Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sistem Kepemimpinan Islam Solusi Lenyapnya zio*Is Penjajah.

Thursday, May 28, 2026 | Thursday, May 28, 2026 WIB

 



Dartem 


Organisasi regional ( Liga Arab ) mendesak perlindungan internasional bagi warga Palestina dan meminta komunitas global untuk memaksa Zionis agar menghentikan pendudukan mereka atas tanah Palestina termasuk Yerusalem Timur. Zionis didesak supaya menjalankan menjalankan pendapat penasihat Mahkamah Internasional (ICJ) tentang ilegalitas pendudukan tersebut dan memberikan kompensasi atas kerusakan yang ditimbulkan.


Sektor Liga Arab untuk Palestina menekankan agar ketidakadilan historis terhadap rakyat Palestina harus dihentikan. Begitu juga dengan pendudukan Israel atas wilayah yang diduduki sejak 1967 agar segera diakhiri. Itulah pernyataan sektor Liga Arab dalam peringatan 78 tahun Nakba Palestina. Ditegaskan pula bahwa berdirinya negara Palestina dengan ibukotanya Yerusalem Timur adalah hal penting sesuai solusi hukum internasional, solusi dua negara dan inisiatif Perdamaian Arab, AntaraNews.com, (15 Mei 2026).


Bagi kaum muslim, tragedi Nakba adalah awal merupakan awal penderitaan struktural akibat perampasan tanah Palestina oleh Zionis Israel, bukan pula sekedar sejarah masa lalu. Hingga hari kini, rakyat Palestina masih merasakan penderitaan yang amat sangat pedih. Kezaliman ini merupakan legitimasi sistem politik internasional.


Hingga hari ini, ratusan bahkan ribuan jiwa warga Gaza Palestina terbunuh oleh aksi brutal zion*s. Gencatan senjata yang terjadi juga terus dilanggar, karena memang sudah menjadi tabiat. Meja perundingan yang sering digadang-gadang akan mampu memberi solusi, faktanya tidak pernah berhasil hingga sekarang. Palestina terus digempur habis-habisan oleh zionis lak'natullah. Fakta ini menunjukkan bahwa Sistem hukum internasional tidak berdaya menghadapi Zion*s. Zion*s tetap kebal hukum.


Begitulah realita yang terjadi dan seharusnya sudah bisa dipertanyakan efektivitas mekanisme hukum dan komitmen negara didunia, khususnya negeri-negeri muslim.

Mereka saudara seakidah, namun tidak bisa berbuat banyak untuk menolong saudara sesama muslim. Mirisnya lagi, pemimpin negeri-negeri muslim justru mendukung dan bergabung dalam BOP, dengan harapan bisa berpengaruh terhadap nasib warga Gaza Palestina. Namun ternyata jauh dari harapan, Palestina terus dibombardir oleh tentara zio*is sampai hari ini.


Penjajahan palestina yang terus berlanjut sampai hari adalah bukti kegagalan sistem. 

Konsep negara bangsa betul-betul telah membuat kaum muslim beranggapan bahwa masalah Palestina itu urusan negaranya sendiri. Sehingga kaum muslim di negeri muslim yang lain tidak perlu membantu selain hanya terkait obat-obatan, pakaian dan makanan. Itupun sangat susah masuk Gaza. Sekat nasionalisme inilah tembok tebal yang susah ditembus sehingga kaum muslim kehilangan kekuatan. 


Selama masih ada sekat nasionalisme, maka para pemimpin negeri-negeri muslim pun lebih memilih diam. Lebih parahnya mereka justru mengkhianati kaum muslim, dan menjadi antek penjajah. Oleh karena itu, tidak ada gunanya mengharapkan kebebasan dari negara adidaya, lembaga-lembaga regional maupun internasional. Karena terbukti gagal total dan tidak mungkin berhasil. Terbukti dari dulu hingga kini saudara kita di Palestina terus terjajah. 


Sudah saatnya kaum muslim punya agenda besar yaitu penegakan sistem kepempimpinan Islam. Kekuatan Penjajah harus di kalahkan dengan kekuatan global yaitu dengan persatuan global kaum muslim.

Jangan lagi terkecoh dan perpedaya dengan solusi praktis ide penjajah dan antek-anteknya.


Karena dengan adanya kepemimpinan Islam itulah yang akan memobilisasi dan menyatukan kekuatan umat Islam. Dengan adanya komando seorang pemimpin (Khalifah) akan bisa membebaskan tanah Palestina dari penjajah zionis. Kepemimpinan ini pula yang akan menebarkan Rahmat keseluruhan alam sehingga terwujud kehidupan yang sejahtera, aman dan dan diridhoi Allah Swt.


Untuk mencapai tujuan tentulah harus di awali dengan niat yang tulus dan berjuang sesuai metode yang dicontohkan Rasulullah Saw demi tegaknya kehidupan Islam di bawah naungan khilafah. Keyakinan bahwa Islam akan kembali berjaya dan menjadi peradaban cemerlang, maka tidak ada alasan untuk patah semangat dalam perjuangan. Caranya adalah dengan ikut terlibat dalam upaya penegakan khilafah sebagai satu-satunya sistem kepemimpinan yang merupakan harapan bagi lenyapnya sumber kedzaliman hingga ke akarnya. 


Perjuangan ini tentu tidak bisa dilakukan sendirian, tetapi harus secara berjamaah dalam kelompok dakwah Islam ideologi. Dakwah pemikiran yang bersifat politik dan tanpa kekerasan sesuai metode dakwah yang Rasulullah Saw.



Wallahu a'lam bishawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update