Oleh Oktiana
Guru dan Aktivis Dakwah
Dunia Maya kembali dikejutkan dengan Kasus tragis terjadi di Lahat, Sumatera Selatan, ketika seorang pemuda berusia 23 tahun diduga membunuh ibu kandungnya sendiri.
Berdasarkan informasi yang beredar, tindakan tersebut dipicu oleh kecanduan judi online yang dialami pelaku. Kondisi kecanduan ini diduga membuat pelaku mengalami tekanan emosional dan kehilangan kendali, hingga berujung pada tindakan kekerasan yang fatal.
"Kasus ini terungkap setelah korban tidak lagi terlihat selama satu minggu, dan pihak keluarga curiga ditambah lagi munculnya bau menyengat disekitar rumah korban. Kemudian masyarakat beserta polri melakukan penyisiran dan didapatilah karung berisikan potongan tubuh manusia", kata Kapolres Lahat AKBP Novi Ediyanto di Lahat. (Metro TV 09/04/2026).
Kasus ini bukanlah yang pertama. Dalam beberapa waktu terakhir, telah muncul sejumlah peristiwa kriminal yang berkaitan dengan kecanduan judi online. Fenomena ini menunjukkan bahwa judi online telah menjadi masalah serius di tengah masyarakat, dengan dampak yang tidak hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga berpotensi merusak hubungan sosial dan memicu tindak kriminal.
Kapitalis Menghasilkan Generasi Bengis
Fenomena kejahatan yang dipicu oleh kecanduan judi online tidak bisa dilepaskan dari pengaruh sistem yang membentuk cara pandang hidup masyarakat. Dalam sistem kapitalis, orientasi utama sering kali diarahkan pada pencapaian materi dan keuntungan sebesar-besarnya. Akibatnya, nilai benar dan salah menjadi kabur ketika dihadapkan pada kepentingan ekonomi. Kondisi ini perlahan membentuk pola pikir pragmatis, di mana segala cara dianggap sah selama menghasilkan keuntungan.
Selain itu, sistem kapitalis juga berkontribusi pada lahirnya kesenjangan sosial yang tajam. Ketika kebutuhan hidup semakin sulit dijangkau, sementara gaya hidup konsumtif terus didorong, sebagian individu menjadi rentan mengambil jalan pintas. Judi online hadir sebagai ilusi solusi instan, namun justru menjerumuskan pada lingkaran kecanduan dan tekanan mental. Dalam situasi ini, kontrol diri melemah dan emosi menjadi tidak stabil, sehingga tindakan kekerasan bisa muncul tanpa pertimbangan rasional.
Lebih jauh, kondisi ini dapat membentuk karakter generasi yang semakin keras bahkan cenderung bengis. Ketika nilai empati dan kemanusiaan terkikis oleh tekanan hidup dan orientasi materi, hubungan sosial menjadi rapuh. Jika tidak ada sistem yang mampu melindungi dan membina masyarakat secara menyeluruh, maka potensi munculnya tindakan kriminal akan terus meningkat. Inilah yang menjadikan persoalan ini bukan sekadar masalah individu, melainkan krisis sistemik yang memerlukan solusi mendasar.
Apa sebenarnya solusi yang dibutuhkan Masyarakat sekarang?
Islam Solusi Semua Permasalahan
Maraknya kejahatan yang dipicu oleh judi online menunjukkan adanya kerusakan serius dalam kehidupan masyarakat. Islam memandang judi sebagai perbuatan yang merusak dan wajib dijauhi. Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur’an: “Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamr, judi, berhala, dan mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan, maka jauhilah agar kamu beruntung.” (QS. Al-Ma’idah: 90).
Ayat ini menegaskan bahwa judi bukan hanya masalah sosial, tetapi juga pelanggaran terhadap perintah Allah yang membawa dampak buruk bagi kehidupan manusia.
Islam menawarkan solusi dengan menjadikan akidah sebagai landasan utama dalam kehidupan. Keimanan akan membentuk kontrol diri sehingga seseorang tidak mudah terjerumus dalam kemaksiatan. Selain itu, Islam juga menata sistem kehidupan, termasuk ekonomi dan sosial, agar berjalan sesuai dengan prinsip keadilan. Dengan terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat dan dijauhkannya praktik-praktik haram seperti judi, potensi terjadinya kejahatan dapat ditekan secara signifikan.
Di sisi lain, Islam juga menetapkan sanksi tegas bagi pelaku kejahatan sebagai bentuk pencegahan dan perlindungan masyarakat. Hukum dalam Islam tidak hanya bersifat menghukum, tetapi juga menjaga agar kejahatan tidak berkembang. Dengan penerapan ajaran Islam secara menyeluruh, baik pada individu, masyarakat, maupun negara, berbagai problematika umat dapat diselesaikan dan kehidupan yang aman serta tertib dapat terwujud.
Wallahualam bissawab. []
No comments:
Post a Comment