Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Diabetes Tipe 1, Bahaya Sunyi yang Tak Disadari

Wednesday, October 08, 2025 | Wednesday, October 08, 2025 WIB

Oleh. Irma Sari Rahayu

Penyakit diabetes termasuk penyakit berbahaya yang jika tidak terkontrol dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius. Umumnya, masyarakat lebih mengenal penyakit Diabetes Melitus atau Diabetes tipe 2. Penyakit ini yang umumnya diderita masyarakat akibat tidak mengontrol asupan gula di dalam tubuh. Ternyata, ada lagi tipe diabetes yang lebih berbahaya namun tidak diketahui oleh khalayak umum yaitu Diabetes tipe 1.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi menemukan ada 13 anak di Bekasi menderita penyakit Diabetes tipe 1 sepanjang tahun 2025. Ke-13 anak tersebut berada pada rentang usia 0-15 tahun dengan rincian 7 anak laki-laki dan 6 anak perempuan. Sementara, dalam rentang usia tersebut ditemukan 2 anak berusia di bawah 5 tahun dan 11 anak lainnya berusia lebih dari 10 tahun (rakyatbekasi.com, 24-9-2025) 

Mengenal Diabetes Tipe 1

Mungkin belum banyak yang memahami tentang diabetes tipe- 1 ini. Diabetes tipe 1 adalah kondisi kronis yang disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang menyerang dan menghancurkan sel penghasil insulin di pankreas,  sehingga tubuh tidak dapat memproduksi insulin atau diproduksi dalam jumlah sedikit.  Penyakit ini umumnya diderita oleh anak-anak, tetapi bisa saja terjadi pada usia dewasa. 

Gejala umum yang nampak pada Diabetes tipe 1 adalah rasa haus yang berlebihan, sering buang air kecil, rasa lelah ekstrem, penglihatan menjadi kabur, berat badan turun, dan luka yang sulit sembuh. 

Berbeda dengan Diabetes tipe 2 yang disebabkan karena gaya hidup tidak sehat, Diabetes tipe 1 disebabkan karena gangguan autoimun yaitu sistem kekebalan tubuh anak secara keliru menyerang dan menghancurkan sel-sel di pankreas yang bertugas menghasilkan insulin. Hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebab penyakit ini, tetapi kondisi ini dipicu oleh faktor genetik dan gangguan kekebalan tubuh pasca infeksi virus.

 Penderita diabetes tipe 1 ini harus diberikan tritmen khusus setiap hari berupa suntikan insulin agar ia tetap sehat dan bertahan hidup. Selain itu asupan makanan pun diperhatikan agar tubuh tetap mendapat asupan gizi yang cukup. 

Strategi Pencegahan

Kasus Diabetes tipe 1 ini mungkin saja bisa bertambah. Dinas Kesehatan Bekasi mengambil strategi promotif-preventif guna menekan kemungkinan peningkatan kasus lanjutan. Langkah yang diambil adalah edukasi kepada orang tua untuk mengenali ciri dan gejala diabetes tipe 1 pada anak serta mengawasi pola makan dan aktivitas fisiknya.

Selain mengedukasi orang tua, Dinkes juga melakukan promosi kesehatan dan skrining ke sekolah dan membuat kebijakan agar kantin sekolah tidak menjual minuman bersoda dan jajanan tinggi gula. Strategi ini diharapkan bisa menekan kemungkinan adanya tambahan penderita karena penyebab penyakit ini memang tidak diketahui dengan jelas. 

Namun, ada yang seharusnya menjadi perhatian serius Pemkot Bekasi, Dinkes dan pemerintah pusat adalah pengobatan anak-anak dengan kasus diabetes tipe 1 ini. Pengobatan penyakit ini adalah dengan pemberian insulin yang terus berlangsung sepanjang hidupnya. Belum lagi obat-obatan yang harus diminum dan makanan bergizi yang harus disiapkan tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Bagaimana jika penderita dari keluarga tidak mampu? Dengan sistem BPJS saat ini apakah bisa meng- cover seluruh biaya pengobatannya secara gratis? 

Islam Penjaga Kesehatan Paripurna

Saat ini sangat sulit untuk mendapatkan jajanan anak yang murah tapi sehat. Dengan menggunakan prinsip ekonomi kapitalisme yaitu dengan modal kecil tapi mendapatkan keuntungan besar, banyak didapati makanan dengan kadar gula tinggi, menggunakan pemanis dan pewarna buatan yang berlebihan. Hal ini dilakukan agar anak-anak tertarik untuk membelinya. 

Islam meletakkan masalah kesehatan sebagai kebutuhan pokok yang setara dengan sandang, pangan, papan, dan keamanan. Rasulullah saw. bersabda:”Siapa saja di antara kalian yang bangun pagi dalam keadaan aman dalam hal diri dan keluarganya, sehat fisiknya dan ia mempunyai makanan harinya, maka seolah-olah ia mendapatkan dunia” (HR at-Tirmidzi).

Edukasi memang dibutuhkan oleh orang tua agar dapat mendeteksi dini penyakit Diabetes tipe1 ini, tetapi penjagaan paripurna menjadi tanggung jawab penguasa. Negara bisa memberikan hukuman berat bagi pembuat makanan berbahaya dan menyediakan pelayanan pengobatan terbaik dan gratis kepada penderita. 

Negara akan menyediakan sarana, prasarana, tenaga kesehatan, dan obat-obatan termasuk insulin yang sangat dibutuhkan oleh penderita secara gratis. Pemenuhan gizi dan makanan yang cukup adalah tanggung jawab negara kepada setiap individu warga negara. Jika ada warga yang miskin, tidak mampu untuk membeli makanan bergizi, lemah akal atau fisiknya sehingga terbatas dalam mencari nafkah, maka negara akan menanggung kebutuhan hidupnya melalui baitulmaal. 

Penyelenggaraan fasilitas terbaik pernah dilakukan oleh Rasulullah dan para khalifah setelah beliau. Rasul menjadikan dokter pribadi yang dihadiahkan untuk beliau menjadi dokter umat. Khilafah Islam juga menjadi barometer kesehatan yang membuat iri negeri lain. Gedung rumah sakit dan perlengkapannya disediakan dalam jumlah cukup. Begitu pula obat-obatan. Semua diberikan gratis kepada masyarakat lewat pos baitulmaal. 

Khatimah

Islam memandang kesehatan dan penjagaan jiwa adalah tanggung jawab negara. Maka sudah menjadi kewajiban khalifah untuk menyediakan pelayanan kesehatan terbaik. Maka, seharusnya tidak perlu ada kekhawatiran bagi penderita Diabetes dalam mendapatkan pengobatan dan pelayanan kesehatan yang layak. 

Wallahua’lam bishawab. 


No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update