Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Penyakit HIV Merajalela, Islam Solusinya

Thursday, August 13, 2026 | August 13, 2026 WIB Last Updated 2026-08-13T02:12:03Z



Oleh Suherti

Aktivis Dakwah

Nusantaranews.net, Kepribadian setiap manusia ditentukan oleh pola pikir dan pola sikapnya, yang tercermin pada kehidupan sehari-harinya dalam menentukan cara yang digunakan untuk memikirkan sesuatu dan juga cara untuk memenuhi tuntutan naluri dan kebutuhan jasmaninya. Berdasarkan kaidah yang diimani dan di yakininya. Sebab itulah pemilihan cara harus yang tepat agar tidak memicu probematika dalam kehidupan. Baik dalam ranah kehidupan pribadi, bermasyarakat, dan bernegara.

Baru-baru ini fakta dalam bidang kesehatan sangat mengejutkan. Menurut Dinas Kesehatan Pemkab Sidoarjo mencatat sebanyak 7.230 orang hidup dengan Human Immunodeficiency Virus (HIV) berdasarkan data kumulatif sejak 2001 hingga Juni 2026. Dari jumlah tersebut, mirisnya 522 orang merupakan pelajar dari jenjang PAUD hingga SMA. ( KumparanNEWS.com 24 juli 2026).

Hal ini mengundang banyak petanyaan, mengapa penyakit yang dari dulu belum di temukan obatnya bisa secepat itu merajalela di Indonesia? Baru satu daerah saja jumlah data kasusnya fantastis, apalagi jika data seluruh Indonesia di kumpulkan, tentu jumlahnya akan lebih mengejutkan lagi.  Faktor apa sebenarnya yang memicu terjadinya bencana tersebut di negeri yang mayoritas muslim terbesar di dunia ini?

Jika kita meneliti dari cara penyebaran penyakit HIV dengan seksama ternyata faktor penyebabnya memiliki kekhususan, yang artinya tidak muda menular jika hanya beriteraksi secara kehidupan umum seperti makan, minum bersama, bersalaman, tidak akan menularkan penyakit tersebut. Akan tetapi cara  penularan tertingginya melalui Hubungan seksual beresiko seperti Seks bebas tanpa kondom dan ganti pasangan, yang lebih miris lagi di dominasi Kelompok Lelaki Seks Lelaki menjadi penyumbang terbesar kasus tersebut, yang artinya perilaku LGBT telah marak juga di Indonesia.

Penggunaan narkoba jarum suntik bergantian juga menjadi faktor penyebabnya, pengaruh media sosial dan pergaulan bebas, internet, kehidupan malam yang di jadikan budaya meniru gaya hidup barat,yang dianggap simbol sebagai bagian dari modernitas, dan faktor lain penyebabnya adalah penularan vertikal ibu ke anak, dan yang lebih di sayangkan solusi yang ditawarkan dan dilakukan oleh pemerintah seringkali tidak menyentuh akar permasalahan agar bisa  teratasi secara tuntas, akan tetapi hanya mampu menyodorkan solusi untuk mencegah agar tidak bertambah banyak penderitanya, selama ini upaya yang dilakukan hanya bergelut melalui program

Edukasi, kampanye, skrining massal, pemberian kondom, jarum steril, dan pengobatan ARV. DPRD Jatim desak skrining dini masif yang pengaruhnya tidak menyentuh akar penyebab munculnya penyakit tersebut sehingga pemerintah jelas telah gagal menyelesaikan masalah ini dengan aturan Kapitalisnya.

Dalam Islam Allah dengan tegas melarang umatnya mendekati zinah

QS. Al-Isra' ayat 32 Artinya:

"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk."

Allah tidak cuma melarang "berzina", tapi "mendekati zina". Artinya semua pintu yang bisa mengantar ke zina juga dilarang seperti pacaran bebas, khalwat, buka aurat, lihat hal porno yang bisa menghantarkan pada perbuatan zina, agar tertutup semua cela. Karena ternyata zina itu bertahap. Dimulai dari pandangan, khalwat, sentuhan, baru zina.

Islam juga perintahkan menundukkan pandangan, tidak berduaan dengan lawan jenis bukan mahram, menjaga aurat dan menikah jika sudah mampu, mengatur hubungan antara laki-laki  dan perempuan dalam kehidupan umum dan kehidupan khusus agar tidak terjadi pelanggaran hukum syara.

Islam juga dengan tegas akan menghukum bagi pezina laki-laki dan perempuan jika sudah menikah maka hukumannya Rajam, dan jika masi belum menikah maka dengan dera cambuk 100 kali, dengan tidak ada bekas kasihan dan di saksikan oleh masyrakat agar masyarakat sadar dan mengetahui sehingga akan berfikir 1000 kali jika ingin melakukan dosa Zina, sebab hukum dalam Islam dapat menghapus dosa sekaligus menimbulkan efek jerah bagi semua umat, dalam Islam setiap perbuatan di dunia akan dimintai pertanggungjawaban kelak di akherat sehingga di dunia tempatnya menumpuk amal kebaikan  dengan menjauhi sejauh mungkin kemaksiatan.

Masyarakat yang memiliki pola pikir dan pola sikap islami, hanya dapat terbentuk jika negara menerapkan aturan Islam secara keseluruhan dalam bingkai Daulah Islam, yang akan menerapkan aturaan Islam secara keseluruhan, sehingga hukum-hukum yang terdapat dalam Al-Qur'an dapat di laksanakan dalam kehidupan sehari-hari sehingga Islam  menjadi rahmat bagi seluruh alam dapat terwujud. Wallahu'alam bissawab.



×
Berita Terbaru Update