Oleh. Puji
Bangku bangku murid kelas satu di sejumlah Sekolah Dasar Negeri (SDN) banyak tidak terisi, bahkan ada yang semuanya kosong pada tahun ajaran 2026/2027. Di Bandar Lampung, Solo, Semarang dan beberapa daerah lain jumlah murid baru SDN hanya satu hingga lima anak dari puluhan kursi yang tersedia ( https://www.bbc.com/20/7/2026).
Krisis murid baru di SD Negeri ini terjadi dengan beberapa penyebabnya adalah jumlah anak usia sekolah yang makin minim di sekitarnya. Hal ini dikarenakan pertumbuhan penduduk menurun, generasi menua dan urbanisasi. Selain itu, adanya pergeseran orientasi pendidikan masyarakat yang lebih memilih sekolah swasta bagi anaknya. Apalagi sekolah swasta yang mengajarkan pendidikan agama (ibadah, mengaji dan akhlak). Terlebih lagi, orang tua takut keselamatan anaknya karena kerusakan dan kenakalan remaja makin banyak.
Perubahan struktur demografi ( penduduk menua) terjadi karena program pemerintah yang menjadikan jumlah kelahiran menurun. Kegagalan kebijakan ekonomi membuat biaya hidup tinggi dan kesejahteraan sulit diraih sehingga pasangan muda enggan punya anak. Urbanisasi marak karena kesenjangan pendapatan desa dan kota. Inilah salah satu faktor yang mempengaruhi adanya krisis murid baru yang ada di SD Negeri.
Terlebih lagi sikap orang tua yang lebih memilih sekolah yang mengajarkan agama dibandingkan sekitar negeri menunjukkan kekhawatiran besar terhadap kerusakan generasi hari ini. Orang tua semakin khawatir anaknya terpengaruh pada kerusakan moral maupun pergaulan bebas dan narkoba akibat dari sistem sekuler liberal. Apalagi maraknya berita tentang berbagai kerusakan moral hingga tindak kriminal di kalangan anak sekolah. Hal ini juga yang menjadi bahan pertimbangan bagi para orang tua untuk lebih memilihkan sekolah berbasis agama dan akhlak untuk membentengi anaknya dengan iman, takwa untuk bisa meraih prestasi. Ini juga yang menyebabkan sekolah SD negeri mengalami krisis murid baru pada tahun ajaran baru 2026/2027.
Islam memandang bahwa pendidikan adalah kebutuhan dasar dan pilar penting pembangunan bangsa. Islam menjadikan negara bertanggungjawab penuh untuk menjamin ketersediaan dan pemerataan pendidikan berkualitas dan gratis bagi seluruh masyarakat baik desa maupun kota. Dalam Islam pendidikan agama dan akhlak sebagai pondasi di semua sekolah terlebih sekolah negeri. Dalam Islam tidak ada dikotomi antar sekolah satu dengan sekolah lainnya karena yang menjadi pondasi dasarnya adalah aqidah Islam, akhlak dan kompetensi keahlian untuk bisa menjadikan generasi yang beriman, berakhlaq dan berprestasi.

No comments:
Post a Comment