Oleh Ana Merliana
Pendidik Generasi
Nusantaranews.net, Pergaulan
bebas adalah cara berteman atau bersosialisasi tanpa batasan norma, agama, dan
aturan yang berlaku di masyarakat. Salah satu cirinya adalah pacaran kebablasan
dengan melakukan hubungan seksual sebelum pernikahan, bahkan berhubungan sesama
jenis, yang berdampak pada penyakit yang sangat mematikan yaitu HIV AIDS.
Apa
itu HIV? (Human Immunodeficiencyd Virus) virus
yang menyerang sistem imun manusia, kerjanya virus ini menyerang sel darah
putih yang namanya CD4. Padahal sel
ini bertugas untuk melawan penyakit, kalau CD4
nya diserang habis maka tubuh gampang sakit.
Sedangkan AIDS ( acquired
immune Deficiency Syndrome) kumpulan gejala karena daya tahan tubuh sudah
lemah akibat HIV. Jadi urutannya terkena HIV dahulu jikalau tidak diobati
selama bertahun-tahun bisa menjadi AIDS. Dikutip dari kumparanNEWS, Jumat 24
Juli 2026
Dinas
kesehatan pemkab Sidoarjo mencatat sebanyak 7.230 orang hidup degan Human Immunodeficiencyd Virus (HIV)
berdasarkan data komulatif sejak 2001 hingga juni 2026. Dari jumlah tersebut,
522 orang merupakan pelajar dari jenjang PAUD hingga SMA.
Kelompok
usia 0-10 tahun seluruh kasus kelompok ini didapatkan dari penularan ibu ke
anak atau penularan vertical. Pada kelompok usia 11-17 tahun, ditemukan 60
kasus HIV. Sebanyak 4 kasus merupakan penularan Vertikal, sementara 56 kasus
lainnya berasal dari penularan horizontal yang ditemukan pada berbagai kelompok
sasaran, termasuk pasien tuberculosis, laki-laki yang berhubungan seksual
dengan laki-laki (LSL), ibu hamil, pasangan ODHIV, pekerja seks, hingga
kelompok yang belum terdeteksi factor risiko.
Dari
fakta-fakta di atas bisa kita artikan bahwa penyebab dari kasus-kasus di atas
mencerminkan rusaknya sistem sosial akibat penerapan sistem sekuler kapitalis yang menjauhkan agama dari kehidupan. Perilaku hidup bebas tanpa aturan
menyebabkan kerusakan, kesalahan dalam keluarga yang kurang dalam pendidikan
agama sejak dini karena keluarga adalah pilar utama pendidikan, kesalahan
pemerintah dalam membaca masalah sehingga solusi yang ditawarkan tidak
menyentuh akar masalah yang hanya berfokus pada medis (seperti pencegahan
penyakit menular dan kehamilan yang tidak di inginkan)
Padahal jelas-jelas Islam selalu memberikan solusi yang mengakar bukan hanya solusi yang membuat bingung dan bertambah masalah. Solusi menurut perspektif Islam untuk mencegah HIV pada pelajar yaitu:
Pertama, Islam membangun sistem pergaulan sosial yang preventif melalui sistem pergaulan dalam Islam yang mengatur tentang menjaga pandangan, larangan mendekati zina, memakai pakaian syar’i dan mengatur pernikahan serta sanksi bagi pelaku yang melanggar hukum syarak.
Kedua, penerapan sistem pendidikan Islam yang mengintegrasi materi kesehtan reproduksi dengan ilmu fikih, pergaulan dan akhlak sehingga pelajar memahami bahwa menjaga kesehatan organ reproduksi adalah bagian dari ibadah dan amanah ilahi dan menyadari setiap perbuatan akan dimintai pertanggung jawabannya di hadapan Allah
Ketiga, 3 Pilar dalam mewujudkan generasi yang
selamat dari ancaman HIV/pergaulan bebas adalah keluarga, lingkungan
masyarakat, dan sekolah serta negara.
Islam menawarkan solusi
mendasar dan menyeluruh atas segala problem kehidupan. Termasuk masalah HIV AIDS
ini. Dengan penerapan syariah Islam dalam naungan institusi pemerintahan Islam,
masalah HIV AIDS akan terselesaikan dengan baik, perlindungan pada anak akan
terjamin dan keadilan benar-benar akan terwujudkan. Wallahualam bissawab.
