Oleh Ummu Aidzul
Tenaga Pendidik
Masa kanak-kanak yang indah tidaklah pernah dirasakan oleh rakyat Palestina. Bagaimana tidak, serangan senantiasa terjadi semenjak 07 Oktober 2023. Di tambah kondisi terbaru saat ini dilaporkan oleh Ramiz Alakbarov yang merupakan Wakil Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah, terjadi serangan brutal di wilayah yang diyakini sebagai bagian dari negara Palestina oleh tentara dan pemukim Israel di Tepi Barat.
Alakbarov juga menyatakan sebanyak 76 warga Palestina syahid di Tepi Barat sepanjang tahun 2026 termasuk 18 orang anak di bawah umur. Sebanyak 3.800 orang kehilangan tempat tinggal diakibatkan penggusuran, kekerasan oleh pemukim, yang setengahnya adalah anak-anak. Hal ini disampaikan di hadapan Dewan Keamanan PBB mengenai Timur Tengah. (Republika, 12/08/2026)
Penggusuran Paksa Oleh Pemukim Israel Kepada Rakyat Palestina
Alakbarov juga mengungkapkan kekerasan oleh pemukim yang semakin meningkat. Sebanyak 260 komunitas Palestina terdampak pada 1.430 insiden yang di dokumentasikan oleh PBB. Menurutnya pola yang dilakukan tampak sama yakni upaya paksa agar warga Palestina mengosongkan tempat tinggal mereka yang berada di Tepi Barat sebelum akhirnya diambil alih. Jika dulu hanya di Area C kini meluas ke area B bahkan Area A.
Ada kisah seorang nenek di Tepi Barat yang dapurnya dilempar granat saat cucunya tengah ada di dalamnya. Akibatnya nenek tersebut takut untuk meninggalkan rumah. Kisah ini diungkap oleh Hannan Sullieman Wakil Direktur UNICEF.
Ia menambahkan PBB telah memverifikasi 174 kematian anak di Tepi Barat antara Januari 2024 hingga Juli 2026. Diperkirakan terjadi 1 kematian anak setiap minggunya. Sementara itu lebih dari 1.500 anak terluka yang hampir separuhnya diakibatkan serangan peluru tajam.
Selain kematian anak, dan jumlah anak yang terluka terdapat pula 355 orang anak Palestina yang ditahan militer Israel. Dia mendesak Dewan Keamanan PBB untuk melindungi anak-anak dan keluarga Palestina karena mereka memiliki hak yang sama untuk hidup aman dan mendapatkan perlindungan.
Hilangnya Kebahagiaan Masa Kecil Anak Palestina
Tidak terbayang kehidupan seperti apa yang dilalui oleh anak-anak Palestina. Suara dentuman bom dan desingan peluru yang terjadi hampir tiap hari. Kehilangan rumah bahkan keluarga tercinta haruslah dihadapi. Minimnya air bersih, sarana kesehatan, pendidikan bahkan kebutuhan pokok seperti pangan juga sulit untuk diakses. Sungguh manusia mana yang sanggup hidup dalam kondisi begitu.
Di saat anak-anak sebaya mereka sibuk bermain, bernyanyi dan bersekolah mereka justru sibuk mempertahankan kehidupannya yang jauh dari kata kebahagiaan. Kondisi menyedihkan ini tentu mendapatkan dukungan dari masyarakat internasional. Berbagai aksi demo dilakukan, penggalangan bantuan dikumpulkan meski seringkali tertahan di pintu perbatasan. Aksi damai Sumud Flotilla bahkan mendapat perlakuan menyakitkan dari Israel dengan penculikan para aktivisnya.
Aksi kejahatan Israel yang sangat biadab, menjijikkan dan tentu menimbulkan trauma yang mendalam terhadap anak-anak Palestina. Menimbulkan penderitaan dan kerusakan nyata bagi mereka. Kejahatan ini tidak mampu ditahan oleh Badan Perdamaian Dunia (PBB).
Dan saat ini mereka secara sengaja meningkatkan teror, ribuan serangan, pengusiran perampasan dan genosida dalam senyap untuk menguasai Tepi Barat sebagaimana mereka telah menguasai wilayah Gaza. Kejahatan Zionis kepada anak-anak Palestina ini harus dilawan, sangat disayangkan para pemimpin negeri muslim justru diam dan tidak berani melawan Israel.
Haram Membiarkan Kezaliman
Sebagai sesama muslim kita wajib merasakan penderitaan saudara kita di Palestina. Persaudaraan sesama muslim ibarat satu tubuh, ketika satu merasakan sakit maka yang lain juga harus merasakan. Sebagaimana sabda Rasulullah saw.
"Perumpamaan orang-orang berimaberiman dalam hal saling mengasihi, mencintai dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka tubuhnya akan ikut merasakan sakitnya dengan tidak bisa tidur dan demam. " (HR Bukhari dan Muslim)
Maka kita tidak boleh diam saja ketika anak-anak Palestina dibantai oleh pasukan Israel. Kita tidak bisa merasa tenang ketika saudara kita di Palestina diperangi, diganggu dan dirampas hak-haknya. Islam melarang kezaliman sebagaimana firman Allah Swt dalam QS Asy-Syura ayat 42 yang artinya sebagai berikut :
"Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka mendapat azab yang pedih."
Yang harus dilakukan saat ini adalah dengan mewujudkan persatuan umat muslim di seluruh dunia. Dengan menghapuskan batas nasionalisme dan menjadikan permasalahan Palestina sebagai agenda utama yang harus diselesaikan. Dan hanya dengan mewujudkan pemerintahan Islam yakni Khilafah yang akan mampu mewujudkan pembebasan Palestina.
Seruan jihad dan pengiriman tentara Islam untuk membebaskan Palestina harus terus digaungkan oleh partai politik ideologis hingga pembebasan Palestina terwujud nyata. Wallahualam bissawab.
