasus tertentu, akan tetapi penahanan itu kini telah menjadi praktik yang berulang dalam kampanye penangkapan warga di seluruh Tepi Barat yang diduduki Yerussalam Timur. 
Menurutnya, pasukan Zionis telah menahan 276 anak Palestina hanya dalam +rentang waktu enam bulan pertama tahun ini. Selain itu, penggunaan penahanan administrasi memungkinkan warga Palestina ditahan tanpa dakwaan persidangan selama periode tertentu yang dapat diperpanjang berdasarkan bukti yang tidak diungkapkan kepada publik. (Kompas.com, 25/08/2026)
Data dari Komisi Palestina Urusan Tahanan dan Mantan Tahanan tahun 2019, kasus penangkapan anak-anak Palestina oleh militer Israel telah melampaui angka 50.000 sejak tahun 1967. Sebuah Angka yang sangat besar namun tidak mampu membuka mata dunia, mereka tetap diam membisu tanpa melakukan tindakan apapun untuk menghentikannya 
Penangkapan anak di bawah umur adalah bagian dari kebijakan sistematis Zionis Israel untuk menghancurkan masa depan anak-anak Palestina. Mereka sangat memahami bagaimana kerasnya perjuangan untuk mempertahankan tanah yang telah menjadi milik kaum muslim dari ratusan tahun yang lalu. Walau mereka masih anak-anak, tetapi semangat perlawanan terhadap Zionis tidak diragukan lagi.
Penangkapan dan penawanan terhadap anak-anak merupakan strategi untuk menekan dan mengintimidasi perlawanan rakyat Palestina. Tujuannya jelas agar kaum muslim di sana merasa takut hingga rela melepaskan tanahnya untuk dikuasai penjajah. Zionis makin berlaku sewenang-wenang mengingat bungkamnya dunia tidak terkecuali pemimpin-pemimpin kaum muslim diberbagai belahan dunia.
Sejatinya, apa yang dilakukan kaum zionis terhadap anak-anak merupakan kejahatan kemanusiaan yang bertentangan dengan syariat Islam. Seharusnya ada perhatian yang khusus dan tindakan nyata dari kaum muslim khususnya mereka yang memiliki otiritas dan kemampuan untuk menyudahi kebiadaban zionis. Karena satu nyawa yang hilang dalam Islam ibarat telah membunuh semua manusia di muka bumi, karena begitu berharganya nyawa manusia.
Para penguasa di negeri-negeri muslim hari ini tetap membisu dan tidak berupaya membebaskan anak-anak Palestina dari penjara Zionis Israel. Justru mereka bergandengan dan menampakkan keloyalan dengan negara pendukung Zionis, salah satunya Amerika Serikat (AS). Sebagai negara pengusung sistem kapitalisme yang kini diterapkan oleh negeri-negeri muslim di seluruh dunia, AS diketahui sangat mendukung penjajahan Israel atas Palestina.
Para penguasa muslim yang terpilih saat ini adalah mereka yang tunduk pada kepemimpinan AS sebagai negara adidaya dan dipersiapkan untuk menjadi agen Barat demi melanggengkan hegemoninya di negeri-negeri muslim di seluruh dunia. Itulah sebabnya mereka tidak ada satupun yang berani membebaskan saudaranya di Palestina dari kekejaman Zionis.
Inilah fakta kepemimpinan dalam naungan sistem kapitalis yang jelas merupakan bentuk penjajahan modern yang keberadaannya harus segera diakhiri. Umat pun harus dipahamkan tentang kebusukan kapitalis, yang telah melanggengkan penjajahan terhadap warga Palestina, sehingga terbangkitkan rasa ingin membela saudaranya yang tengah dijajah oleh Israel. Melakukan jihad fii sabilillah sebagai bentuk perlawanan atas kekejaman penjajah.
Segala bentuk intimidasi dan ancaman Zionis tidak boleh menyurutkan perjuangan pembebasan Palestina. Sebaliknya kaum muslim harus terus bersemangat menyongsong kemenangan yang telah Allah janjikan. Karena sejatinya kebatilan akan lenyap, dan cahaya kebenaran akan kembali menyinari kehidupan. Sebagaimana firman Allah Swt. yang berbunyi:
"Allah telah menjanjikan kepada orang-orang diantara kamu yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa..." (TQS an-Nur ayat 55)
Jalan kemenangan dimulai dengan persatuan umat dalam satu kepemimpinan dan pemerintahan, yaitu dalam naungan Khilafah Islamiyah. Khalifah sang pemimpin akan memimpin tentara Islam untuk berjihad. Itulah yang akan menjadi kunci pembebasan Palestina dari penjajahan Zionis Israel. 
Islam memiliki seperangkat aturan untuk mengatur perlindungan terhadap anak-anak di saat perang, yaitu dengan memuliakan, menjaga dan memberi harapan masa depan. Sebagaimana yang pernah dilakukan Khalifah Umar bin Khattab, yang selalu memberikan arahan kepada pasukannya sebelum berangkat perang, agar tidak membunuh anak-anak, wanita, lansia dan rakyat sipil yang tidak terlibat perang. Jangan merusak pohon atau tanaman lainnya, tidak menghancurkan sarana-sarana umum termasuk rumah ibadah agama manapun.
Itu semua sangat diperhatikan oleh kaum muslim ketika berperang, karena tujuan berperang bukan untuk menjajah tetapi untuk membebaskan manusia dari penghambaan kepada mahluk menuju penghambaan pada Allah semata. Menyebarkan ideologi Islam untuk diterapkan dalam kehidupan termasuk pengelolaan bumi berdasarkan tuntunan Ilahi.
Dengan adanya jihad, maka Islam dapat berkembang pesat menyebar luas hingga dua pertiga dunia sebagaimana yang pernah terjadi. Ketika satu wilayah tersentuh Islam maka pasti ditemui di dalamnya keadilan dan kesejahteraan. Bukan hanya anak-anak yang akan terjaga tetapi Islam akan menyebarkan rahmat bagi bumi dan seisinya.
Wallahu alam bi sawwab.





×
Berita Terbaru Update