Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Wakil Ketua DPRD Zulhamdi: Bukittinggi Tak Boleh Kehilangan Ruh Perjuangan

Monday, January 12, 2026 | Monday, January 12, 2026 WIB Last Updated 2026-01-12T16:08:17Z

Nusantaranews.net, Bukittinggi – Wakil Ketua DPRD Kota Bukittinggi, Zulhamdi Nova Chandra, IB Pangulu Alam, menilai sejarah perjuangan yang dimiliki Bukittinggi tidak boleh hanya menjadi latar belakang pariwisata semata, melainkan harus diangkat sebagai roh pembangunan kota.


Pernyataan itu disampaikannya saat berbincang dengan wartawan, Senin (12/1/2026). Menurut Zulhamdi, pesatnya geliat wisata Bukittinggi harus diimbangi dengan narasi sejarah yang kuat agar kota ini tidak kehilangan jati diri.


“Wisata itu penting, ekonomi bergerak. Tapi kalau sejarah perjuangan kita hanya jadi dekorasi foto, maka kita sedang kehilangan makna,” ujar Zulhamdi dengan nada tegas.


Sebagai putra asli Nagari Kurai, Zulhamdi mengaku memiliki ikatan emosional yang kuat dengan berbagai situs bersejarah di Bukittinggi, termasuk Gevangenis Van For De Kock, penjara kolonial yang menjadi tempat penahanan tokoh-tokoh perlawanan bangsa.


Baginya, keberadaan bangunan tersebut adalah pengingat bahwa Bukittinggi pernah menjadi ruang pertarungan ide, iman, dan keberanian melawan penjajahan.


“Di kota ini, banyak pejuang besar lahir dan ditempa. Ada yang berpidato, ada yang bergerak diam-diam, dan ada yang harus merasakan dinginnya penjara kolonial. Itu semua bagian dari sejarah kita,” katanya.


Zulhamdi memandang, penguatan identitas Bukittinggi sebagai Kota Perjuangan bukan sekadar simbolik, tetapi harus diwujudkan melalui kebijakan nyata, mulai dari pendidikan sejarah lokal, penataan kawasan bersejarah, hingga narasi resmi kota yang berpihak pada nilai perjuangan.


Sebagai pimpinan DPRD, ia menegaskan kesiapan lembaganya untuk mendorong regulasi dan penganggaran yang berpihak pada pelestarian sejarah.


“Kalau kita ingin anak-anak Bukittinggi bangga dengan kotanya, maka mereka harus tahu apa yang pernah diperjuangkan di sini,” ucap Ketua DPD Partai NasDem Kota Bukittinggi itu.


Menurut Zulhamdi, pembangunan tanpa kesadaran sejarah berisiko melahirkan generasi yang tercerabut dari akar budayanya. Oleh karena itu, ia menilai momentum saat ini tepat untuk menyatukan wisata, budaya, dan sejarah perjuangan dalam satu visi besar pembangunan kota.


“Bukittinggi bukan hanya tempat orang datang untuk berlibur, tapi tempat orang belajar tentang arti perjuangan,” tutupnya.


Dengan pandangan tersebut, Zulhamdi menempatkan sejarah bukan sebagai masa lalu yang usang, melainkan sebagai fondasi moral bagi masa depan Bukittinggi. (R.Sitepu)

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update