Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Agama Bukan Sekedar Data, Umat Islam Butuh Ulama.

Sunday, July 19, 2026 | Sunday, July 19, 2026 WIB


 
Oleh: Emy (Aktivis muslimah)


Kementrian Agama (Kemenag) menilai munculnya layanan kecerdasan buatan (AI) yang mampu menjawab berbagai pertanyaan keagamaan menjadi fenomena yang mudah diterima generasi muda. Meski demikian, AI hanya dapat berfungsi sebagai alat bantu, bukan pengganti ulama maupun rujukan utama dalam persoalan agama. Direktur penerangan Agama Islam Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Muchlis M Hanafi mengatakan, anak muda merupakan generasi digital yang terbiasa memperoleh informasi secara cepat dan instan melalui berbagai platform digital. "Al menjawab kebutuhan itu karena cepat, mudah diakses, dan tersedia kapan saja," ujar Muchlis saat dihubungi Republika, Rabu (1/7/2026).
Ia menjelaskan, ilmu keislaman tidak hanya berkaitan dengan teks keagamaan, tetapi juga menyangkut konteks, metodologi, dan kebijaksanaan (hikmah) dalam penerapannya. Aspek-aspek tersebut dinilai tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh teknologi. Karena itu, untuk persoalan keagamaan yang memerlukan penetapan hukum atau fatwa, masyarakat tetap harus merujuk kepada para ulama dan lembaga keagamaan yang memiliki otoritas.

Kemajuan zaman, pasti diiringi dengan kemajuan hal disegala bidang khususnya teknologi. Dengan kemajuan teknologi yang sangat pesat, merupakan bagian hidup manusia yang selalu berdampingan. Dengan berkembangnya teknologi aktivitas manusia akan lebih terbantu, dalam berkomunikasi ataupun mengakses informasi-informasi yang diperlukan, walaupun ada dampak negatif dan positif nya. Pada saat ini, mayoritas kehidupan manusia sudah tertanam prinsip Segala ingin instan dan tidak mau ribet. Segala sesuatu bisa ditayangkan pada AI, mulai dari resep memasak, politik juga soal agama. Terlebih pada saat ini, telah hadir seorang Ustadz atau ustadzah AI dimedia sosial yang siap memberikan jawaban apapun terkait keagamaan.

Bagi anak muda yang malas menghadiri kajian-kajian hanya puas dengan jawaban ustadz atau ustadzah AI di media sosial saja. Justru dengan hadirnya fenomena ini sangat menghawatirkan. Oleh karena itu, Kemenag juga berpendapat bahwa "Ustadz AI digemari anak muda, tapi tak bisa menggantikan Ulama". Dalam hal ini memang, teknologi AI cepat dalam menjawab, tetapi kita jangan terpuaskan dan percaya 100% bahwa jawabannya benar. Karena AI bekerja berdasarkan data yang ada di internet. Informasi yang ada di internet kadang tidak utuh atau terpotong informasinya, bahkan menampilkan informasi yang tidak akurat, namanya juga alat teknologi tidak bisa disamakan dengan pola pikir manusia. 

Dalam Islam sudah dijelaskan, bahwa ketika berbicara tentang hukum agama tidak boleh mencari dari digital ataupun internet namun, harus digali dari Al Qur'an, sunah,ijma dan qiyas melalui proses ijtihad. Oleh sebab itu, harus dilakukan oleh ulama yang benar-benar mumpuni dalam ilmu agama dan memahami cara menggali hukum. Ulama yang mengerti bahasa Arab, mendalami tentang isi Al-Qur'an, ushul fikih, sunah serta paham kapan dalil itu digunakan dan tahu bagaimana menerapkan dalam kehidupan. Tentunya keilmuan itu diperoleh dari dari proses belajar ilmu agama yang panjang. Dalam hal ini bukan kemajuan teknologi untuk ditolak, namun kemudahan yang disuguhkan oleh para kapitalisme yang sedemikian rupa menciptakan akses-akses yang dapat menghasilkan uang, tidak memikirkan dampak negatif yang akan terjadi. Kemajuan teknologi boleh kita terima namun, jangan sampai menggeser peran atau kedudukan para Ulama. Oleh karena itu, kemajuan teknologi dalam Islam disebut madaniyah, yang hukumnya di perbolehkan selama mengandung pemahaman tidak dari selain Islam. Karena dalam masalah agama yang kita butuhkan bukan jawaban yang cepat, akan tetapi jawaban yang tepat sesuai dengan Al Qur'an dan Al hadits. Karena jawaban yang disampaikan benar-benar akurat, dan harus dipertanggungjawabka diakhirat kelak dihadapan Allah Swt.

Wallahu alam bishowab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update