Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kebun Tebu Saksi Bisu Korban Hawa Nafsu

Monday, November 03, 2025 | Monday, November 03, 2025 WIB



Oleh. Ernawati Rukmana


Dikutip dari Berita satu.com, Malang, Kasus penemuan jasad wanita, hangus terbakar di wllayah Sumber Manjing Wetan (Sumawe) Kabupaten Malang, akhirnya mulai terungkap. Polisi memastikan pelaku pembunuhan adalah FA (54) suami siri korban bernama Ponimah.


 Menurut KBO Satreskrim Polres Malang IPDA DICKA Ermantara, korban dinyatakan hilang oleh keluarganya sejak 8 Oktober 2025, saat itu korban terakhir terlihat bersama pelaku dirumah. Yang melaporkan adalah anak korban, saat berangkat kerja, korban masih dirumah bersama pelaku dan cucunya, namun saat pulang  korban sudah tidak ada ujar DICKA ,kamis (16/6/2025).


Dikasus lain yang dilansir dari Detikbali.com. Ada pria bernama Kamal Mopanggo (33) tega membunuh istri sirinya, Endang Sulastri (41) yang merupakan pemilik warung kopi bar dan rental motor di Badung, Bali. Kamal mengaku tersulut emosi karena marga dan sukunya dihina oleh korban.

Dan masih banyak lagi kasus kasus pembunuhan yang marak diangkat dimedia.


Jika kita amati dari sekian banyak kasus pembunuhan permasalahannya dilatarbelakangi oleh hawa nafsu.  Perasaan amarah yang tak terkendali, sifat serakah juga faktor ekonomi yang sangat mempengaruhi. Belum lagi adanya krisis akhlak dan gaya hidup yang sekuler. Hubungan rumah tangga yang tidak harmonis adalah pemicu yang menyebabkan saling menyalahkan antara suami dan istri. Adanya kumpul kebo alias hubungan tanpa status pernikahan yang saat ini menjadi tren sungguh sangat ironis. Kemudian masih banyak lagi permasalahan lainnya yang hadir dikehidupan ini  sehingga mengakibatkan keharmonisan suatu hubungan sudah tidak lagi menjadi idaman disistem kapitalis sekuler ini. Karena pemikiran yang bebas sehingga memisahkan agama dari kehidupan.


Jika melihat fakta di sistem kapitalisme ini, semua orang sudah menghalalkan segala cara karena kebebasan berprilaku. Manusia bisa menumpahkan amarahnya, rasa kesalnya, rasa bencinya juga rasa dendamnya hingga hawa nafsunya sudah tidak bisa dikendalikan lagi. Karena kurangnya iman yang kuat sehingga pemikirannya menjadi dangkal dan menghasilkan individu yang kejam, brutal, serta jiwa yang kalap dengan lahapnya menjadi pembunuh kelas kakap. Naudzubillahimindzalik.


Sangat berbeda sekali jika kita hidup di sistem Islam. Sistem Islam adalah solusi yang terbaik karena Islam memandang setiap perbuatan harus berdasarkan hukum syara dan Ridho Allah SWT. Maka jika semuanya sudah diterapkan sesuai dengan syariat Islam semua aspek kehidupan baik dalam pernikahan, ekonomi, hukum dan lain sebagainya akan sesuai dengan pedoman kita yaitu Al Qur’an dan tuntunan Rasulullah saw. Jika itu diaplikasikan pada kehidupan maka akan lahirlah pribadi yang beriman dan bertakwa. Misalnya dalam rumah tangga akan menjalankan perannya masing-masing. suami istri akan selalu menjaga dan memahami maka akan menghadirkan rumah tangga yang sakinah mawadah warahmah. Tidak akan pernah terjadi pembunuhan seperti yang kita saksikan saat ini. Pada sistem saat ini nyawa seolah menjadi tidak berharga. 


Sementara nyawa didalam Islam itu sangat dijaga sesuai dengan isi kandungan Al-Quran yang artinya : "Dan dalam qishas itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, wahai orang orang yang berakal supaya kamu bertakwa.” (TQS AlBaqarah (179)


Penjelasan dalam ayat ini adalah hukum qishas bukanlah bentuk kekerasan, melainkan mekanisme pencegahan terhadap pembunuhan. Kalau saja sistem Islam sudah ditegakan, maka hukum qishas ini akan berlaku dan menjadi efek jera bagi pelaku, karena jika seseorang melakukan pembunuhan maka akan dibalas dengan hukuman yang sama, sehingga bagi manusia yang lain akan merasa  takut dan tidak akan melakukan kejahatan yang sama. Itulah alasan kuat bagi hukum qishas untuk mencegah nyawa hilang tanpa hak.


Didalam sistem Islam hukum itu adil  dikarenakan keputusan seorang Hakim tidak bisa diganggu gugat, tidak akan ada proses banding seperti disistem demokrasi. Didalam sistem kapitalis sekuler hukum bisa dibeli dengan uang, pelaku bisa bebas melenggang keluar dari hukum yang mengakibatkan tidak ada rasa kapok atau jera bagi pelaku bahkan bisa mengulangi kejahatan yang sama. Berbeda dengan sistem Islam seorang Hakim itu adalah keputusan yang sangat jujur dan adil karena beliau penentu hukum yang berdiri diatas kebenaran syariat bukan dari tekanan-tekanan politik yang terjadi disistem kufur.


Maka dari itu Islam memandang dengan sangat jelas bahwa penerapan sistem Islam secara menyeluruh itu sangatlah penting karena sistem Islam sangat menjamin kelangsungan hidup dan menjaga kehormatan manusia serta keamanan seluruh makhluk hidup karena sumbernya langsung dari Wahyu Allah SWT bukan buatan manusia yang tentunya bisa berubah ubah . Terutama dalam penjagaan nyawa manusia itu hanya bisa dicegah dengan sistem yang berpijak pada hukum-hukum  Allah SWT. dan segera meninggalkan hukum jahiliyah yang dibuat manusia .yuk kita bersama sama untuk kembali kepada  Islam yang kaffah dan berjuang menegakkan lagi Daulah Khilafah Islamiyah.


Wallahualam bishowab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update