Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Aneksasi Zionis di Tepi Barat Terus Masif, "New Gaza"Jadi Ladang Bisnis AS

Wednesday, August 26, 2026 | August 26, 2026 WIB Last Updated 2026-08-26T13:35:44Z




Oleh : N. Kurniasari

Aneksasi wilayah Tepi Barat terus masif dilakukan Zionis Israel dengan ribuan serangan, ancaman, teror oleh pemukim ilegal, penghancuran puluhan masjid dan rencana pembangunan 2.300 unit perumahan ilegal zionis. 

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mencatat lebih dari 1.380 insiden terkait pemukiman yang menyebabkan korban jiwa dan kerusakan properti sepanjang Januari hingga akhir Juli 2026. Angka tersebut setara dengan rata-rata 6,6 kejadian setiap hari di lebih dari 256 komunitas Palestina.

Di sisi lain, proyek "New Gaza" gagasan Donald Trump melalui skema Born of Peace (BOP) terus berjalan masif. Proyek ini menuai kritik tajam, dikhawatirkan menjadi kedok untuk mengusir warga Gaza, agar tanah mereka dapat dikuasai dan dibangun ulang oleh investor asing.

Aneksasi ini terus dilakukan oleh Zionis, meski dunia internasional dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecamnya. Ini menunjukkan dengan perlindungan dari Amerika Serikat (AS), tujuan Zionis membangun Israel Raya sangat leluasa tuk diwujudkan dan tidak adanya kekuatan dunia yang berani menindak mereka secara tegas.

Kemerdekaan Palestina mustahil diberikan oleh Zionis, karena itu bertentangan dengan Israel Raya. Konsep solusi dua negara (two-state solution) hanyalah utopia yang mustahil disepakati. Sementara itu, proyek "New Gaza" disinyalir kuat menjadi ladang bisnis baru bagi Amerika Serikat melalui strategi BoP. Rencana rekontruksi bertujuan mengubah wilayah pascakonflik menjadi pusat ekonomi pasar bebas dan pariwisata komersial yang kapitalistik.
 
Berdamai dengan Zionis adalah hal yang mustahil. Jihad melawan penjajah adalah satu-satunya solusi hakiki yang ditawarkan oleh syariat Islam. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: "Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu..." (QS. Al-Baqarah: 191).
Semestinya, fakta ini membongkar sebuah kesadaran penting: selama negeri-negeri Muslim tetap terpecah dan masing-masing tunduk pada kepentingan politik-ekonomi negara besar secara sendiri-sendiri, penjajahan atas Palestina akan terus berlanjut tanpa perlawanan yang berarti. Skema BoP hanya bisa berjalan mulus karena penguasa negeri-negeri Muslim justru diajak---dan sebagian bersedia---melegitimasi proyek yang jauh dari kepentingan rakyat Palestina sendiri. Inilah yang perlu terus dibongkar dan disadarkan kepada umat, agar rakyat di negeri-negeri Muslim tidak mudah digiring untuk mendukung kebijakan penguasanya bergabung dalam skema semacam itu. Hal tersebut adalah pengkhianatan penguasa muslim. 

Oleh karena itu, perjuangan membebaskan Palestina tidak cukup hanya mengandalkan kecaman atau bantuan kemanusiaan yang sifatnya pragmatis. Yang dibutuhkan adalah kesadaran politik umat yang terus dibangun secara masif lewat dakwah, agar cita-cita persatuan negeri-negeri Muslim dalam naungan sistem Khilafah semakin dipahami sebagai jalan keluar yang lebih mendasar---bukan sekadar solusi jangka pendek yang terbukti berkali-kali gagal menghentikan penderitaan rakyat Palestina.[

WalLaahu'alam bish-showwab

×
Berita Terbaru Update