Dartem
Sejumlah sekolah negeri di Indonesia mendapat murid baru yang cenderung minim memasuki awal tahun ajaran 2026/2027, meskipun demikian MPLS tetap digelar sejak Senin (13/7). Walaupun jumlahnya siswa sedikit, kesiapan dan semangat para pendidik tetap terjaga. demi memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi anak yang sudah mendaftar.
Fenomena tersebut terjadi di sejumlah daerah, bahkan dikota besar seperti bandar Lampung, Semarang. Di SD negeri 1 Gedung Meneng, Lampung tercatat hanya ada dua siswa yang mendaftar. Kemudian di SDN Purwoyoso 01, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah hanya ada tiga murid yang masuk/ mendaftar, CNN Indonesia.com Rabu (15 Jul 2026)
Begitu juga di Magelang, Rejang Lebong juga mengalami yang serupa.
Pendidikan adalah kebutuhan setiap manusia yang harus didapatkan. Pendidikan adalah modal bagi generasi sebagai tonggak peradaban. Namun hari ini sungguh sangat ironis jika melihat fakta tentang dunia pendidikan. Ada banyak masalah terkait dunia pendidikan. Fakta tersebut diatas menunjukkan bahwa dunia pendidikan memang sedang tidak baik-baik saja. Salah satunya adalah minimnya calon siswa yang mendaftar sekolah di beberapa daerah.
Diantara faktor penyebabnya adalah masalah ekonomi, juga maraknya urbanisasi akibat kesenjangan pendapatan antara di kota dan di desa. Banyak yang mencari penghidupan dikota karena dirasa lebih mudah dan gajinya besar. Begitu juga yang berdagang, merasa nyaman tinggal di kota karena ramai pembeli. Ada juga faktor perubahan struktur demografi (penduduk menua) yang terjadi akibat program pemerintah sehingga jumlah kelahiran menurun.
Disisi lain, kegagalan kebijakan ekonomi juga sangat berpengaruh terhadap pendidikan. Sistem ekonomi yang kapitalistik menjadikan biaya hidup serba mahal. Begitupun dengan biaya pendidikan, kesehatan serta berbagai kebutuhan dasar masyarakat yang semakin melambung tinggi. Ketika kesejahteraan susah didapatkan, banyak pasangan suami istri yang berfikir dulu sebelum punya anak. Ada juga yang lebih memilih tidak punya anak walaupun sudah menikah.
Di zaman modern sekarang ini, orang tua lebih memilih sekolah yang mengajarkan agama ketimbang sekolah negeri. Banyak orang tua yang khawatir kondisi generasi yang semakin rusak akibat sistem pendidikan yang liberal. Pendidikan sekuler liberal melahirkan generasi yang lemah akidah dan moral sehingga marak terjadi tindak kriminal seperti tawuran, bullying dan sebagainya. Sungguh miris memang melihat kondisi generasi saat ini.
Kerusakan yang terjadi akibat sistem pendidikan sekuler ternyata belum bisa di selesaikan dengan perubahan kurikulum. Kurikulum berubah-ubah, namun tidak menghasilkan perubahan yang signifikan, justru makin parah. Itulah kenapa para orang tua lebih memilih sekolah yang mengajarkan agama seperti pesantren. Banyak orang tua yang menitipkan anaknya menuntut ilmu di pesantren karena dirasa lebih baik. Akhirnya, sekolah negeri banyak yang muridnya sedikit, apalagi di daerah pedesaan.
Dalam pandangan Islam, pendidikan adalah pilar penting peradaban. Pendidikan berkualitas adalah kebutuhan dasar yang harus dipenuhi oleh negara. Negara bertanggung jawab penuh terhadap masalah pendidikan. Negara juga wajib memberikan kemudahan bagi seluruh rakyat yaitu dengan menanggung semua biaya terkait pendidikan/ gratis. Sarana dan prasarana pendidikan disediakan dengan kualitas terbaik untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
Sistem pendidikan dalam Islam menggunakan kurikulum berbasis akidah. Dengan pendidikan berlandaskan akidah Islam akan melahirkan generasi yang berkepribadian Islam. Negara akan menyediakan SDM guru, serta sarana dan prasarana dan insfratruktur untuk mendukung pendidikan berkualitas.
Dalam Islam, tidak ada istilah guru honorer. Semua guru sangat dihargai dan diberikan upah yang besar sebagai pendidik generasi.
Dengan upah yang besar, para guru tidak perlu lagi mencari kerja tambahan seperti halnya saat ini. Upah guru minim, dan ada pengkotak-kotakan antara guru honorer dan ASN
Begitulah indahnya negara Islam ketika mengurus urusan rakyat.
Oleh karena itu, wajib bagi seluruh umat muslim untuk memahamkan umat agar paham bahwa Islam bukan hanya sekedar agama ritual, tetapi juga sebagai solusi segala problematika kehidupan. Sebagai pengatur kehidupan manusia dalam segala aspek kehidupan. Memahamkan umat agar melek politik sehingga sadar bahwa sistem yang mengatur kehidupan saat ini adalah sistem kufur demokrasi. Segala bentuk kerusakan yang terjadi hari ini juga akibat dari penerapan sistem kapitalisme sekuler.
Kesadaran ini sangat penting agar para orangtua bisa menyelamatkan anak-anaknya dari bahaya sistem sekuler tersebut.
Walhasil, harus ada dakwah yang terstruktur yang dilakukan oleh para pengemban dakwah Islam ideologi.
Gerakan dakwah ini dilakukan dalam rangka menyadarkan masyarakat agar terbangun dari tidur panjangnya. Agar masyarakat mempunyai kesadaran politik dan mau bergerak bersama menuju perubahan kearah penerapan sistem Islam. Dengan penerapan syariat Islam secara kaffah, maka semua aspek kehidupan termasuk masalah pendidikan bisa terselesaikan secara tuntas.
Wallahu a'lam bishawab

No comments:
Post a Comment