Oleh Yulia Rosmiati
Pendidik Generasi
Nusantaranews.net, Maraknya pemberitaan kasus HIV pada pelajar di Sidoarjo kini telah menjadi perhatian serius bagi masyarakat. Berdasarkan data Dinas Kesehatan, sejak tahun 2001-2026 tercatat ada ribuan kasus HIV. Ironisnya, sebagian penderitanya di antaranya berasal dari kalangan pelajar. Remaja yang terpapar HIV sangat besar jumlahnya, yakni mencapai 522 pelajar. Angka ini sebenarnya merupakan data kumulatif dalam rentang waktu yang sangat panjang dan mencakup berbagai lini pendidikan.
Namun, perlu dipahami bahwa persoalan ini tidak bisa dilihat hanya dari angka semata. Faktor penyebab penularan HIV sangat beragam, mulai dari pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, hingga kurangnya edukasi kesehatan yang tepat. Oleh karena itu, solusi yang ditawarkan tentunya harus menyentuh akar permasalahan yang menyeluruh, bukan sekadar penanganan medis.
Dalam perspektif Islam, solusi terhadap problem sosial seperti ini harus bersifat kaffah (menyeluruh), mencakup aspek individu, keluarga, masyarakat, dan peran dari negara.
Solusi yang ditawarkan Islam sebagai berikut :
1. Pembinaan akidah dan akhlak individu.
Islam menekankan pentingnya untuk menjaga diri
dari perbuatan zina dan segala hal yang mendekatinya. Pendidikan iman sejak
dini akan menjadi benteng kuat bagi generasi muda agar tidak terjerumus ke
dalam perilaku berisiko. Allah Swt. berfirman agar manusia tidak mendekati
zina, karena itu merupakan perbuatan keji dan mungkar.
2. Peran keluarga sebagai benteng utama.
Orang tua memiliki
tanggung jawab besar dalam mendidik dan mengawasi pergaulan anak. Kehangatan,
komunikasi yang baik, serta penanaman nilai agama akan membentuk karakter anak
yang kuat dan bertanggung jawab.
3. Peran masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat.
Islam memerintahkan kepada umatnya untuk amar ma’ruf
nahi munkar, yaitu saling mengingatkan dalam kebaikan dan mencegah kemungkaran.
Lingkungan yang peduli dan pemahaman agamanya baik akan membantu mencegah
penyimpangan perilaku di kalangan para remaja.
Dalam Islam kaffah, negara wajib menyediakan pendidikan berbasis akidah, menutup akses terhadap hal-hal yang merusak moral seperti pornografi dan narkoba, serta menerapkan hukum yang tegas agar ada efek jera. Selain itu, negara juga wajib memberikan layanan kesehatan yang optimal bagi penderita HIV tanpa diskriminasi.
5. Penanganan medis dan edukasi dilakukan secara yang benar.Islam tidak menolak ilmu pengetahuan. Pengobatan/terapi ARV tetap penting untuk menekan penyebaran virus dan membantu penderita menjalani hidup yang lebih baik. Edukasi yang benar juga harus disampaikan tanpa stigma, agar masyarakat tidak menjauhi penderita, tetapi justru membantu mereka.
Dengan demikian, solusi Islam kaffah tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pada pencegahan yaitu melalui pembentukan moral, penguatan keluarga, peran masyarakat, serta kebijakan negara yang berpihak untuk kemaslahatan umat.
Kasus HIV pada pelajar harus menjadi alarm untuk melakukan introspeksi bersama, bagaimana cara membangun generasi yang berakhlak mulia, sehat jasmani dan rohani, serta terlindungi dari berbagai penyakit sosial dan fisik. Dan hanya Sistem Islam yang mampu mewujudkannya.
Wallahuualam bissawab.
