Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Generasi Muda Terjerat Narkoba, Islam Solusinya

Friday, April 17, 2026 | Friday, April 17, 2026 WIB Last Updated 2026-04-17T04:11:10Z

 


 

Oleh Nurenda

Aktivis Muslimah

 

Generasi muda sekarang yang acap kali terkenal dengan sebutan Gen-Z, yang semestinya hadir memberikan inspirasi dan aspirasi, malah menjadi contoh perilaku yang tak pantas untuk ditiru. Padahal mereka sejatinya adalah generasi penerus bangsa.

SUARASULTRA.COM KENDARI, seorang remaja berinisial HS (19 tahun) tak berkutik saat diringkus Tim Opsnal Satuan Reserse dini hari, pada Senin (30/3/2026). Dari tangan pelaku, polisi mengamankan puluhan paket sabu-sabu yang tersebar di sejumlah lokasi berbeda, yaitu di wilayah Kabupaten Konawe Selatan, tepatnya di Desa Wuura Kecamatan Mowila, serta Desa Teteasa, dan Desa Lamoosa di Kecamatan Angata.

"Modusnya, pelaku menyimpan atau menyembunyikan dengan metode tempel sabu di beberapa titik untuk menghindari deteksi petugas" ujar Musakkir. Kasat Narkoba Polresta Kendari (Akp Andi Musakkir Musni).

Dari penjabaran di atas terbukti HS sudah sangat terlatih di usia yang masih terkategorikan remaja. Usia gemilang dengan kecerdasan tersebut, seharusnya pada posisi standar seorang pelajar untuk menggali potensi diri hingga pada tujuan dan cita-cita yang luhur yang sesuai moral, tapi pada kenyataannya seorang pelajar menjadi pengedar sabu (narkoba). Fakta ini adalah bukti bahwa pada sistem sekuler kapitalis telah menjadikan pelajar terjauhkan dari agama, penjagaan akal, moral, serta perbuatan.

Lemahnya sistem pendidikan sekarang ini serta hukum yang diterapkan di negara saat ini, menjadikan pelajar mudah terjerat pada aktivitas pelanggaran-pelanggaran hukum. Penyebabnya ada beberapa faktor, seperti: tekanan teman sebaya atau pergaulan dan ajakan teman, rasa ingin tau yang sangat tinggi karena ingin mencoba hal-hal baru, serta pelarian, karena dampak sosial-ekonomi dalam kondisi lingkungan yang sulit. Bisa juga karena kemiskinan dan kurangnya akses pendidikan bisa mendorong pelajar menggunakan narkoba, sebagai pelarian atau bisa menjadi akses perbaikan ekonomi jika pengguna berubah menjadi seorang bandar narkoba.

Meskipun ilegal, industri narkoba menawarkan mekanisme bertahan hidup oleh sebagian orang. Sekaligus menciptakan kerugian ekonomi yang sangat masif bagi negara dan individu, karena keuntungan cepat dan besar, narkoba menjadi komoditas ilegal yang memiliki nilai jual sangat tinggi di pasar gelap. Perputaran uang yang masif, bahkan mencapai triliunan rupiah yang menjadikannya bisnis ilegal yang menjanjikan keuntungan finansial instan dibandingkan pekerjaan legal.

Dalam pendidikan Islam seorang pelajar atau generasi remaja pasti akan dibentuk sebagai pribadi generasi hamba Allah yang salih, muslih, dan berkepribadian Islam, sebagai contoh kita bisa mengingat kembali keberhasilan Muhammad Al-Fatih yang menaklukkan konstantinopel pada usia 21 tahun. Penaklukan ini mengukuhkan posisi Sultan Muhammad Al-Fatih sebagai pemimpin muda yang jenius secara militer dan strategis.

Muhammad Al-Fatih sebagai pemuda Islam menunjukkan dalam kepemimpinannya seorang generasi muda Islam bisa memperlihatkan kecemerlangan dan kecerdasan yang gemilang. Dalam hal ini peran keluarga juga menjadi peran penting dalam mendampingi dan mendidik anak-anaknya dengan menanamkan dasar-dasar keislaman yang memadai serta memberikan teladan dan contoh yang baik untuk mereka, peran serta masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan generasi dengan menjaga pergaulan dan amal makruf nahi mungkar.

Secara keseluruhan peredaran narkoba di kalangan remaja atau generasi muda dipandang sebagai ancaman serius yang membutuhkan tindakan komprehensif dari pemerintah, sekolah, dan orang tua untuk melindungi generasi muda.

Sanksi hukum yang tegas dari negara sangat dibutuhkan agar pembuat, pengedar, maupun pengguna bisa memberikan efek jera terhadap perbuatannya. Oleh karena itu, sistem Islam wajib diterapkan secara menyeluruh dalam kehidupan, agar terwujud generasi muda yang berkepribadian Islam, berakhlak mulia, menguasai ilmu, sain dan teknologi untuk memimpin dunia, serta menjadi hamba Allah yang bertakwa.

Wallahualam bisshawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update